UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 08 Agustus 2018 22:29
Penemuan Bayi di Teras Rumah Warga Komplek Sejahtera 1
Demi Adopsi Bayi, Heni Berjaga di Pintu Ruang Perinatologi
BAYI MALANG. Bayi yang ditemukan warga di depan pintu rumah di Jalan Sungai Raya Dalam, Pontianak Tenggara--Warga for RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Penghuni rumah Nomor B16 di Komplek Sejahtera 1, Jalan Sungai Raya Dalam, Kelurahan Bangka Belitung Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, tak pernah menyangka kedatangannya disambut sesosok bayi. Bayi yang diperkirakan berumur empat hari itu, tergeletak di atas kursi teras di dekat pintu masuk rumah, Selasa (7/8) sekitar pukul 00.30 Wib.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mencari siapa pelaku yang tega membuang bayi yang tak berdosa itu,” kata Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol A Mukhtar kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ruang kerjanya.

Diberitakan Rakyat Kalbar, hasil pemeriksaan sementara, kata Mukhtar, bahwa pemilik rumah pada saat itu sedang berada di luar rumah. Ketika hendak pulang ke rumahnya, pemilik rumah melihat bayi. “Posisi bayi itu berada di atas kursi dekat pintu rumah. Saat itu, pemilik rumah langsung melapor ke Ketua RT, lalu menghubungi kami," ujar Mukhtar.

Bayi itu berjenis kelamin laki-laki. Kulitnya putih. Saat ditemukan, tali pusarnya masih basah dan ditutupi dengan kain lampin. Terdapat pula botol susu dan satu kotak susu bubuk. Tak terdapat pesan apapun di sekitar penemuan bayi ini.

“Setelah ke lokasi, anggota kami membawa bayi ini ke Rumah Sakit Anton Soedjarwo untuk memeriksa kondisinya. Bayi dalam keadaan sehat. Sementara ini bayi masih dititipkan di rumah sakit untuk dirawat,” tuturnya.

Penemuan bayi ini, viral di media sosial. Mengetahui informasi itu, banyak orang yang prihatin. Bahkan ada yang ingin mengadopsinya. Tapi untuk melakukan adopsi, pastinya ada persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. "Tadi ada yang telepon saya, mungkin ada tiga atau empat orang. Tapi saya tidak bisa memastikan, karena ada prosedur untuk merawat dan adopsinya," pungkasnya.

Saat dibesuk, bayi itu sedang berada di ruang Perinatologi. Di sekitar ruangan, banyak warga yang mengantre untuk mengadopsinya. Bahkan ada yang rela dari pagi sudah mendatangi rumah sakit dengan harapan dapat membawa bayi itu pulang untuk dirawat. Salah satunya adalah Heni, warga Jalan Tabrani Ahmad, Kecamatan Pontianak Barat.

"Saya dapat informasi ini dari grup WA, bahwa ada tidak yang ingin donasi ASI kepada bayi yang ditemukan ini di depan rumah warga," ceritanya.  Mendapatkan informasi itu, ia langsung mencari kabar selanjutnya terkait keberadaan bayi. Dia pun rela dari pukul 08.00 Wib sudah berada di RS. Berdasarkan informasi yang ia dapat, bahwa bayi akan diobservasi terlebih dahulu dan selesainya diperkirakan sekitar pukul 13.30 Wib. Ia pun rela menunggu lama dan tak berani beranjak jauh dari depan ruangan.

"Kalau memang rezeki saya (mendapat hak asuh), saya mau lah. Kan sudah nunggu lama. Tapi kalau belum rezeki, ya sudah lah," kata wanita 28 tahun ini.  Heni yang sudah lima tahun menikah dan belum dikaruniai anak ini mengaku siap untuk mengurus persyaratan dalam mengadopsi bayi. "Doa kan saya ya, agar saya yang dapat," harapnya.

Sementara itu, Kasi Penyandang Disabilitas, Lansia, Orang Terlantar Dinas Sosial Kota Pontianak, Oskar Ibrahim menjelaskan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon orang tua yang ingin mengangkat atau mengadopsi anak. Untuk anak yang tidak diketahui keberadaan orang tuanya, biasanya akan dibawa ke panti anak terlebih dahulu.

"Persyaratannya hampir sama. Untuk anak yang tidak diketahui identitas orang tuanya dan diketahui identitasnya," jelas Oskar. Ia menyebutkan, adapun syarat-syarat untuk mengadopsi anak adalah surat permohonan pengangkatan anak bermaterai. Lalu membuat pernyataan tertulis dan bermaterai bahwa pengangkatan anak adalah untuk kesejahteraan anak. Mempunyai surat kelakuan baik dari pihak kepolisian dan fotokopi surat nikah suami istri.

Oskar melanjutkan, bahwa suami istri juga harus dalam keadaan sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan dokter pemerintah. Serta ada surat keterangan dokter kandungan. Bahkan calon orang tua angkat dalam keadaan mampu ekonomi (finansial) berdasarkan surat keterangan dari pejabat yang berwenang, serendah-rendahnya dari lurah atau kepala desa setempat. "Lalu surat dari pihak keluarga kedua calon orang tua angkat bermaterai," tambahnya.

Selain itu, untuk syarat lainnya, yakni surat pernyataan atau berita acara penyerahan anak dari orang tua kandung dan kepada calon orang tua angkat yang disaksikan oleh dua orang saksi dan diketahui oleh RT setempat. Kemudian akte kelahiran calon orang tua angkat suami istri. Selanjutnya surat keterangan kelahiran atau akte kelahiran calon anak angkat. Foto keluarga calon orang tua dan anak angkat. Serta surat pernyataan kesamaan status calon anak angkat. “Dan, yang terakhir laporan sosial calon orang tua dan anak angkat,” pungkasnya. (Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:00

Sidang Kasus Pembunuhan, Ruang Sidang Malah Dipenuhi Tulisan Dukungan Terhadap Terdakwa

PONTIANAK- Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Zainal Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:47
Sidang Putusan Perceraian di Pengadilan Agama Pontianak

Wanita Ini Terbukti Bersuami 2, Eddy Dapat Hak Asuh Anak

PONTIANAK- Babak panjang dari kemelut rumah tangga antara Eddysan Farel dengan Nurhidayati akhirnya…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:36

SADIS DAN SERAM..!! Dua Nyawa Melayang di Tangan Pidelis Kalis

PONTIANAK- Tindakan Pidelis Kalis terbilang seram. Nyaris waktu bersamaan pemuda 18 tahun ini bunuh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:45
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

JANGAN MALU..!! Anak Dicabuli, Segera Lapor ke Polisi

PONTIANAK- Tahun ini Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menerima  sebanyak…

Minggu, 29 Juli 2018 12:29
POPTI Kalbar, Kepedulian terhadap Anak Penderita Thalassemia

Penyakit Diturunkan, Bukan Keturunan, Dianjurkan Screening Pra-Nikah

Windy Prihastari, pegawai Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalbar tak menyangka saat anak pertamanya…

Minggu, 29 Juli 2018 12:26

Keluarga Tak Sadar Abangnya Meninggal dalam Mobil

PONTIANAK- Isak tangis penuh sesal tak kuasa dibendung Ida saat menceritakan adiknya, Abdul Syukur,…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:08

Sempat Tertahan di Rumah Sakit Karena Tak Bayar, Akhirnya Bayi Bisa Pulang

PONTIANAK- - Sempat tertahan lantaran belum bisa membayar perawatan dan pengobatan anaknya yang baru…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:01

Pejabat Perusda Ikut Kampanye, Ternyata Bawaslu…

PONTIANAK- Pilkada Kalbar dinilai berbagai kalangan berjalan sukses. Pilkada yang pernah dimasukkan…

Kamis, 26 Juli 2018 20:35

Midji: Masalah Anggaran Harus Transparan

PONTIANAK- Sutarmidji dan Ria Norsan akan melakukan pemerataan pembangunan sesuai visi misinya saat…

Kamis, 26 Juli 2018 12:43

Keluar Duit Rp 40 Juta untuk Blue Safir, Sekalinya….

 PONTIANAK- Hobi atau mengoleksi barang boleh saja. Tapi harus teliti dan waspada. Karena banyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .