UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 23 Agustus 2018 12:08
Kalbar Dijajah Asap
Media Malaysia Ramai-ramai Memberitakan, Jerebu Sudah Sampai Negeri Jiran
Pemadaman api saat kebakaran hutan dan lahan di Kalbar.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Peringatan HUT ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalbar ditimpa keprihatinan. Bagaimana tidak, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengakibatkan kabut asap semakin tebal. Bahkan kabut asap asal Kalbar disinyalir sudah sampai ke Malaysia. Bernama.com pada Kamis (16/8) dengan berita  Jerebu: Rakyat Kedah Dinasihat Kurangkan Aktiviti Luar. Warga di negara bagian Kedah disarankan untuk mengurangi aktivitas  di luar rumah dan menjaga keselamatan selama kabut asap melanda negeri tersebut setelah kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Kalbar, Indonesia.

Indeks Pencemar Udara yang dikeluarkan Departemen Lingkungan setempat menunjukkan pembacaan udara tidak sehat di Alor Setar, ibu kota negara bagian Kedah. "Orang ramai di negeri ini dinasihat mengurangkan aktiviti fizikal di luar rumah serta menjaga keselamatan masing-masing sepanjang menghadapi  jerebu  berikutan  kebakaran  hutan  dan ladang di beberapa kawasan di Kalimantan Barat, Indonesia," diberita Kantor berita resmi milik pemerintah Malaysia tersebut.

Belum diketahui, apakah Kalbar benar-benar mengekspor asap sampai ke Semenanjung Malaya. Mengingat Provinsi Kalbar terletak di barat pulau Kalimantan. Sementara negara bagian Kedah begitu jauh.  Kedah terlatak di utara semenanjung Malaysia berbatasan dengan Thailand. Atau tepatnya negara bagian ini berhadapan dengan Selat Malaka, di seberangnya adalah pulau Sumatera. Jiran terdekat Kalbar adalah negara bagian Sarawak, sama-sama terletak di pulau Kalimantan.

Diberitakan Astro Awani.com Rabu (15/8) menyebutkan, beberapa kawasan di Sarawak mula dicemari kabut asap. Dipercayai asap diterbangkan angin dari negara jiran, Indonesia. "Ini bukan satu kejutan, sejak semalam lebih 300 titik panas dikesan (dideteksi) di Kalimantan Barat, manakala Kota Pontianak diancam bacaan indeks pencemaran udara (IPU) yang mencecah bacaan lebih 100," diberitakan media tersebut.

Sementara diberitakan hmetro.com.my, kabut asap terdeteksi di beberapa kawasan khususnya Kuching, Serian, Sibu, Mukah dan Bintulu.  "Keadaan itu berlaku berikutan cuaca panas berlarutan sejak lebih seminggu lalu diburukkan lagi dengan kebakaran belukar tanah gambut yang berlarutan di kawasan Daro, di tengah negeri ini (negara bagian Sarawak)," tulis media tersebut, Rabu (15/8).

Selain itu, kabut lintas perbatasan dari Kalbar juga mempengaruhi kualitas udara negara bagian itu. "Ratusan titik panas dikesan (terdeteksi) di Kalimantan Barat terutama di kawasan berdekatan sempadan Malaysia-Indonesia antaranya di Singkawang dan Sambas," diberitakan media tersebut.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, tanah di Kalbar memiliki dua jenis, yaitu gambut dan mineral. Pada saat memasuki musim kemarau, lahan gambut berpotensi mudah terbakar.  "Satelit sangat sensitif saat menangkap titik panas, hal ini yang harus kita antisipasi karena memang Kalbar didominasi lahan gambut," dalam keterangan persnya, Kamis (16/8).

Efek Karhutla sangat banyak. Pertama, bagi pernapasan. Terutama anak-anak yang rentan dan berakibat jangka panjang. Kedua, transportasi dapat terganggu. Jika transportasi terganggung misalnya transportasi udara maka juga akan berdampak pada perkenomian. “Jika ingin membuka lahan dapat digunakan dengan cara lain tidak harus dengan dibakar,” kata Kapolda. (rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*