UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 23 Agustus 2018 10:54
Stress Bengek Ngga Sembuh-Sembuh, Pria Ini Ambil Jalan Nekat
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Burhan, warga Jalan Khatulistiwa, Gang Famili, Kecamatan Pontianak Utara hanya bisa tergamam dan syok ketika melihat Octavius tergantung di kamarnya, Rabu (15/8) siang. Karena panik ia segera menghubungi Toni, abang sulungnya, untuk segera pulang ke rumah. Sontak kejadian itu mengundang perhatian warga yang saat itu juga sedang melaksanakan pertandingan sepak bola dalam rangka menyambut HUT ke-73 Kemerdekaan RI.

Rakyat Kalbar memberitakan, sekitar pukul 13.30 Wib, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi terhadap pria 33 tahun tersebut. "Korban ini biasa dipanggil Aloy. Dia belum menikah. Dia tinggal bersama Burhan, abang keduanya. Saat kejadian, saya sedang kerja. Ini saja belum sempat ganti baju," ucap Rusli Ismail, Ketua RT 01 RW 06 ditemui di lokasi kejadian, Rabu (15/8).

Dikatakannya, bahwa Aloy sebelumnya sempat menginap di rumah adik perempuannya dan Rabu pagi baru pulang ke rumah Burhan. "Menurut tetangganya, sekitar jam 10 siang tadi, dia duduk-duduk di warung depan rumah untuk ngopi. Mereka melihat dia terus diam melamun. Pas jam 11, dia masuk rumah," kata Rusli.

Lanjutnya menjelaskan, korban awalnya ditemukan Burhan sekitar pukul 12.00 Wib. Saat itu, Burhan baru pulang dari kerja. Ia melihat pintu rumahnya terbuka, namun pintu kamar adiknya tertutup. "Burhan mengintip lewat ventilasi kamar Octavius dan melihat adiknya sudah tergantung. Ia segera buka pintu dan kaget, lalu cepat hubungi Toni," kata Rusli.

Toni, kata Rusli, segera menuju rumahnya. Lalu melapor bahwa adiknya bunuh diri. Namun orang di rumah Rusli mengatakan bahwa dia sedang kerja. Rusli pun ditelepon untuk segera pulang. "Pas saya pulang, di gang sudah ramai. Ada polisi, babinsa dan aparat lainnya. Saya pun dapat kabar bahwa mereka baru tiba dan itu sekitar jam 1 siang. Warga tidak berani turunkan mayat sampai polisi datang pada jam itu," jelas Rusli.

Saat ditanya mengenai kepribadian korban, Rusli mengatakan bahwa Octavius dikenal pendiam. Bergaul hanya dengan keluarga. Sedangkan dengan tetangga dia jarang interaksi. “Saya dengar dia menderita asma akut bahkan pernah dua hari tidak tidur. Kami selaku warga pernah menyarankan dia untuk berobat tapi dia menolak dengan alasan ribet. Malah dia seringnya konsultasi dengan dukun untuk berobat," kata Rusli.

Rusli sendiri tidak mengetahui pasti alasan Octavius bunuh diri. Namun ia merasa bahwa itu akibat stres karena asmanya tidak kunjung sembuh. "Bisa jadi karena bisik-bisik si dukun," duga Rusli. Sementara itu, Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Ridho Hidayat tidak berkomentar banyak terkait kasus ini. Dia hanya mengatakan bahwa sementara ini penyebab kematian korban adalah bunuh diri.

"Tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Ini juga masih menunggu hasil otopsi. Kami masih mendalaminya, " ujar Ridho. (bek/rk)


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*