UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 21 September 2018 10:01
32 Warga Sulsel Mau Diselundupkan ke Malaysia
TPPO. Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono bersama sejumlah pihak memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus TPPO, Rabu (19/9)--Ambrosius Junius

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kepolisian kembali menggagalkan upaya pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Kali ini, 32 warga Sulawesi Selatan  diselamatkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar saat akan menuju Malaysia dari Bandara Internasional Supadio Kubu Raya, Selasa (18/9).

"Mereka dari Makassar, Sulawesi Selatan ke Pontianak menggunakan pesawat. Selanjutnya menuju perbatasan RI-Malaysia," kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, kepada sejumlah wartawan di Mapolda Kalbar, Rabu (19/9) siang.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Didi menuturkan, warga Sulawesi Selatan ini tidak memiliki dokumen persyaratan sebagaimana mestinya berkerja ke luar negeri dan hanya berbekal paspor saja. "Maka ditemukanlah dokumen yang tidak lengkap terkait dengan tujuan mereka ke perbatasan," ujarnya.

TKI, kata dia, dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017, disebut dengan istilah Pekerja Migran Indonesia (PMI). Oleh karena itu, kepolisian melalui penegakkan hukum menerapkan Undang-undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dalam kasus ini pun ada lima orang pria yang diamankan. Seorang sebagai perekrut dan empat pengemudi mobil. "Tentunya ada sanksi. Yaitu Undang-undang TPPO sekitar maksimal 15 tahun penjara. Kemudian tentang Undang-undang  Perlindungan PMI ini tidak ada minimal tapi hukumannya 10 tahun dan dendanya 15 miliar rupiah," ujar Didi.

Dalam kasus ini, petugas menyita empat unit mobil yang digunakan untuk membawa para TKI ilegal ini ke perbatasan. Barang bukti lainnya, seperti 14 paspor, 27 lembar KTP, 7 handphone dan selembar Kartu Kelurga (KK) juga disita.

Pemerintah dan negara, sambung dia, memberikan perhatian khusus kepada warga negaranya yang akan berkerja di luar negeri. Namun,  masih saja ada para pekerja yang bersedia melalui proses secara ilegal dengan harapan berkerja di negara lain. Dengan gaji besar meskipun tanpa pengetahuan, keterampilan maupun keahlian tertentu.

"Pemerintah dan negara sangat peduli. Bagi warga negara yang berkerja di negara lain benar-benar terjamin. Tetapi beberapa oknum memanfaatkan warga negara kita yang akan bekerja ke luar negeri dengan tidak memenuhi Persyaratan yang telah ditentukan," katanya. (amb/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .