UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:45
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak
JANGAN MALU..!! Anak Dicabuli, Segera Lapor ke Polisi
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Tahun ini Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menerima  sebanyak 35 pengaduan kasus anak yang terjadi di Kota Pontianak. Diantaranya kekerasan seksual terhadap anak. Diberitakan Rakyat Kalbar, Wakil Ketua KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu mengatakan, pengaduan 35 kasus anak tersebut masuk sejak empat bulan tahun ini. Sebelumnya komisioner KPPAD Kalbar yang baru menjabat. Kemudian sekarang berganti dari pengurus lama yang dulunya bernama KPAID.

Dari non pengaduan anak berhadapan dengan hukum yang saat ini berada di Pelayanan Anak Terpadu (PLAT) sebanyak 19 kasus. Sedangkan di wisma anak sebanyak 53 kasus.  “Kita menghimbau masyarakat Kalbar, khususnya di Kota Pontianak untuk lebih waspada, terutama terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak,” pesannya, kemarin.

Dijelaskannya, baru-baru ini telah terungkap tindak kekerasan seksual terhadap anak di Kota Pontianak. Menimpa kakak dan adik. Saat ini kasusnya masih proses penyidikan. "Kasus ini telah terjadi sejak korban masih balita dan baru terungkap saat ini. Untuk tersangka kita akan tunggu beberapa waktu ke depan," ujarnya.

Kejadian kekerasan seksual anak tersebut telah berlangsung cukup lama. Mengapa baru terungkap tentu menimbulkan pertanyaan. Ada apa dengan masyarakat saat ini? Tumbur menyebut, terungkapnya kasus itu berdasarkan laporan masyarakat. Sehingga pihaknya bisa mengetahui dan bertindak cepat.

“Kita berharap masyarakat, keluarga, untuk lebih peduli dengan anak-anak, dengan melihat kondisi anak, apa yang kira-kira terjadi,” pintanya. Kasus kekerasan seksual tersebut membuat miris. Pihaknya berharap peran masyarakat agar lebih aktif dan peduli terhadap lingkungannya. Masyarakat jangan ragu dan takut menyampaikan permasalahan anak kepada KPPAD. Agar dapat diproses, tentu harus melalui prosedur dan aturan yang ada.

“Dipastikan dapat pengawalan kasus serta kenyamanan pelapor,” tukasnya. Kekerasan seksual terhadap anak pasti menyebabkan efek trauma psikis yang sangat berat. Sehingga diperlukan penanganan dari pihak-pihak terkait dan profesional di bidangnya.  “Supaya trauma yang dialami anak bisa dipulihkan,” tutup Tumbur.

Ditambahkan Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati, dalam pendampingan kasus anak pihaknya melayani dengan sistem pengaduan dan non pengaduan. Terkait kasus kekerasan seksual terhadap anak, pihaknya belum dapat menjabarkan identitas tersangka. Ada pihak yang lebih bisa memaparkannya.

Eka menekankan kepada seluruh masyarakat dan orangtua, agar dapat memberikan pembinaan pengasuhan yang baik. Berikan perhatian dan pola didikan yang baik terhadap anak. Lakukan pengawasan atau mengontrol teman bermain anak di lingkungan sekitar.

"Dulu kan kita hanya perlindungan, kalau sekarang bertambah menjadi pengawasan," jelasnya.  Berdasarkan data, kata dia, kasus melibatkan anak sudah cukup tinggi. Dari pemantauan KPPAD Kalbar, selama tahun 2018 terdapat 72 kasus non pengaduan. Dalam hal ini Kalbar bisa dikatakan darurat anak. Persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama.  “Masyarakat diharapkan berperan aktif dan bisa berkerja sama,” imbuhnya.

Eka mengatakan, masyarakat masih cenderung malu untuk melaporkan kasus kekerasan seksual anak. Mereka khawatir berdampak sosial dari lingkungan. Apalagi ada alasan ribetnya berhadapan dengan hukum. Tapi tidak memikirkan efek atau dampak psikis anak yang menjadi korban.

“Untuk data kasus pengaduan anak selama empat bulan kami di sini, itu kurang lebih 35 kasus,” jelasnya. “Inikan sudah sangat luar biasa, hanya ditangani oleh lima komisioner, ada pun KPPAD daerah yang sudah terbangun atau terbentuk ada empat," timpal Eka.

Pihaknya mendorong  setiap kabupaten /kota di Kalbar bisa membentuk KPPAD. Agar bisa memberikan pendampingan kasus anak. Para stakeholder terkait bisa duduk bersama, terutama aparat penegak hukum, pemerintah setempat serta masyarakat.

Eka mengatakan, KPPAD telah sepakat dan konsen untuk melakukan perlindungan, pendampingan dan pengawasan terhadap kasus anak hingga selesai. Untuk mengatasinya, kedepan KPPAD akan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Terutama di wilayah pedesaan. Untuk di wilayah kota, akan bekerjasama dengan pihak RT dan RW. Dia berharap masyarakat tidak takut untuk menyampaikan laporan kepada KPPAD.

“Ini sudah menjadi planning rencana program kerja. Kita juga sudah menyiapkan website dan Medsos pengaduan bagi masyarakat, salah satunya melalui Instagram dan Facebook," ungkapnya. Eka berharap masyarakat tidak takut melaporkan kasus-kasus hukum terhadap anak. Ditegaskannya, tidak ada orang yang kebal hukum. Terutama terhadap kasus anak.

KPPAD memiliki peran strategis untuk melindungi dan mendampingi korban maupun masyarakat yang hendak melaporkan. Namun tentunya harus melalui SOP yang ada.  “Cara kami melindunginya, pengawasannya seperti apa, bagaimana cara mengamankan meraka itu sesuai dengan SOP tentunya,” lugasnya.

Eka menyebut, dari 35 kasus dalam kurun waktu empat bulan ini, penyelesaiannya sudah 80 persen. Penyebab kasus yang sering menimpa anak lantaran kontrol emosi orangtua, ekonomi, persoalan rumah tangga, salah pergaulan, pengaruh lingkungan dan salah pola asuh.

Nomenklatur Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar menjadi KPPAD sejak empat bulan lalu. Berdampak pada tidak bisa mendapatkan anggaran dalam melaksanakan program. Karena terbentur aturan yang ada. Sebagai komisioner yang baru, pastinya harus wajib dan menaati birokrasi. Karena di pemerintahan sistemnya masih KPAID dan bukan KPPAD, sehingga perlu proses. Dengan terkendalanya anggaran dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga organisasi, KPPAD terpaksa harus mengajukan penangguhan pembiayaan listrik dan jaringan internet.

Meski dalam empat bulan terakhir belum mendapatkan anggaran, KPPAD Kalbar terus melakukan tanggung jawabnya mendampingi serta menyelesaikan kasus-kasus anak. Walau harus menggunakan fasilitas dan anggaran pribadi. Sebagai bentuk komitmen, bahkan salah seorang komisioner harus pulang pergi dari Kecamatan Anjungan.  (Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:16

Ngakunya Sakit Hati dengan Ortu Korban, Istri Anggota Polda Disiram Lem Besi

PONTIANAK- Merry Harfiani, istri seorang anggota Polda Kalbar menjadi korban penganiayaan. Perempuan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:09

Kebakaran Lahan di Pontianak, Pemkot Diminta Tegas terhadap Developer

PONTIANAK- Kabut asap akibat pembakaran lahan di Pontianak sebagian besar terjadi tak jauh dari perumahan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:00

Sidang Kasus Pembunuhan, Ruang Sidang Malah Dipenuhi Tulisan Dukungan Terhadap Terdakwa

PONTIANAK- Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Zainal Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:31

KPAID: Jangan Ada Seperti Ainun Lagi

PONTIANAK- Kepala Komisi Perlindungan Anak Indonesia Dearah (KPAID) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:29
Penemuan Bayi di Teras Rumah Warga Komplek Sejahtera 1

Demi Adopsi Bayi, Heni Berjaga di Pintu Ruang Perinatologi

PONTIANAK- Penghuni rumah Nomor B16 di Komplek Sejahtera 1, Jalan Sungai Raya Dalam, Kelurahan Bangka…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:26

Tak Diizinkan Periksa HP, Pria Ini Pukul Istrinya

PONTIANAK- Suami istri tak seharusnya memiliki rasa curiga yang berlebihan. Karena, hal itu dapat memicu…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:57

Penangkapan Kapal Latih Polnep oleh TNI AL, Diduga Karena Ini

PONTIANAK- Kepala Seksi Operasional dan Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pontianak, Nazirin mengaku tidak…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:36

ADA APA INI? KM Borneo Pearl Ditangkap

PONTIANAK- Kapal latih milik Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), KM Borneo Pearl diamankan anggota…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:33

Dua Pembobol Alfamart Dibuat Pincang

PONTIANAK- Dua pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis minimarket dibekuk anggota Jatanras…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:11
Kasus Candaan Bom di Pesawat

Frantinus Nirigi Gugat Praperadilan Kapolresta dan Kemenhub

PONTIANAK- Masih ingat dengan kasus candaan bom (joke bomb) yang dilakukan Frantinus Nirigi dalam pesawat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .