UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:36
ADA APA INI? KM Borneo Pearl Ditangkap

Pihak Polnep Akui Ada Miskomunikasi, Kirim Surat ke Komando Angkatan Armada RI, Memohon Mahasiswa Dilepaskan

ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kapal latih milik Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), KM Borneo Pearl diamankan anggota TNI AL pada Sabtu (28/7) lalu. Kapal tersebut tertangkap tangan berlayar tanpa izin hingga menangkap ikan tanpa mengantongi surat dan dokumen yang seharusnya. Saat kapal tersebut diperiksa, terdapat total sepuluh anak buah kapal (ABK) di dalamnya. Di mana empat di antaranya merupakan mahasiswa Polnep. Anggota TNI AL juga menemukan sejumlah ikan hasil tangkapan, dengan rincian 980 kilogram hiu, lima kilogram sirip ikan hiu dan 25 kilogram cumi-cumi.

Dalam konferensi pers bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Selasa (31/7) kemarin, Panglima Komando Angkatan Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda Yudo Margono menyebutkan surat-surat yang ada di kapal itu hampir semuanya kedaluwarsa atau mati. “Patut diduga mereka melakukan penangkapan ikan tanpa izin," tutur Yudo.

Rabu (1/8), awak Rakyat Kalbar mencoba mengkonfirmasi ke pihak Polnep. Seorang dosen Polnep yang enggan namanya dikorankan menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena ada miskomunikasi antar sejumlah pihak. "Hanya miskomunikasi saja. Ini pihak kami (Polnep) sedang dalam tahap penyelesaian,” ujar sumber tersebut kepada awak koran ini, Rabu (1/7) siang.

Dijelaskannya, kapal itu memang merupakan milik Polnep. Terdapat total 10 ABK di dalamnya. Empat di antaranya merupakan mahasiswa Diploma IKP (Ilmu Kelautan dan Perikanan). "Mahasiswa diberi surat tugas dari kampus kemudian dibawa ke Syahbandar Pelabuhan Perikanan untuk dibuatkan SPB (Syarat Persyaratan Berlayar). Namun pada keterangan untuk pembuatan surat tersebut salah. Seharusnya Kuded yang untuk mahasiswa, tapi yang diberi keterangan Kelasi yang berarti untuk anak buah kapal. Alhasil waktu 28 Juli kemarin, ya terjaring," katanya.

Menurutnya, tugas berlayar tersebut merupakan salah satu syarat bagi mahasiswa IKP yang akan mengikuti uji Ahli Nautika Kapal Perikanan (ANKAPI). "Ya jadi salah satu syaratnya itu adalah harus memiliki jam berlayar sekitar 200 hari," tuturnya.

Atas kejadian ini, pihak Polnep segera mengambil tindakan untuk membebaskan mahasiswanya. "Kita hari ini (kemarin) sudah buat surat ke Pangarmabar Laksamana Muda Yudo Margono agar dapat dijelaskan semuanya," pungkasnya. (Suci Nurdini Setiowati/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:00

Sidang Kasus Pembunuhan, Ruang Sidang Malah Dipenuhi Tulisan Dukungan Terhadap Terdakwa

PONTIANAK- Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Zainal Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:47
Sidang Putusan Perceraian di Pengadilan Agama Pontianak

Wanita Ini Terbukti Bersuami 2, Eddy Dapat Hak Asuh Anak

PONTIANAK- Babak panjang dari kemelut rumah tangga antara Eddysan Farel dengan Nurhidayati akhirnya…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:36

SADIS DAN SERAM..!! Dua Nyawa Melayang di Tangan Pidelis Kalis

PONTIANAK- Tindakan Pidelis Kalis terbilang seram. Nyaris waktu bersamaan pemuda 18 tahun ini bunuh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:45
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

JANGAN MALU..!! Anak Dicabuli, Segera Lapor ke Polisi

PONTIANAK- Tahun ini Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menerima  sebanyak…

Minggu, 29 Juli 2018 12:29
POPTI Kalbar, Kepedulian terhadap Anak Penderita Thalassemia

Penyakit Diturunkan, Bukan Keturunan, Dianjurkan Screening Pra-Nikah

Windy Prihastari, pegawai Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalbar tak menyangka saat anak pertamanya…

Minggu, 29 Juli 2018 12:26

Keluarga Tak Sadar Abangnya Meninggal dalam Mobil

PONTIANAK- Isak tangis penuh sesal tak kuasa dibendung Ida saat menceritakan adiknya, Abdul Syukur,…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:08

Sempat Tertahan di Rumah Sakit Karena Tak Bayar, Akhirnya Bayi Bisa Pulang

PONTIANAK- - Sempat tertahan lantaran belum bisa membayar perawatan dan pengobatan anaknya yang baru…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:01

Pejabat Perusda Ikut Kampanye, Ternyata Bawaslu…

PONTIANAK- Pilkada Kalbar dinilai berbagai kalangan berjalan sukses. Pilkada yang pernah dimasukkan…

Kamis, 26 Juli 2018 20:35

Midji: Masalah Anggaran Harus Transparan

PONTIANAK- Sutarmidji dan Ria Norsan akan melakukan pemerataan pembangunan sesuai visi misinya saat…

Kamis, 26 Juli 2018 12:43

Keluar Duit Rp 40 Juta untuk Blue Safir, Sekalinya….

 PONTIANAK- Hobi atau mengoleksi barang boleh saja. Tapi harus teliti dan waspada. Karena banyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .