UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 08 September 2018 10:50
Begini Harapan Pengusaha kepada Gubernur Kalbar yang Baru
PENYAMBUTAN. Sutarmidji menyalami warga yang menyambut kedatangannya di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (6/9). Rizka Nanda-RK

PROKAL.CO, Harapan besar kepada pemimpin baru Kalbar juga datang dari pelaku usaha. Midji-Norsan diharapkan mampu membawa Kalbar menjadi lebih maju kedepannya. Salah satunya di sektor ekonomi masyarakat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Andreas Acui Simanjaya mengatakan, kehadiran pemimpin baru diharapkan dapat menghapus adanya monopoli bisnis. Sehingga terjadi persaingan usaha yang sehat. "Terutama yang menyangkut komoditas pangan,” ucapnya seperti diberitakan Rakyat Kalbar.

Contohnya, ketersediaan daging ayam dan telur. Agar ketersediaannya mencukupi perlu membuka pintu seluas luasnya untuk semua pengusaha bibit ayam. “Untuk memasok bibit ayamnya kepada peternak," ujarnya . Dengan demikian kata Acui, kendali harga tidak pada satu atau dua pengusaha. Terlebih daging ayam, yang menjadi sumber gizi relatif murah dan mudah didapat. Pun demikian dengan usaha hasil laut. Mengingat saat ini harga ikan-ikan mahal dan relatif langka.

“Misalnya ikan tongkol dan ikan kembung, harus ada penataan pengusaha di bidang ini agar harga dan suplai tidak dikendalikan seenaknya," imbuhnya. Kemudian, untuk peningkatan ekonomi perlu didorong industri pariwisata. Perkembangan wisata dapat menumbuhkan pelaku ekonomi kreatif bagi masyarakat. Utamanya mereka yang berada di kawasan wisata.

“Tentu akan mendorong tumbuhnya industri kreatif dan membuka lapangan kerja buat rakyat Kalbar, sehingga ekonomi masyarakat juga tumbuh," tuturnya. Di sisi lainnya, kemenangan Midji-Norsan tentu dimaknai sebagai karunia Tuhan untuk rakyat Kalbar. Dengan harapan dapat membawa segenap rakyat Kalbar menuju kepada era yang lebih maju dan sejahtera. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu menjadi perhatian. "Kemudian infrastruktur, terutama jalan yang diharapkan bisa menjangkau sampai desa-desa terpencil," paparnya

Pemimpin Kalbar nantinya juga dapat lebih memperhatikan petani. Terkait sarana produksi dan pengetahuan untuk pascapanen, termasuk pemasaran produk pertanian. Terlebih melihat harga komoditas karet yang terbilang cukup rendah.

"Harus ada lembaga penyanggah untuk membeli karet petani saat harga sedang jatuh, sehingga petani karet tidak terpuruk,” imbaunya. Produksi tanaman pangan padi dan jagung harus ditingkatkan. Karena Kalbar memiliki potensi kedua komoditas ini. Kemudian terkait pembangunan industri hilir produk pertanian hasil Kalbar, misalnya CPO. Mengingat ini menjadi unggulan komoditas ekspor.  Acui menilai, langkah tepat yang dapat dilakukan pemerintah dengan membangun pabrik pengelolaan bahan baku menjadi barang jadi. "Harusnya ada pabrik sabun, mentega dan lainnya. Karet ada pabrik ban di Kalbar,” tukasnya.

Selanjutnya pengembangan buah lokal. Diharapkan setiap musim buah dapat menjadikan arus uang masuk ke desa. “Ini harus mendapatkan perhatian dan pembinaan yang baik," paparnya.

Harmonisasi antar berbagai suku, budaya dan agama di Kalbar  juga menjadi hal penting. Sehingga masing-masing bisa berekspresi dengan baik dan harmonis. “Salah satu warga Tionghoa yang mendambakan adanya rumah adat Tionghoa sebagai pusat pengembangan seni budaya Tionghoa,” sebutnya.

“Demikian juga suku lainnya. Diberikan kesempatan yang sama untuk semua suku untuk mengembangkan dan mengekspresikan budayanya masing-masing," timpal Acui. (Rizka Nanda, Nova Sari/rk)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 12:20
Sebagian Potret Bangunan Sekolah Dasar di Kalbar

Tidak Layak Jadi Ruang Cerdaskan Anak Bangsa

Tak heran Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar jauh tertinggal dari…

Selasa, 22 Januari 2019 12:16

Kapal Motor Tenggelam, 8 Ditemukan Tak Bernyawa, 4 Hilang

PUTUSSIBAU- Rakyat Kalbar memberitakan, pencarian 12 korban hilang tenggelamnya kapal…

Kamis, 17 Januari 2019 11:41

KENAPA INI..!! Sebelas Pria Terkapar, Satu Sudah Tak Bernapas

PUTUSSIBAU-  12 karyawan pupuk dan anak buah kapal (ABK) Sri…

Selasa, 15 Januari 2019 10:22

Mau Diselundupkan ke Malaysia, Arwana Senilai Rp 2 M Diamankan

ENTIKONG- Petugas perbatasan berhasil menggagalkan penyelundupan 4.500 ekor anak ikan…

Sabtu, 12 Januari 2019 14:24

Gubernur ‘Ancam’ Kepala Dinas

 PONTIANAK- Pelayanan publik SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar masih…

Sabtu, 12 Januari 2019 11:33

Tunda Eksekusi Lahan Sengketa, Berniat Tertibkan Oknum Nakal

JAKARTA – Kodam XII/Tanjungpura memastikan bahwa Jumat (11/1) sama sekali…

Kamis, 10 Januari 2019 10:55

Tahun Lalu Saja, di Pontianak Ribuan Perempuan Menjanda

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, sepanjang tahun 2018, Pengadilan Agama Kelas…

Kamis, 10 Januari 2019 10:27

13 Rumah Sakit di Provinsi Ini Belum Terakreditas

PONTIANAK - Sebanyak tiga belas rumah sakit (RS) di Kalimantan…

Kamis, 10 Januari 2019 10:16
Satpol PP Pontianak Sita 31 Tabung Gas Bersubsidi

AWAS..!! Selewengkan BBM Premium, Pengawas SPBU dan Spekulan Terancam 3 Tahun Penjara

PONTIANAK- Julmadi alias Jul, tak bisa mengelak lagi. Pria 34…

Kamis, 10 Januari 2019 10:13

KENAPA INI..?? Sudah Tersangka, Kepsek SDLB Sintang Belum Ditahan

SINTANG- Diberitakan Rakyat Kalbar, sejak dilakukan pengeledahan oleh Satuan Khusus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*