UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 08 September 2018 10:49
Gubernur dan Wagub Ingin Warga Banyak Menikmati Uang APBD
SAPA WARGA. Sutarmidji dan Ria Norsan di dampingi istri masing-masing menyapa warga yang menyambutnya di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (6/9). Rizka Nanda-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Riuh tepuk tangan dan lambaian suka cita memenuhi pelataran Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis pagi (6/9). Gubernur Sutarmidji dan Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan baru saja pulang dari Istana Negara usai dilantik Presiden Joko Widodo, sehari sebelumnya. "Selamat datang Gubernur dan Wakil Gubernur baru kita. Keduanya telah hadir di hati kita semua. Jika tidak. Tak mungkin beliau berdua bisa terpilih," terang Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, Chairil Efendy dalam sambutannya.

Chairil menuturkan, masyarakat Kalbar memilih kedua pasangan ini karena sifat adil, budi bahasa, tenggang rasa, keikhlasan hati, tanggungjawab, iman dan takwa. Keduanya juga telah menunjukkan kerja nyata. Midji-Norsan telah memperlihatkan dan membuktikan Ikhwal kepemimpinan mereka. "Pemerintah daerah maupun pusat terpukau dengan pembangunan Kota Pontianak dan Mempawah," tuturnya.

Oleh karena itu, ia mengaku tidak ragu untuk berharap dalam waktu singkat Kalbar akan berubah. Ia juga menegaskan semua masyarakat Kalbar bertekad bekerjasama dengan pemimpin baru ini. Guna mewujudkan Kalbar baru untuk semua. "Kami siap menjaga keharmonisan menurut petunjuk bapak," tegas Chairil.

Ketua Partai Koalisi Pemenangan Mijdi-Norsan Syarif Abdullah Alkadrie mengatakan, terpilihnya pasangan ini untuk memimpin Kalbar lima tahun kedepan merupakan suatu hal yang harus disyukuri. Terutama dalam rangka untuk membangun Kalbar sesuai dengan motonya ‘Kalbar Baru’. Midji- Norsan bukan hanya bagian dari partai koalisi. Tapi menjadi bapak untuk masyarakat Kalbar. “Artinya Mijdi-Norsan milik masyarakat Kalbar,” ujarnya.

Midji-Norsan Punya kewajiban untuk mengayomi, mendidik dan melakukan hal yang baik untuk Kalbar. Sebagai partai pendukung, pihaknya tentu memiliki kewajiban dalam rangka mengawal dan mendukung segala kebijakan yang dilakukan pemerintah selama 5 tahun ke depan. "Kita harapkan visi misi dalam setiap kampanye tentu itu menjadi kewajiban bersama untuk mengawal,” ujarnya.

Posisi parpol akan memberikan kritisi yang berkaitan dengan kemajuan dan tercapainya visi misi Midji-Norsan. Karena banyak harapan baru bagi pemimpin baru ini. Satu diantaranya adalah upaya untuk memperbaiki indeks pembangunan manusia (IPM) yang dianggap masih jauh tertinggal. “Kalbar masuk peringkat 5 besar ke bawah,” ucapnya.

Midji-Norsan diharapkan bisa merealisasikannya dengan cepat. Sehingga IPM Kalbar bisa terdongkrak naik. “Kami yakin terhadap itu karena kedua sosok ini bisa membuktikan kepemimpinannya," tutup Abdullah.

Sementara itu, Midji menegaskan tidak akan lupa pada janji kampanye mereka. Ia juga akan terus menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sesuai dengan janji pada saat kampanye.  "Saya ingin masyarakat sebanyak-banyaknya menikmati uang APBD. Memang tidak langsung, tapi bisa dari pendidikan gratis," tegasnya.

Program pendidikan gratis untuk SMA/SMK akan dimulai dari tahun ajaran baru 2019. Selanjutnya, ia juga akan membangun kembali gedung sekolah favorit. Tidak hanya di kota, tapi menyeluruh di 14 kabupaten/kota di Kalbar. "Saya akan reformasi semua pendidikan SMA dan SMK yang bisa menjawab tantangan bagi Kalbar," jelasnya.

Dalam aspek kesehatan, mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini akan fokus terhadap revitalisasi RSUD Soedarso. Minimal ada satu gedung rawat inap untuk peserta BPJS. Selanjutnya, akan dilakukan pemerataan untuk kabupaten/kota yang infrastruktur jalannya masih belum tersentuh. "Mudah-mudahan bisa selesai dalam masa pemerintahan saya dengan pak Ria Norsan,” serunya.

Kemudian masalah apapun yang yang dihadapi di Kalbar diharapkan diselesaikan secara musyawarah. Insya Allah pasti ada jalan. “Karena kita ingin mengejar ketertinggalan kita," sebutnya. Soal rancangan APBD, Midji memastikan akan mengumumkan jumlah anggaran yang disusun. Dana tersebut akan digunakan untuk apa saja. Sehingga masyarakat dapat menilai. "Sebetulnya kalau waktu masih memungkinkan saya minta APBD dibedah," lugasnya.

Ia juga akan mengupayakan setiap tahun dapat membangun minimal satu fasilitas olahraga. Kemudian soal janji kampanye pemekaran Provinsi Kapuas Raya (PKR), ia meminta Pemkab Sintang untuk segera  membuat greendesain kantor Gubernur dan DPRD. Ia menegaskan pemekaran itu bisa dilakukan. Asalkan ada keseriusan dari pemerintah provinsi.

"Saya juga akan selalu siap dan menyetujui untuk pemekaran Provinsi Kapuas Raya. Apapun yang dibutuhkan kalau dari sisi pembiayaan akan kita penuhi," tandas Midji. Sementara Norsan menyatakan, sebentar lagi Kalbar akan memiliki pelabuhan internasional Kijing di Kabupaten Mempawah. Dibangun dengan dua tahap. Tahap pertama sudah dimulai. Sehingga diprediksikan akhir 2019 sudah bisa beroperasi. "Kalbar akan lebih maju perekenomiannya," ucapnya.

Dia juga mengajak seluruh etnis di Kalbar untuk bersatu. Pilkada telah usai. Jika tidak ada persatuan dan kebersamaan tidak mungkin Kalbar ini akan berubah lebih baik.  "Kami berdua hanyalah sebagai pendorong sebagai pemotivasi masyarakat, sebagai pengarah untuk bagaimana kedepannya Kalbar ini bisa lebih baik dari Kalimantan yang lain," pungkas Norsan.


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .