UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:41
Ngakunya Lihat Mahluk Halus, Warga Banyak Pingsan

Ketakutan, 30 KK Warga Dusun Otak Pantai Mengungsi

DIALOG. Daniel bersama Forkopincam Nanga Pinoh berdialog dengan masyarakat di rumah Kepala Dusun Otak Pantai Desa Tebing Kerangan, kemarin. Bain for

PROKAL.CO, NANGA PINOH- Sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) Dusun Otak Pantai Desa Tebing Kerangan Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi mengungsi ke sebuah camp perusahaan. Mereka dihantui rasa ketakutan menyangkut kejadian mistis.

Informasi ini menyebar cepat. Akhirnya disampaikan kepada Camat, Polsek dan Danramil Nanga Pinoh. Mendengar itu, Forkopincam turun ke Dusun Otak Pantai. Guna memantau dan mendengar lansung yang dialami masyarakat. Pertemuan dilaksanakan di rumah Kepala Dusun Otak Pantai.

Camat Nanga Pinoh, Daniel menceritakan, warga yang mengungsi sebanyak 108 jiwa. Mereka ketakutan lantaran terjadi beberapa peristiwa janggal. Berawal dari 9 bulan sebelumnya ada seorang warga meninggal dunia. Hasil pemeriksaan petugas medis tidak ditemukan penyakit.  “Nah, terkait dengan itu, terbentuklah dibenak masyarakat bahwa kematian tersebut janggal, dan timbulah keresahan warga,” ujarnya.

Kemudian beberapa waktu lalu, meninggal seorang nenek berusia 72 tahun. Sebelumnya, nenek tersebut sedang santai-santai menonton di rumahnya. Tiba-tiba pingsan, kejang-kejang, rahang terkunci, kaki tangan kaku dan mulutnya mengeluarkan buih. “Lansung meninggal,” sebutnya.

Berselang satu jam, suami sang nenek mengalami gejala yang sama. Pingsan, kejang-kejang, rahang terkunci, kaki tangan kaku dan mulut berbuih. Pihak keluarga berupaya memindahkan kakek tersebut ke rumah lain. Warga berkeyakinan jika dipindahkan ke rumah lain sang kakek bisa diselamatkan.

“Nah, setelah suasana pemakaman selesai, ada ibadah penghiburan, orang lain yang mengalami mengalami hal sama,” kisahnya. Tak sampai di situ, beberapa waktu kemudian ada lagi mengalami gejala sama. Terjadian tersebut menimpa sekitar enam warga. “Total dua orang meninggal dan 6 orang mengalami, semuanya berjumlah 8 orang,” jelas Daniel.

Kejadian beruntun tersebut membuat warga ketakutan. Mereka menduga, ada sesuatu di kampungnya sehingga timbul kejadian-kejadian aneh. Terlebih, beberapa orang yang mengalami pingsan mengaku melihat sosok seperti mahluk halus. Mahluk tersebut tinggi besar, hitam, serta telinga besar dan panjang.

“Itu sebabnya 108 jiwa itu tidak berani tinggal di kampung dan memilih mengungsi,” ucapnya.  Namun pada saat dikunjungi, hanya 30 jiwa yang masih mengungsi. Pihak Forkompincam melakukan dialog dengan warga guna mengambil langkah antisipasi dan untuk mengetahui keinginan mereka.

“Di tengah cerita-cerita itu mereka sepakat, bahwa masih banyak yang tidak berani kembali dan mempertahankan dirinya atau bersikukuh masih akan tinggal di tempat pengungsian itu,” terangnya.

Warga masih mengupayakan mencari paranormal yang sudah pernah mengusir makhluk halus tersebut. Sementara pengusiran makhluk halus dilakukan paranormal, mereka menjamin menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk menghilangkan kecurigaan yang sangat berlebihan antara satu sama lain, menghindari sikap-sikap melawan hukum. Misalnya cara main hakim sendiri. “Saya perintahkan tidak ada gerakan yang bersifat personal pribadi,” imbaunya.

Segala sesuatu harus dirapatkan dan dikonsultasikan warga dengan Kepala Dusun. Dan, Kepala Dusun sebelum mengambil sikap harus dilaporkan dulu kepada Camat, Kapolsek dan Danramil. “Nah, itulah beberapa kesepakatan yang kita ambil,” jelasnya.

Daniel mengatakan, memang ada alternatif dan tawaran-tawaran dari pihak Forkompincam kepada warga. Misalnya meminta rohaniawan datang untuk berkomunikasi. Kemudian meminta warga melakukan ronda secara bersama-sama. “Memastikan, melihat seperti apa kejadian-kejadian yang sedang berlangsung,” ungkapnya.  Sebab kata dia, ini adalah pengalaman-pengalaman orang per orang yang tidak melihat secara keseluruhan. Tetapi akibat cerita berantai, pengalaman pribadi-pribadi itu membentuk opini yang sangat meresahkan. “Sehingga membuat warga menjadi tidak berani ada di tempat itu,” tukasnya.

Warga mengunsi malam hari. Sementara siang beraktivitas seperti biasa, bekerja serta mengambil perbekalan manakala persediaan di tempat pengungsian sudah habis. “Dalam waktu yang tidak lama lagi kami pun akan berkunjung ke sana lagi, melihat perkembangan. Kita sudah sampaikan atau berkomunikasi dengan pak Bupati dan Wakil Bupati,” terang Daniel.

Sementara itu, Kapolsek Nanga Pinoh, Iptu M. Sembiring mengatakan, pihaknya hanya berharap warga bisa kembali ke Dusun Otak Pantai. Meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan ronda dan memperketat pengawasan dengan Poskamling. “Kita berharap masyarakat bisa melakukan ronda. Karena itulah salah satu upaya keamanan. Tapi kalau masyarakat tak mau ya sudahlah,” pungkasnya. (Dedi Irawan/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 12:31

TABRAKAN MAUT..!! Mobil vs Truk Tangki, Anggota DPRD Sambas Tewas

MEMPAWAH- Kecelakaan lalu lintas terjadi di KM 8.600 jalan Raya…

Rabu, 13 Februari 2019 12:48

Sejak Usia 15 Tahun Jadi Tatung, Cong Bui Khiong Pilihan Dewa

SINGKAWANG- Perayaan Capgome di Kota Singkawang sangat ditunggu-tunggu warga. Tak…

Sabtu, 09 Februari 2019 12:30

Demi Cinta, Gadis Malaysia Ini Rela Berakhir di Kantor Polisi

Kisah cinta beda negara yang dijalani Tricia Beatric alias Sia…

Sabtu, 02 Februari 2019 11:36

Tingkatkan Kemampuan, Prajurit TNI AU Latihan Terjun

SUNGAI RAYA- Prajurit TNI AU melaksanakan latihan penerjunan statik dan…

Sabtu, 02 Februari 2019 10:50

Sepanjang Januari, Polres Singkawang Bekuk 20 Penjahat

SINGKAWANG=  Sepanjang Januari 2019 ini, Polres Singkawang berhasil mengamankan 20…

Sabtu, 02 Februari 2019 10:49

Kado Januari, Polres Melawi Ungkap Kasus PETI dan Illegal Logging

MELAWI- Upaya dalam penegakan hukum terus digalakkan Polres Melawi. Di…

Kamis, 31 Januari 2019 12:23
Penyerahkan Jenazah Bocah Korban Kebakaran

Kondisi Tidak Utuh, Yang Tersisa Hanyalah Ini...

PUTUSSIBAU- Setelah dilakukan evakuasi dan identifikasi, jasad Jeripen, korban kebakaran…

Kamis, 31 Januari 2019 12:09

WALAH..!! Tiga Guru ASN di Pedalaman Sintang Makan Gaji Buta

SINTANG- Diberitakan Rakyat Kalbar, beberapa oknum guru berstatus Aparatur Sipil…

Rabu, 30 Januari 2019 12:18
Kebakaran Hebat di Pasar Merdeka Putussibau

Ditinggal Ibunya Dalam Kamar Penginapan, Bocah Lima Tahun Tewas Terbakar

PUTUSSIBAU- Seorang bocah berusia lima tahun meninggal dunia dalam musibah…

Kamis, 27 Desember 2018 13:11

Puting Beliung Ngamuk, Atap Rumah Sumati Terbang

KUBU RAYA- Satu rumah di RT 10, Desa Arang Limbung,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*