UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 26 Agustus 2018 10:37
Saking Parahnya Asap, Salatpun Harus Pakai Masker
Kabut asap di Pontianak.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap di Kota Pontianak pada pagi hari lebih pekat. Kendati begitu tak menyurutkan umat Muslim menunaikan Salat Id di lapangan, Rabu (22/8). Walau harus menggenakan masker.

Dilansir Rakyat Kalbar, salah satu lokasi Salat Id di Jalan Rahadi Oesman, Pontianak. Kendati jemaah mengenakan masker, pelaksanaan Salat Idul Adha 1439 H ini berjalan khusyuk dan lancar. "Asap ini pasti mengganggu kesehatan. Pastinya sangat mengganggu Salat juga. Aktifitas sehari-hari juga terganggu,"ujar Endah Purbasari usai menunaikan Salat Id.

Untuk itu lah, Mahasiswi IKIP PGRI Pontianak ini terpaksa Salat Id mengenakan masker. Dia pun mengaku kesal dengan oknum pelaku pembakaran lahan. Wanita 24 tahun ini berharap pelakunya mendapatkan hukuman setimpal. "Jangan hanya ancaman," lugas Endah.

Sementara itu, salah seorang jemaah Masjid Jam'iyatul Islamiyyah, Kota Baru, Rahma mengaku tahun ini harus melalui Salat Id disertai rasa sesak. Masker pun digunakan intuk mengatasi sesak yang akan timbul tiba-tiba. "Kondisi ini sangat menganggu. Karena selain asap, debunya juga banyak," katanya kepada Rakyat Kalbar.

Dari rumahnya di Jeruju sampai ke Masjid Jam'iyatul Islamiyyah, jarak pandang berkisar 1 kilo meter. Apalagi di Jalan Ampera, rata-rata warga pakai masker. "Meski terganggu asap, ibadah tetap harus khusyuk. Karena ini momentum satu tahun sekali. Belum tentu tahun depan bisa melaksanakan kembali. Saya ingin hujan cepat turun," harap. Rahma.

Kembali di Jalan Rahadi Oesman, Salat Id dipenuhi jemaah. Umat berbondong-bondong datang pagi hari. Salat di lokasi ini dimulai pada 07.00 WIB.

Di saf terdepan terlihat Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji, Wali Kota Pontianak Sutarmidji dan Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono beserta para jemaah lainnya. Selaku Khatib, H. Zulfan Affan Abdurrahman. Khotbah yang ia sampaikan setelah Salat Id bertemakan Ibadah Kurban.

Usai Salat Id, Edi Kamtono mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berdoa terkait kabut asap yang terjadi. Supaya Kota Pontianak dan seluruh wilayah Kalbar turun hujan. “Mari kita semua bersama-sama mendoakan supaya turun hujan, sehingga bencana asap ini segera berakhir,” pungkas Edi.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kebersihan lokasi usai melaksanakan ibadah Salat Id, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak telah mengerahkan personelnya. Mereka bertugas menyapu serta memungut sisa koran yang menjadi alas para jemaah. Alhasil dalam waktu yang sekejap, lokasi tersebut langsung bersih.

Kepala DLH Kota Pontianak, Tinorma Butar Butar mengatakan, pihaknya mengerahkan sebanyak 100-an tim orange. Mereka merupakan tim yang rutinitasnya melakukan pembersihan. "Tim kita ini setiap tahun dikegiatan hari-hari besar kita turunkan. Inikan dari tim kita yang rutin juga, kita lemburkan mereka di hari-hari besar," ujarnya.

Tinorma mengatakan, tiga tahun kebelakang ini kesadaran masyarakat akan kebersihan sudah meningkat. Koran-koran yang menjadi alas tidak terlalu banyak yang harus dikemaskan. Banyak para jemaah mengemasnya sendiri. Dibawa balik ke rumah maupun membawa tikar sendiri.

Kesadaran masyarakat yang meningkat ini  karena adanya sosialisasi-sosialisasi. Baik oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) maupun dari DLH Kota Pontianak. “Tiga tahun terakhir jumlah sampah koran bekas hanya berkisar 50 an kilogram. Berbeda dengan dahulunya yang mencapai satu ton,” ungkapnya.

Sementara terkait kondisi udara Kota Pontianak, Tinorma mengatakan, sudah menurun dari hari sebelumnya. Saat ini udara menurun  dalam kategori sangat tidak sehat. Sedangkan sebelumnya sempat kategori berbahaya. Perubahan ini disebabkan Kota Pontianak sempat diguyur hujan.

"Kita itu menurun lagi (kondisi asap). Mudah-mudahan, dengan kondisi ini, hari ini ada hujan," harapnya.

Berdasarkan alat pemantau AQMS pemberian kementerian dijelaskannya berfungsi baik. Baik outdor di Jalan Ahmad Yani, ataupun indor yang ada di kantor dinasnya. Pemantauan juga dilakukan pihak pusat. "Karena itu link-nya langsung ke pusat juga," jelasnya.

Kendati kualitas udara meningkat, Tinorma meminta masyarakat tetap waspada. Apabila keluar rumah lebih baiknya menggunakan masker. Kemudian perbanyak minum air putih plus vitamin C atau buah-buahan.

"Kita tetap mensosialisasikan kepada masyarakat supaya tidak membakar sampah ataupun lahan, supaya cuaca kita bisa kembali seperti semula," imbuhnya.

Apakah ada kemungkinan penambahan libur sekolah? Dia mengatakan, keputusan itu tergantung kepala daerah. Jika hari ini (Kamis, red) kualitas udara meningkat,  kemungkinan libur sekolah dicabut. "Itu tinggal tergantung kualitas udara kita dan kepala daerah yang memutuskannya," tutupnya. (Maulidi Murni, Rizka Nanda/rk)

 


BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 08:06

INGAT..!! Jangan Perjualbelikan Satwa Langka

SINGKAWANG- Masih rendahnya kesadaran hukum dan pelestarian satwa langka di…

Selasa, 16 Juli 2019 08:03

Yang Menghambat Perumahan MBR Bukan Regulasi, Tapi SOP Perbankan

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, aturan kenaikan harga rumah bersubsidi yang…

Selasa, 16 Juli 2019 08:01

Lepas Jamaah Haji Kalbar, Ini Pesan Gubernur

PONTIANAK-  Calon Jemaah Haji (CJH) Kalbar, kelompok penerbangan (Kloter) 11…

Selasa, 16 Juli 2019 07:53

NGERI..!! Bini Sendiri Dicekik, Lalu Wajahnya Ditikam

KETAPANG- Polres Ketapang menggelar reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan…

Selasa, 16 Juli 2019 07:20

Di Kabupaten Ini, Penderita HIV/AIDS Melonjak Drastis

NGABANG - Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Landak terus meningkat dari waktu…

Minggu, 14 Juli 2019 11:57

Surplus Beras di Kalbar, Perlu Diserap Industri Olahan

PONTIANAK - Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Heronimus…

Jumat, 12 Juli 2019 01:36

Ada Rintihan, Tersandar di Pohon Karet Tanpa Sehelai Benang

Dikabarkan hilang sejak sepekan lalu, Nenek Ahian akhirnya ditemukan. Warga…

Rabu, 10 Juli 2019 14:11

Kejari Sita Uang Klaim Asuransi Rp4,7 Miliar

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak berhasil menyelamatan…

Rabu, 10 Juli 2019 14:10

Dari Lapas, Narkoba Dikendalikan Acai

PONTIANAK-Di areal tak begitu luas tempat kepadatan populasi narapidana, itulah…

Minggu, 07 Juli 2019 12:06

Ditolak Mandi Bareng, Pacar Dihajar Sampai Matanya Bengkak

SINTANG-. Bunga (bukan nama sebenarnya) menjadi korban penganiayaan oleh A,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*