UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Minggu, 26 Agustus 2018 11:12
Status Tanggap Darurat dalam Proses

PROKAL.CO, PONTIANAK- Akhirnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar memproses penetapan status tanggap darurat bencana kabut asap. Hal itu dilakukan setelah mendapat surat keterangan dari Gubernur Kalbar. Setakat ini, BPBD Kalbar tengah menyusun rencana kebutuhan biaya (RKB) status tersebut. Yang tinggal menunggu surat keputusan (SK) dari Bupati Sintang, Kubu Raya, dan Mempawah.

"Penetapan status itu agar bisa mendapatkan bantuan dana dari Pemprov, jumlah dananya belum ditentukan, karena akan dilakukan rapat dengan instansi terkait termasuk Damkar swasta untuk membahas kegunaan uang yang akan diterima dari BPKPD Kalbar," terang Kepala BPBD Kalbar, TTA Nyarong, kepada Rakyat Kalbar, Kamis (23/8).

Sebelumnya, BPBD Kalbar mengklaim telah melakukan water bombing dengan menggunakan bantuan dana dari (badan nasional penanggulangan bencana (BNPB). Sebesar kurang lebih Rp3 miliar. "Lalu dari BPBD Kalbar sendiri Rp 500 juta. Sedangkan kabupaten/kota belum," ungkapnya.

Nyarong menegaskan, yang terpenting saat ini adalah masyarakat dilarang untuk bakar lahan sembarangan. la meminta kepada kepala daerah untuk menindak tegas orang yang masih melakukan hal tersebut. "Musim kemarau jangan bakar lahan dulu, apalagi lahan gambut, bukan tidak boleh bakar seumur hidup, kan sesuai musim," jelasnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk segera mengamankan diri jika melihat api. Jangan coba-coba sendirian memadamkan api yang sudah membesar. Yang terpenting justru mengevakuasi anak-anak dan lanjut usia (Lansia) ke tempat aman. "Jangan sampai seperti yang sudah terpanggang, empat orang itu," tukas Nyarong.

Pasal kabut asap ini memang buat geger tiap hari. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar pun berencana untuk melaksanakan salat Istisqa' (salat minta hujan). Ketua MUI Kalbar, HM. Basri Har menuturkan, sebelum dilakukan salat Istisqa', pihaknya akan mengamati perkembangan terlebih dahulu. "Wacana untuk itu memang sudah ada, jadi insya Allah kita akan ada rapat pengurus untuk membahas masalah itu," ujar Basri.

Tapi, melihat kondisi yang ada, menurut dia, sebenarnya belum sampai pada taraf untuk harus salat istisqa’. "Kriterianya belum memenuhi, kan salat minta hujan sementara di Melawi ada hujan, kemarin Pontianak juga ada hujan," jelasnya.

Namun, MUI Kalbar akan mengeluarkan imbauan. Supaya banyak istiqhfar, bertaubat. Ia meminta masyarakat tidak lagi membakar lahan. Sebab, sudah ada Fatwa MUI: membakar lahan hutan yang mengakibatkan kerugian masyarakat umum hukumnya haram.

"Jadi setelah melakukan pertemuan dengan ulama-ulama, semua sependapat belum tahapnya (salat istisqa’), ini bukan gejala alam, tapi ini lebih banyak ulah manusia yang membakar lahan,” tegas Basri. Imbuh dia, “Padahal kita sudah mensosialisasikan fatwa MUI nomor 30 tahun 2016 tentang larangan membakar lahan dan hutan".

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar, Suprianus Herman, masih menunggu koordinasi dengan instansi terkait tentang kelanjutan hari libur akibat bencana kabut asap ini. Sebab, kelanjutan hari libur dianggap lebih komprehensif.

"Karena proses belajar mengajar tidak boleh terlalu lama berhenti, yang akibatnya menganggu kurikulum, jadi kami masih koordinasi, mungkin ada rapat kecil, dan nunggu arahan dari pimpinan," ungkapnya.

Seperti diketahui, Disdikbud Kalbar sempat menghentikan kegiatan belajar mengajar siswa SMK/SMA selama dua hari. Meskipun libur, ia memastikan siswa tidak akan kekurangan jam belajar. "Anak-anak dianjurkan untuk belajar di rumah dan guru sudah terbiasa dengan hal seperti ini, jadi jam pelajaran itu tidak akan berkurang, awalnya tetap berpengaruh tapi akan disesuaikan," pungkas Herman. (Rizka Nanda, Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Minggu, 14 Oktober 2018 14:20

Tujuh Hari Dicari, Hamidah Tak Ditemukan

PONTIANAK- Tim SAR (search and rescue) gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:05

Bawaslu Pontianak Ajak Media Massa Awasi Pemilu

PONTIANAK- Media massa menjadi salah satu pilar demokrasi. Di tengah panasnya kontestasi politik saat…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:04

TEGAS..!! Tiada Ampun, ASN Korupsi Langsung Dipecat

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tidak memberi ampun bagi Aparatur…

Senin, 08 Oktober 2018 12:24
Festival Arakan Pengantin Melayu, Sambut Hari Jadi Pontianak

Sesuai Adat dan Historis, Kreativitas Jangan Jauh Menyimpang

Pemerintah Kota Pontianak intens menjaga kearifan lokal. Berbagai tradisi dan budaya berupaya terus…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:51

Raja Tayan Minta Penjelasan GP Ansor, Ini Penjelasan GP Ansor Kalbar

PONTIANAK- Beberapa waktu lalu di berbagai daerah Indonesia, GP Ansor melakukan penolakan terhadap kegiatan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:46

Gubernur Ingin Seluruh Rumah Sakit Terintegrasi

PONTIANAK- Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:40

Gubernur Sentil Perusahaan Sawit

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji meresmikan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak Timur…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:35

Alhamdulillah, Ada 1.200 Rumah Murah untuk Polisi

PONTIANAK- Anggota kepolisian di lingkungan Polda Kalbar tak perlu khawatir lagi jika belum memiliki…

Kamis, 27 September 2018 10:41

Tanahnya Dikuasai Pengembang, Pria Ini Layangkan Gugatan ke PN

PONTIANAK- Maulana Muhammad, warga Jalan Parit Na’im, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang,…

Jumat, 21 September 2018 10:38

SEENAKNYA SAJA..!! Penghalang di Fasum Dibongkar Paksa

PONTIANAK- Sejumlah pemilik ruko memasang penghalang di atas fasilitas umum (fasum). Baik berupa portal,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .