UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 26 Juli 2018 20:35
Midji: Masalah Anggaran Harus Transparan
Sutarmidji

PROKAL.CO, PONTIANAK- Sutarmidji dan Ria Norsan akan melakukan pemerataan pembangunan sesuai visi misinya saat kampanye sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar. Nantinya akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Diberitakan Rakyat Kalbar, Gubernur Kalbar terpilih Sutarmidji ini mengatakan, RPJMD akan menjadi pedoman dalam pembangunan lima tahun kedepan. Namun, yang menjadi upaya adalah peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) lebih cepat. Karena itu terukur. Kemudian masalah anggaran harus transparan. Dimana mekanisme penyusunan juga harus transparan, lewat Musrenbang dan lain sebagainya.

"Kita akan buat sistem informasi perencanaan pembangunan. Harus ada di situ. Bahkan harus lebih ketat. Sehingga hasil Musrenbang harusnya yang dibiaya itu yang ada di Musrenbang. Di luar Musrenbang tak boleh," tegasnya, Selasa (24/7).

Pria yang karib disapa Midji ini menuturkan, jikalau ada yang namanya aspirasi atau pokok-pokok pikiran, harus dituangkan ke dalam Musrenbang dahulu. Nanti ia akan membangun sistem, jika tidak ada dalam Musrenbang, akan tertolak dengan sendirinya. Khususnya untuk pembangunan.

Terkait anggaran, Wali Kota Pontianak dua periode ini mengatakan juga perlu melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat. Untuk mengawal atau melihat anggaran-anggaran yang disusun dan lain sebagainya. "Harus ada bedah anggaran sebelum pembahasan dan itu harus jadi patokan, kemudian evaluasi juga harus ada," imbuhnya.

Midji menuturkan, kalau ia akan fokus kepada kesehatan, pendidikan dan insfrastukur. Kemudian mempercepat menekan angka kemiskinan. Karena kemiskinan pasti masalah perumahan, sanitasi dan lain sebagainya.  Lalu air bersih juga harus mendapat perhatian. Karena air bersih terutama di daerah dan perkotaan sangat penting.

"Kalau di daerah-daerah sumber air bersihnya ada. Di daerah yang sumber airnya bagus kita mungkin tidak begitu menjadi prioritas, tapi yang sudah parah menjadi prioritas," tuturnya.  Semua kebutuhan masyarakat ntersebut sangat penting. Tapi masyarakat juga jangan berharap bisa selesai secara keseluruhan. Minimal yang krusial dulu yang harus diselesaikan. Misalnya jalan.

Jika orang tidak bisa dilalui sama sekali, maka dibuatkan jalan. Yang harusnya sudah diaspal, harus dikerjakan cepat. "Itu prioritas kita,” ucapnya.  Begitu juga dengan sekolah yang sudah parah. Perlu hadir sekolah dengan gedung yang representatif beserta kelengkapannya. Sehingga bisa membuat siswa semangat.

“Tidak semuanya harus dipaksakan sekolah di kota, itu biaya agak besar. Di daerah sepanjang fasilitasnya lengkap kan sama saja," demikian Midji. (Maulidi Murni/rk)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*