UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:09
Kebakaran Lahan di Pontianak, Pemkot Diminta Tegas terhadap Developer
Kebakaran lahan terjadi di Kalbar

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kabut asap akibat pembakaran lahan di Pontianak sebagian besar terjadi tak jauh dari perumahan baru. Juga lahan yang bakal dibangun perumahan. Karena itu, DPRD Pontianak meminta Pemkot tegas terhadap pengembang.   “Harus ada regulasi pengaturan pembukaan lahan, baik oleh masyarakat atau pengembang perumahan,” pinta Nur Fadli, Ketua DPRD Pontianak, Selasa (14/8).

Diberitakan Rakyat Kalbar, khusus aturan pembukaan lahan perumahan, lanjut dia, ke depannya mesti diperketat. Pemerintah harus melihat ini sebagai satu hal yang serius. Sebab kejadiannya bukan terjadi hanya tahun ini saja.   “Selain kerugian masyarakat, biaya untuk pemadaman api juga tak sedikit, lebih baik kita mencegah dari pada sibuk saat kebakaran sudah terjadi,” tukasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan, pihaknya tidak mentoleril pelaku pembakaran. Jika didapati cukup alat bukti untuk menjerat si pelaku. Terhadap pengembang, menurut dia, jika didapati dengan sengaja melakukan pembakaran lahan, bakal ditindak tegas hingga ke ranah pidana. Edi membeberkan, beberapa temuan pelaku sudah ada.

“Bahkan kasusnya sudah ditangani pihak kepolisian, kabut asap ini jangan dianggap persoalan sepele, apalagi terbakarnya di lahan gambut, butuh penanganan khusus utamanya di musim kemarau,” tukasnya.

Soal regulasi pembukaan lahan untuk pengembangan perumahan, lanjut dia, Wali Kota Pontianak belum lama ini sudah menyatakan akan membuatkan satu peraturan. Yang intinya, bagi pelanggar bakal dikenakan sanksi keras sampai lahannya tak boleh dibangun. Dan pelaku harus menanggung segala kerugian lahan yang terbakar.

Di sisi lain, Edi menyarankan di kawasan perumahan berlahan gambut mesti dibuat parit-parit penyekat. Tendon air juga diperlukan sebagai antisipasi ketika terjadi kebakaran di daerah gambut. “Adanya kanal juga diperlukan sebagai benteng, ketika kebakaran terjadi api tak merembet kemana-mana,” jelasnya.

Kesal dengan persoalan menahun yang entah bagaimana tak bisa ditangani aparat maupun pemerintah ini, Direktur Walhi Kalbar, Anton P. Wijaya, meminta pemerintah sesegera mungkin membuat regulasi khusus pembukaan lahan. Menurutnya, sebagian wilayah Pontianak berada di atas tumpukan kayu api.

“Harus ada aturan terkait pembukaan lahan gambut bagi pengembang perumahan, jika ada aturan, mereka tak bisa lagi main sembarang buka lahan, mesti tunduk aturan,” terangnya. Dia memandang kejadian kebakaran lahan di Parit Haji Husin II, Sepakat, Purnama ujung, kebanyakan terjadi di lahan dekat perumahan. Dan yang bakal dibangun perumahan.

Menurut Anton, pemerintah memang mendorong pengembang untuk membuka lahan baru untuk dijadikan perumahan. Tapi tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat umum dengan membakar lahan yang dampaknya sangat meresahkan.

“Kalau tingkat kota, secara aturan, sejauh ini saya lihat belum ada. Asap yang timbul ini pun, asapnya bukan dari luar, justru kejadian kebakaran beberapa hari di wilayah kota lah penyebab kabut asap yang ada,” cetusnya.

Di sentral Kalbar, salat Istisqa (meminta hujan) digelar di halaman Makodim Sanggau, Selasa (14/8) pagi. Salat yang diimami Ustadz Ade Djuandi itu dihadiri puluhan jamaah yang terdiri Anggota Kodim, siswa SMKPDN, ibu-ibu Persit dan masyarakat sekitar.

“Karena ini kan kebutuhan masyarakat Sanggau. Sungai juga sudah banyak yang mengering,” kata Dandim Sanggau, Letkol Herry Purwanto, ditemui usai salat.  Guyuran hujan juga dianggap cara yang efektif untuk mengantisipasi dan menanggulangi asap di Kalbar, khususnya Kabupaten Sanggau. Dandim mengaku, Sanggau dan Sekadau termasuk kabupaten yang menyumbang titik api paling banyak.

“Untuk hari ini (kemarin), dari tadi pagi sampai sekarang tak ada. Kemarin ada 60 titik di Sanggau dan Sekadau. Semua kecamatan ada, paling banyak di Bodok,” kata Dandim.   Setakat ini, warga Kota Sanggau memang mulai mengeluhkan kondisi asap yang menyelimuti wilayah kota dan sekitarnya. Polusi asap tersebut sudah mulai terasa ke pernafasan dan dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan warga. Pembukaan lahan dengan cara membakar ditengarai menjadi penyebab kondisi Kota Sanggau berasap.

