UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 18 September 2018 10:44
Perdagangan Satwa Liar Dilindungi Kejahatan Terbesar Ketiga
BANYAK JUGA..!! Bisnis Gelap Ini Nilai Transaksinya Rp13 Triliun Lebih
Burung asal Kalimantan yang coba diselundupkan ke Jawa.

PROKAL.CO, PONTIANAK- 30 jaksa mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas bagi penuntut umum di Hotel Harris Pontianak, 17-20 Sepetember. Mereka terdiri dari jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) se Kalbar.

Kegiatan bertemakan ‘In House Training Peningkatan Kapasitas Penuntut Umum dalam Penanganan Perkara Tindak Pidana Satwa Liar’ ini digelar Yayasan Planet Indonesia, Yayasan Titian Lestari dan Yayasan Inisiasi Alam dan Rehabilitasi Indonesia, bekerjasama dengan Satgas Sumber Daya Alam Lintas Negara (SDA-LN). Narasumber terdiri dari Kejaksaan Agung, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Bareskrim Mabes Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Hakim Lingkungan Mahkamah Agung, Balai Gakkum Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak, BKSDA Kalimantan Barat, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia, Yayasan Titian Lestari dan Yayasan Planet Indonesia.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Direktur Penegakan Hukum Pidana Direktorat Penegakan Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Yazid Nurhuda mengatakan, tujuan pelatihan tersebut lantaran masih adanya perdagangan satwa liar dilindungi secara ilegal. Bahkan kondisinya cukup serius. Penelusuran PPATK terdapat transaksi ilegal senilai lebih dari Rp13 triliun. Kejahatan ini terbesar nomor tiga setelah narkoba dan perdagangan manusia.

Hasil penegakkan hukum, banyak satwa diperdagangkan baik secara online maupun di pasar tradisional. Seperti pasar burung. Satwa itu merupakan hasil tangkapan dari alam. "Tentu hal ini akan membahayakan karena akan mengakibatkan empty forest syndrom. Hal ini akan berakibat terhadap kerusakan ekologis yang pemulihannya membutuhkan biaya yang sangat besar," ujarnya, saat pembukaan pelatihan, Senin (17/9).

Terlebih dengan vonis hukuman yang rendah, tidak dapat memberikan efek jera. Untuk itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) harus melakukan pembuktian yang lebih baik, adil dan memberikan efek jera kepada pelaku. "Saat ini terdapat 171 kasus di Indonesia yang sudah P21 untuk kasus yang ditangani KLHK,” ungkapnya.

Ini penting untuk membangun public trust. Memberikan motivasi kepada para aparat agar menggunakan ancaman pidana maksimal dalam undang-undang. “Kemudian dengan pendekatan multidoor dan menggunakan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang)," tutup Yazid.

Kepala Satuan Tugas Sumber Daya Alam Lintas Negara, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung, Ricardo Sitinjak menambahkan, Kalbar merupakan daerah yang paling rendah dalam penuntutan kasus tindak pidana terhadap satwa.

"Kalbar memang daerah yang dikatakan paling rendah dalam tuntutan kasus tindak pidana terhadap satwa," katanya.

Bila perlu kata dia, pelaku dibebankan menanggung pembiayaan selama proses pemberkasan penyidikan pada kasus satwa liar. Seperti pada kasus trafficking. Namun dalam UU di Indonesia belum sampai ke sana. “Untuk itu kita berharap sinergisitas antara penyidik kepolisian dengan JPU dapat ditingkatkan," harapnya.

Dalam kesaksian, seharusnya tidak lagi menuntut dihadirkan satwa liar di hadapan hakim. Tetapi cukup dibuatkan berita acara yang ditandatangani tersangka dan penyidik. "Sebab tidak boleh membawa satwa liar saat pemeriksaan,” tegasnya. Satwa liar itu harus segera direhabilitasi. Ketika kesaksian tidak perlu dibawa tahap pertama di bawa kedua. “Harus ditangani di lembaga rehabilitasi dibuat berita acara penitipan, jadi ketika sidang tinggal foto dan berita acaranya saja yang ditunjukan," jelasnya.

Terkait ini dibutuhkan sinergitas dengan berbagai pihak. Bahkan pihaknya meminta Dirjen Gakum untuk bersama-sama menggetuktularkan dari tingkat atas hingga paling bawah. Supaya sama-sama tau.  "Biasanya penyidik juga tidak memahami diminta jaksa menghadirkan satwa, dengan pelatihan ini biasanya ada pertanyaan terkait hal ini, baru kita ingatkan apa-apa saja yang boleh dilakukan terkait satwa liar," tuturnya. (NOV/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .