UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Minggu, 29 Juli 2018 12:26
Keluarga Tak Sadar Abangnya Meninggal dalam Mobil

PROKAL.CO, PONTIANAK- Isak tangis penuh sesal tak kuasa dibendung Ida saat menceritakan adiknya, Abdul Syukur, yang meninggal dalam mobilnya, di pertigaan traffic light Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Kamis (26/7) sekitar pukul 19.00 Wib. Tepat di depan Masjid Al Falah. Ida menjelaskan, dirinya sempat berada di lokasi dan mengetahui bahwa ada sopir yang tak sadarkan diri dalam mobil. Namun ia tidak menyangka bahwa sopir itu adalah adiknya sendiri.

"Andai saat itu saya tahu itu adik saya, mungkin saya terus berada di rumah sakit," tutur Ida sembari mengelap air matanya saat ditemui Rakyat Kalbar di kediamannya, Sabtu (28/7). Rumahnya di Jalan Martadinata, Gang Langsat, Kecamatan Pontianak Barat juga dijadikan rumah duka. Sementara di kartu identitas Abdul, ia tercatat sebagai warga yang tinggal di Jalan Tabrani Ahmad, Gang Setara.

Ida menceritakan, sekitar pukul 18.30 Wib, Kamis itu, dirinya berada di di Jalan KH Wahid Hasyim dan turut melihat warga yang mengerumuni mobil Toyota Agya warna putih di pertigaan traffic light.

"Saya tanya, ada apa. Warga bilang, ada yang meninggal. Namanya kalau dilihat dari STNK itu Hamdani. Mereka juga bilang nggak ketemu dompet atau tanda pengenal di tubuh si sopir," kata Ida.  Lanjut dia menceritakan, saat itu ia langsung pulang ke rumah. Namun saat selesai salat Isya, ia ditelepon sepupunya yang tinggal di Gang Kamboja. Tak jauh dari pertigaan itu. Saat itulah Ida baru tahu bahwa sopir yang meninggal itu adalah Abdul Syukur, adiknya sendiri.

"Agak sedikit menyesal, kenapa saya nggak sadar. Kalau tahu itu adik saya, saya tetap di rumah sakit, nggak langsung pulang," kata Ida tak kuasa menahan sedih. Ia mengatakan, bahwa sepupunya mengetahui informasi tersebut dari tetangganya yang merupakan anggota komunitas yang diikuti oleh Abdul Syukur.

"Berawal dari broadcast di WA, sampailah ke tetangga sepupu saya itu. Dia pun segera konfirmasi ke sepupu saya sambil Tanya. ‘Ini Bang Koko (panggilan Abdul Syukur) adik Kak Ida, kan?’. Sepupu saya bilang iya dan langsung hubungi saya. Saya pun segera ke Antonius," ujar Ida.

Ida sempat mendengar cerita dari sekuriti RSU Santo Antonius Pontianak, bahwa saat Abdul Syukur dilarikan ke UGD. Sekuriti itu mendengar Abdul Syukur menyebut nama Allah berkali-kali. "Terenyuh saya kalau ingat cerita satpam (sekuriti) itu," kata Ida.  Wanita paruh baya ini melanjutkan, saat jenazah disemayamkan di rumah duka, banyak kolega almarhum yang datang. “Dari sesama driver Gocar ada datang dan memberi karangan bunga. Ada juga yang memberikan santunan tapi kami nggak kenal orangnya. Ada juga yang membantu kasih satu dus air mineral untuk tahlilan," kata Ida.

Selain sebagai sopir Gocar dan Grab, Abdul juga merupakan kontraktor rumah. Dia menjadi sopir selama empat bulan ini. "Itu mobil beli seken dari Hamdani. Belum lunas, over credit. Jadi rencana kami setelah tujuh hari kami akan cari leasing mobil itu. Saya juga ingin ke lokasi adik saya meninggal untuk ucapkan terima kasih pada warga yang sudah menolong. Kebetulan saya ada teman yang punya warung kopi di sekitar lokasi," pungkas Ida.

Untuk diketahui, Kamis sore itu, Abdul berkendara melintasi Jalan KH Wahid Hasyim. Pria 43 tahun itu baru saja mengantar penumpang. Rencananya, dia akan pulang ke rumahnya, di Jalan Tabrani Ahmad, Gang Setara. Untuk rehat sejenak. Namun, tiba-tiba dia tidak melanjutkan perjalanan. Meski traffic light sudah hijau.

Otomatis, pengendara di belakangnya menyalakan klakson berkali-kali. Agar mobil Ayla yang disopiri Abdul itu segera jalan. Karena tidak juga bergerak, akhirnya salah satu pengendara menghampiri mobil bernomor polisi KB 1615 WD itu, untuk memberitahu agar segera jalan.

Kala itu yang terlihat adalah sopir mobil tersebut dalam keadaan tak bergerak. Pengendara yang lain serta warga sekitar pun menghampiri dan mencoba membangunkan Abdul yang dikira tidur. Karena tak bangun-bangun, warga berinisiatif membawa mobil itu ke pinggir jalan. Agar tidak mengganggu lalu lintas. Abdul kemudian segera dilarikan ke RSU Santo Antonius Pontianak. Tak jauh dari lokasi kejadian.

"Saya yang bawa korban bersama-sama warga lain. Tapi kalau kapan meninggalnya, saya nggak tahu," ujar Hasan, satu warga yang membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit saat ditemui Rakyat Kalbar, Kamis (26/7) sekitar pukul 19.30 Wib.

Sebelum mengetahui kejadian ini, pria 50 tahun itu tengah duduk di warung kopi depan RS Antonius. Dia melihat ramai warga mengerumuni mobil berwarna putih. "Saya pun datang mendekat untuk mengetahui keramaian itu. Rupanya ada orang tak sadarkan diri. Saya bersama beberapa warga membawanya ke rumah sakit," jelasnya. (Bangun Subekti/rk)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 10:50
Edukasi Pasar Modal untuk Mengubah Paradigma

Masyarakat Penabung Jadi Masyarakat Investor

 PONTIANAK-  Di jaman now ini, anak muda merupakan pilar peradaban.…

Senin, 10 Desember 2018 10:38

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polisi Antisipasi Kejahatan Jalanan

PONTIANAK- Jelang Natal dan tahun baru, Kapolresta meminta anggotanya agar…

Senin, 10 Desember 2018 10:36

HATI-HATI..!! Ada Ratusan Jenis Kosmetik Ilegal Beredar di Pontianak

PONTIANAK- Sebanyak 148 jenis produk kosmetik tanpa izin edar diamankan…

Senin, 10 Desember 2018 06:00
Pelantikan Pengurus DPP dan Deklarasi Pemilu Damai

TEGAS..!! Sikap Politik Pemuda Dayak Independen

PONTIANAK- Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Dayak Kalbar periode…

Jumat, 07 Desember 2018 08:27

Terkendala Hal Ini, Penertiban APK Belum Maksimal

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, satu persatu Alat Peraga Kampanye (APK)…

Kamis, 06 Desember 2018 11:02

Penjual Arak Dibekuk, Cuma Dibina

PONTIANAK- HRS, hanya bisa pasrah saat kediamannya di geledah oleh…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:57

MUSIBAH..!! Gudang Barang Bekas di Pal 5 Hangus

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, gudang penampungan barang bekas di Jalan…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:55

Pomdam Bekuk Prajurit Pemberontak