“Mata dah mulai perih. Apalagi kalau malam, mungkin karena orang yang bakar-bakar,” keluh Sri, seorang ibu rumah tangga, Selasa (14/8).  Akibatnya, Sri mengaku malas keluar rumah. “Iya,malas jadinya, di dalam rumah saja terasa apalagi di luar,” kata dia.

Keluhan serupa diungkapkan Supendi. Warga Kota Sanggau ini melihat perubahan cuaca memang berpengaruh tetapi asap dari pembakaran hutan dan lahan menambah banyaknya polusi udara sehingga berbahaya bagi kesehatan. “Kondisi udara sudah mulai parah. Kalau keluar rumah sudah terasa sesak akibat pengaruh asap pembakaran. Semoga kondisi ini bisa berakhir karena yang kasihan adalah anak-anak,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Nanga Tikan, Kecamatan Belimbing Hulu, Melawi, yang memakan korban jiwa, Polres Melawi sudah mengambil langkah-langkah menanganinya.

Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin, yang dikonfirmasi kemarin mengungkapkan, pihaknya sudah memerintahkan jajarannya turun ke lapangan melakukan pengecekan dan mengumpulkan bukti serta informasi. “Anggota sudah turun langsung mengecek ke TKP, kita masih menunggu laporan lengkap,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, saat ini kronologis lengkap terkait Karhutla yang menyambar pondok petani di Desa Nanga Tikan itu belum bisa dipaparkan secara jelas. Hal ini dikarenakan pihak yang menjadi korban kebakaran belum bisa dimintai keterangan. Karena masih dalam penanganan rumah sakit.

“Sementara ini baru dikumpulkan data bahwa sumber api yang membakar pondok korban tersebut juga berasal dari lahan milik korban,” terang Ahmad.

Ia menuturkan, kasus ini semestinya bisa menjadi pelajaran penting bagi masyarakat terkait bahaya Karhutla. Bukan cuma sekedar bisa menyebabkan dampak asap sertanya rusaknya ekosistem dan lingkungan, tapi juga bahaya besar pada manusia.  “Sosialisasi dampak negatif Karhutla sudah berkali-kali kita sampaikan, baik oleh Polres, Polsek, hingga jajaran Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke desa-desa, karena kita ingin mengantisipasi hal-hal seperti ini terjadi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban yang meninggal dunia diketahui bernama Vito, berusia 7 tahun. Sedangkan kakaknya Rio (12) dan ayahnya Adong (65) menderita luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Keduanya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit swasta di Nanga Pinoh.

Informasi yang diperoleh awak media, kejadian tersebut bermula saat sang ayah membakar lahan. Usai membakar lahan sang ayah langsung ke pondok bersama dua anaknya. Namun tiba-tiba api membesar dan menyambar pondok tersebut. Sehingga tiga orang yang ada di dalamnya langsung ikut terbakar.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00, Minggu (12/8). Usai menyelamatkan diri, korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa Vito tak tertolong karena luka bakar di tubuhnya cukup serius. (Gusnadi, Kiram Akbar, Dedi Irawan/rk)


BACA JUGA

Minggu, 14 Oktober 2018 14:20

Tujuh Hari Dicari, Hamidah Tak Ditemukan

PONTIANAK- Tim SAR (search and rescue) gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:05

Bawaslu Pontianak Ajak Media Massa Awasi Pemilu

PONTIANAK- Media massa menjadi salah satu pilar demokrasi. Di tengah panasnya kontestasi politik saat…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:04

TEGAS..!! Tiada Ampun, ASN Korupsi Langsung Dipecat

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tidak memberi ampun bagi Aparatur…

Senin, 08 Oktober 2018 12:24
Festival Arakan Pengantin Melayu, Sambut Hari Jadi Pontianak

Sesuai Adat dan Historis, Kreativitas Jangan Jauh Menyimpang

Pemerintah Kota Pontianak intens menjaga kearifan lokal. Berbagai tradisi dan budaya berupaya terus…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:51

Raja Tayan Minta Penjelasan GP Ansor, Ini Penjelasan GP Ansor Kalbar

PONTIANAK- Beberapa waktu lalu di berbagai daerah Indonesia, GP Ansor melakukan penolakan terhadap kegiatan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:46

Gubernur Ingin Seluruh Rumah Sakit Terintegrasi

PONTIANAK- Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:40

Gubernur Sentil Perusahaan Sawit

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji meresmikan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak Timur…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:35

Alhamdulillah, Ada 1.200 Rumah Murah untuk Polisi

PONTIANAK- Anggota kepolisian di lingkungan Polda Kalbar tak perlu khawatir lagi jika belum memiliki…

Kamis, 27 September 2018 10:41

Tanahnya Dikuasai Pengembang, Pria Ini Layangkan Gugatan ke PN

PONTIANAK- Maulana Muhammad, warga Jalan Parit Na’im, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang,…

Jumat, 21 September 2018 10:38

SEENAKNYA SAJA..!! Penghalang di Fasum Dibongkar Paksa

PONTIANAK- Sejumlah pemilik ruko memasang penghalang di atas fasilitas umum (fasum). Baik berupa portal,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .