UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:19
MENGEJUTKAN..!! Tes Urine Mendadak di Polresta Pontianak, Ini Hasilnya
DIRENDAM. Pemusnahan 956 gram sabu, 124 ekstasi, dan 0,66 gram ganja di halaman Mapolresta Pontianak, Rabu (15/8). Andi Ridwansyah-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Hasil tes urine pada Senin (13/8), empat oknum anggota polisi Polresta Pontianak terindikasi positif menggunakan narkoba. Terkait itu, pihak Polresta Pontianak masih dalam pendalaman.  “Karena positif belum tentu terindikasi pengguna narkoba,” kata Kapolresta Pontianak Kombes Pol Wawan Kristianto saat pemusnahan narkoba di halaman Polresta Pontianak, Rabu (15/8).

Diberitakan Rakyat Kalbar, sebelumnya, Polresta Pontianak bersama Bid Propam Polda Kalbar melakukan tes urine mendadak terhadap 50 anggota polisi. Tes urine tersebut dilakukan setelah dilaksanakan sertijab Kapolsek Pontianak Selatan, Kapolsek Sungai Kakap dan Kasat Binmas Polresta Pontianak. Kapolresta memastikan sampai saat ini tidak ada anggotanya yang terlibat kasus narkoba.

 “Alhamdulilah, anggota sampai saat ini belum ada yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Tes urine kemarin secara sampling terhadap anggota kita,” ujarnya.

Terkait indikasi positif empat anggotanya kata Kapolresta, beberapa orang ada yang sedang berobat. Lantaran sedang sakit, mungkin positif. “Karena adanya kandungan-kandungan dari obat yang mereka konsumsi,” ucapnya.

Selama ini dia mengaku telah melakukan pembinaan kepada anggotanya. Dengan memberikan arahan dan warning akan sanksi yang akan didapat apabila terlibat penyalahgunaan narkoba. Anggota yang menjadi pengedar, sanksinya tidak hanya pidana. “Akan tetapi juga dipecat atau dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Itu intruksi atasan,” tegasnya

Wawan menuturkan, semua anggota Polri yang akan melanjutkan pendidikan dan pelatihan telah diwajibkan melakukan tes urine di Dokkes guna mencegah penyahgunaan narkoba. Wawan berjanji akan mengkomunikasikan kepada pimpinan apabila ada anggota yang terindikasi, tapi sadar dan berupaya berobat. “Apakah ada kebijakan, kalau memang kita berikan kesempatan, maka akan kita rehabilitasi,” pungkasnya.

Sementara terkait pemusnahan sabu, merupakan barang bukti atas nama tersangka RR, 35 yang diamankan di Satuan Reserse Narkoba Polresta Pontianak pada (23/7). “Sabu ditemukan  di rumah tersangka di Komplek Pemda 2 Jalan Parit Haji Husin 2,” ujarnya.

Di jelaskan Wawan, selama tahun 2018 pihaknya menangani 59 kasus narkoba. Dengan jumlah tersangka 67 orang. “Tersangka laki-laki sebanyak 62 orang dan perempuan 5 orang,” jelasnya.

Pelaku terdiri kurir, bandar dan pengedar. Masih didalami apakah jaringan internasional atau tidak. “Dari 59 kasus tersebut, berhasil mengamankan sabu seberat 956 gram, ekstasi 124 butir, dan ganja 0,66 gram,” paparnya.

Kapolresta menilai peredaran narkoba di wilayah hukumnya masih kecil. Paling besar 800 gram. Minimnya peredaran narkoba, lantaran pencegahan sudah dilakukan dengan baik. “Pertama kita lakukan deteksi dini, tidak hanya satnarkoba kita kedepankan, tetapi juga semua fungsi,” ucapnya.

Pengawasan di perairan juga menjadi perhatian pihaknya bersama Polda kalbar. Melakukan patroli untuk mencegah kapal-kapal yang dicurigai  membawa narkoba dan lainnya. “Namun sampai saat ini belum ada,” sebutnya.

Dia menyakini Polair selalu melakukan pengecekan dan pengawasan seluruh kapal yang masuk Pontianak. Wawan berharap, seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dalam mencegah peredaran gelap narkoba. Dengan melaporkan apabila ada informasi tentang peredaran gelap narkoba di lingkungannya. “Penjualan atau apa untuk segera melaporkan ke kepolisian terdekat,” demikian Kapolresta.

Pemusnahan terhadap delapan kantong plastik transparan besar berisi narkoba setelah dilakukan penyisihan untuk pembuktian di pengadilan dan uji di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM). Barang haram tersebut direndam dalam ember berisi air. Kemudian dicampur pembersih toilet. Pemusnahan dilakukan secara bersama-sama Kapolresta, Perawakilan BNNP Kalbar, BNNP Kota Pontianak, Kejari Pontianak, Kepala BPOM, Kepala Dinas Kesehatan, para Kabag dan Kasat, serta tokoh masyarakat. (Andi Ridwansyah/rk)


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 11:02

Lift Kerja Jatuh dari Lantai Enam, Buruh Bangunan Tewas

<p><strong>PONTIANAK</strong> &ndash; Sanuar, seorang buruh bangunan di Pontianak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .