UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Minggu, 26 Agustus 2018 21:42
Puluhan Anak Punk Diamankan, Polisi Tanggung Makan dan Penginapan
BAGI MAKANAN. Puluhan anak punk mendapatkan makan gratis yang diberikan Kapolres Sekadau di Mapolres Sekadau, Jumat (24/8)--Abdu Syukri

PROKAL.CO, SEKADAU- Rakyat Kalbar memberitakan, puluhan anak punk diamankan jajaran Polres Sekadau, Jumat (24/8) pagi. Anak punk tersebut diamankan setelah berkeliaran di Kota Sekadau hingga menimbulkan keresahan masyarakat. “Mereka berpotensi melakukan tindakan kriminalitas dan merusak fasilitas publik. Sehingga menimbulkan keresahan masyarakat,” ujar Iptu Kamto, Kasat Sabhara Polres Sekadau kepada wartawan di Mapolres Sekadau, kemarin.

Anak punk yang diamankan itu, berjumlah 40 orang. Dari jumlah tersebut, 30 orang laki-laki dewasa dan 6 orang anak-anak. “Sementara sisa empat orang lainnya adalah perempuan,” beber Kamto. Setelah diamankan, para anak punk itu tidak dilakukan penahanan. Polisi hanya melakukan pendataan. Bahkan atas pertimbangan keamanan, mereka malah mendapat santunan dari polisi berupa makan gratis dan tempat untuk menginap.

Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi SIK menegaskan, pihaknya bisa saja memproses para anak punk itu dengan pasal tentang ketertiban umum. Namun karena pertimbangan belum adanya kantor Pengadilan di Sekadau, mereka memutuskan hanya mengamankan.

“Informasinya, mereka akan mengadakan acara musik, besok (hari ini, red). Nanti kalau acaranya sudah selesai, akan langsung kita pulangkan ke daerah asalnya,” ulas Anggon. Soal makan dan penginapan, Anggon mengaku, pihaknya sengaja menyantuni. Pertimbangannya, karena kebanyakan para anak punk itu tidak membawa bekal uang yang cukup.

Ada yang hanya membawa Rp16 ribu. “Makanya kita berikan makan dan kita inapkan di barak yang ada di Polres Sekadau ini,” ucapnya. Barak yang digunakan itu, merupakan barak pekerja yang tengah mengerjakan proyek pemasangan barau di Mapolres Sekadau. “Kebetulan pekerjanya lagi liburan Idul Adha dan barak kosong, kita tumpangkan di barak ini dulu,” tambah Anggon.

Edy Chandra, salah seorang perwakilan anak punk mengaku, asal mereka dari berbagai daerah. Ada yang dari Sekadau, Sintang, Pontianak dan ada yang dari luar Kalbar. Pemuda yang akrab disapa Boca itu mengatakan, sengaja datang ke Sekadau karena ada agenda acara music underground pada 25 Agustus ini. Dalam acara itu, Boca mengaku, pihaknya akan melakukan pengalangan dana untuk korban gempa di Lombok.

Terkait soal anggapan negatif tentang anak punk, Boca menjelaskan bahwa anggapan itu tidak selamanya benar. Menurutnya, secara pakaian, memang anak punk urak-urakan. Tapi mereka memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Buktinya, kita akan melakukan penggalangan dana untuk korban gempa. Itu bukti kepedulian sosial kita,” tegasnya.

“Jadi jangan menilai negatif orang dari penampilan atau pakaiannya saja. Orang yang berpenampilan rapi, juga belum tentu memiliki kepekaan sosial yang tinggi,” tutup Boca. (Abdu Syukri/rk)

 


BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .