UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 23 Agustus 2018 12:21
Kasus Bakar Lahan dan Asap, Empat Tewas, Empat Tersangka
Pemadaman api kebakaran lahan dan hutan di Kalbar.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kabut asap ini menjadi fokus Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono. Saat kepolisian masih terus berupaya mengatasi persoalan tersebut. Apalagi dalam tiga hari terakhir, kabut asap sangat tebal.  "Kita selalu melakukan sinergi dari berbagai pihak, baik TNI dan lainnya seperti yang sudah kita lakukan dengan mengirimkan waterbombing di kawaasan lahan terbakar," sebutnya.

Sampai saat ini kata dia, sudah ditemukan empat tersangka pembakar lahan. Sesuai aturan ancaman paling lama 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar.  "Dari kasus ini sudah memakan 4 korban yang meninggal dunia, bahkan ada dari pemilik lahan sendiri yang membakar tidak dapat memadamkan apinya, sehingga kekurangan oksigen, pada akhirnya meninggal," jelasnya.

Koordinasi yang dilakukan tidak saja di tingkat daerah, melainkan di pusat. Belum lama ini, dia telah menyampaikan persoalan tersebut ke pusat.  "Kita berharap Pemerintah, utamanya Gubernur terpilih agar nantinya dapat merevalusi dan regulisasi yang ada di kita, dengan harapan agar kedepan tidak ada lagi yang namanya kabut asap," tutup Kapolda.

Terpisah, pantauan BMKG Mempawah berdasarkan data Lapan, mencatat sebaran di wilayah Kalbar hingga akhir 18-19 Agustus 2018 sebanyak 352 titik api. Mengalami peningkatan dibandingkan Sabtu (18/8) yang tercatat terdapat 319 hotspot.

Penyumbang terbanyak Kabupaten Kabu Raya dengan 86 titik panas. Termasuk penyumbang kabut asap terbanyak pula. Sedangkan di Kebupaten Mempawah, terpantau titik api meningkat dari beberapa waktu sebelumnya. Dari 3 menjadi 9 titik panas.

Berbagai upaya dilakukan berbagai pihak. Mulai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mempawah, TNI, Polri serta masyarakat yang terus berjibaku untuk memadamkan api. Upaya lainnya turut dilakukan, Polres bersama Forkopimda Mempawah menggelar Salat Istisqa. Salat memohon hujan.

Kapolres Mempawah, AKBP  Didik Dwi Santoso menjelaskan, upaya nyata dalam pemadaman telah dilakukan. Dengan berbagai pihak, pihaknya berupaya memadamkan api. Selain itu, personel polisi diterjunkan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk upaya pencegahan.

“Semua upaya telah kita lakukan. Mungkin dengan doa-doa dan usaha kita bisa turun hujan,” ucapnya. Jika ada hujan, tentu sedikit banyak bisa membantu memadamkan lahan-lahan yang terbakar. “Semua usaha harus kita lakukan,” harap Kapolres. (Rizka Nanda, Ari Sandy, Andi Ridwansyah, Abdu Syukri/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*