UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:35
Dugaan Pungli Program PTSL 2017 di Sekayam
Pungli, Kades Perempuan Ini Dijebloskan ke Penjara
TERSANGKA PUNGLI. Masih mengenakan baju dinas Kepala Desa Karangan, penyidik kejaksaan menggelandang MY ke Rutan Kelas II Pontianak, kemarin. Cabang Kejari Sanggau di Entikong for RK

PROKAL.CO, SANGGAU- Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus dugaan pungutan liar (pungli) sertifikat tanah, akhirnya penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong menahan Kepala Desa Balai Karangan Kecamatan Sekayam berinisial MY. Wanita paruh baya itu ditahan terkait dugaan pungli program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2017 di Kecamatan Sekayam.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Sanggau di Entikong, Akwan Annas mengatakan, MY ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas II Pontianak. Penahanan dilakukan agar tersangka tidak berusaha menghilangkan barang bukti dan mempengaruhi saksi-saksi lain. Sebab berdasar informasi yang pihaknya dapat, tersangka berupaya mempengaruhi saksi-saksi yang lain. “Ditahannya selama 20 hari kedepan terhitung mulai hari ini,” kata, Selasa (31/7).

Akhwan menjelaskan, tersangka diduga melanggar Pasal 12 huruf e (jo). Pasal 9 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Dalam perkara tersebut, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi dan alat bukti. Dari pemeriksaan saksi dan alat bukti, MY diduga menarik pungutan liar dengan total mencapai Rp500 juta lebih untuk penerbitan sertifikat hak atas tanah pada program PTSL di Kecamatan Sekayam.

Kasus tersebut bermula pada 2017 ketika BPN meluncurkan program penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk wilayah Kecamatan Sekayam. Seharusnya, biaya administrasi penerbitan sertifikat yang menjadi program unggulan Presiden Joko Widodo itu sebesar Rp250 ribu. Namun MY diduga menarik pungutan antara Rp800 sampai Rp1,5 juta per sertifikat.

“Sementara ini kita masih fokus pada MY, tapi tidak menutup kemungkinan keterlibatan pihak lain juga. Nanti kita sampaikan kalau ada tersangka lain dalam kasus ini,” ujar Akwan. (Kiram Akbar/rk)


BACA JUGA

Minggu, 21 Juli 2019 10:41

Amankan Penerimaan Negara dari Dana Desa

KEPALA Kantor Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Nanga…

Minggu, 21 Juli 2019 10:38

Jagung Rasau Raya Makin Top, Dubes Kanada Pun Memuji

SUNGAI RAYA—Pengembangan inovasi budi daya jagung dan produk olahan turunannya…

Selasa, 16 Juli 2019 07:52

Ribuan Pelanggan yang Nunggak Bayar Listrik, Nilainya Miliaran

MELAWI-RK. PT PLN Persero Rayon Nanga Pinoh mencatat, hingga awal…

Selasa, 16 Juli 2019 07:25

LAH..!! Pemilik Baru Tahu Motornya Hilang setelah Dikabari Pak Polisi

NGABANG - Belum sempat mengetahui motornya hilang, Edi Suripto justru mendapatkan…

Selasa, 16 Juli 2019 07:22

Razia Kendaraan, Polisi Incar Anak Sekolahan, Ini Hasilnya...

Jika pada umumnya razia kendaraan di jalan raya, lain halnya…

Selasa, 09 Juli 2019 11:35

WA Pejabat Sekadau Dibajak untuk Minta Duit

SEKADAU- Dilansir Rakyat Kalbar, aksi penipuan dengan mengatasnamakan pejabat, kembali…

Jumat, 05 Juli 2019 09:07

Rp158,8 T Cukai Tembakau Tak Masuk Penerimaan Negara

SANGGAU- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean…

Rabu, 03 Juli 2019 01:04

Tegas..!! NU Minta Prostitusi di Kabupaten Ini Ditutup

KETAPANG – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ketapang, Jemaie…

Minggu, 30 Juni 2019 13:44

Unik..!! Bakal Ada Sekolah Adat di Kapus Hulu

PUTUSSIBAU – Masyarakat dan aparatur Desa Sungai Uluk, Kecamatan Putussibau Selatan,…

Jumat, 28 Juni 2019 10:21

Madu Hutan Jadi Primadona

KETAPANG- Ketapang Expo menjadi ajang penampilan produk-produk unggulan yang ada.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*