UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Kamis, 26 Juli 2018 12:11
Kasus Candaan Bom Berbelit-belit, Frans Tidak Bisa Nyaleg
WAWANCARA. Diaz Gwijannge ketika diwawancarai di Mapolda Kalbar, Kamis, (19/7) sekira pukul 15.00 WIB. Andi Ridwansyah-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kasus menimpa Frantinus Nirigi, pelaku candaan bom dalam pesawat pesawat Lion Air di Bandara Internasional Kubu Raya beberapa waktu lalu belum ada titik terang. Pihak keluarga pria 26 tahun yang akrab disapa Frans tersebut menilai proses hukumnya berbelit-belit. "Kita kecewa terhadap proses hukum yang berbelit-belit. Persoalannya tidak jelas, barang bukti tidak jelas, saksi tidak jelas, tidak ada semua," kata Diaz Gwijannge selaku abang kandung Frans ketika ditemui di Mapolda Kalbar, Kamis (19/7) sekira pukul 15.00 WIB.

Pihak keluarga tidak diberikan kejelasan perihal proses hukum Frans. Baik dari pihak Polda Kalbar maupun penyidik PPNS yang menangani kasus Frans. "Dari tanggal 28 Mei sampai hari ini 18 Juli sama sekali belum ada niatan dari PPNS dan pihak penyidik Polda untuk melaksanakan sidang," ujarnya.

Diaz menilai, kasus adiknya seakan diulur-ulur. Pihak keluarga merasa dirugikan lantaran telah dua bulan harus mengawal proses hukum Frans. "Dari Mei sampai hari ini saya di Pontianak. Saya tidak bisa kerja, tidak bisa beraktivitas seperti biasa di Papua. Secara moril dan materil saya rugi, tapi kejelasan belum ada sama sekali," paparnya.

Pihaknya akan mencoba mencari cara alternatif untuk melanjutkan proses hukum terhadap Frans. "Kita berharap proses sidangnya cepat jalan, dengan diulur ulur beginikan kami harus cari cara lain," ungkapnya.

Diaz mengatakan, sebelumnya Frans berniat untuk maju pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019 di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Lantaran kasus yang menjerat, Frans harus mengubur mimpinya dalam-dalam. "Dia mau pulang untuk maju ke DPRD Kabupaten di kampungnya. Tinggal lengkapi persyaratan pemilihan legislatif 2019. Karena Frans adalah satu-satunya sarjana di sana," terangnya.

Frans kata dia, rencananya akan menjadi salah satu Bacaleg dari Partai Perindo besutan Hary Tanoesoedibjo. Sebenarnya Frans tinggal daftar saja. “Tapi sekarang kan dia tidak bisa karena waktu pendaftaran Bacaleg sudah habis kemarin tanggal 17 Juli," pungkas Diaz.

Dia berharap kasus adiknya cepat selesai. Berlarut-larutnya kasus tersebut telah membuat Frans dan pihak keluarganya merasa dirugikan. "Bayangkan aku udah tinggal lebih dari dua bulan di sini. Berapa makan, minum, penginapan, transportasi, ninggalin kerjaan, tidak ada pemasukan, yang ada hanya pengeluaran," tuturnya lagi.

"Kami harap kalo memang tidak jelas kasus ini Frans dibebaskan lah. Pihak perusahaan juga harus tanggung jawab untuk nama baik. Kami rugi materil, moril," timpal Diaz. (Andi Ridwansyah/rk)


BACA JUGA

Selasa, 09 Oktober 2018 10:47

Asyik Berjudi, Kakek Nenek di Sungai Raya Dicokok

PONTIANAK- Perjudian merupakan salah satu penyakit masyarakat yang menjadi atensi pihak kepolisian.…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:41
Sipir Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Pontianak

Kemenkumham Tak Beri Bantuan Hukum

PONTIANAK- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalbar akan menindak…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:44

Gelapkan Mobil Teman, Demi Bayar Utang

PONTIANAK- Niatnya ingin jual mobil. Tanpa disadari, Sutarno ditipu temannya sendiri. Kisah ini terjadi…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:21

Di Perbatasan, Polisi Amankan 3 Pelaku dan 19 Motor

BENGKAYANG- Jajaran Polres Bengkayang berhasil mengungkap tiga kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:18
Tolak Ajakan “Damai” Pengacara Monik

Kepala SMPN 13 Pontianak Lapor ke Cyber Crime Polda

PONTIANAK- Kepala SMP Negeri 13 Pontianak Sri Azyanti ternyata sudah melaporkan pemilik akun Facebook…

Selasa, 25 September 2018 11:03

WOW..!! Polda Kalbar Ungkap Judi Online Beromzet Miliaran Rupiah

PONTIANAK- Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar mengungkap praktik perjudian online…

Jumat, 21 September 2018 10:32

Residivis Pencurian Rumah Kosong Beraksi, Dorrr…Bolong Kakinya Ditembak Polisi

PONTIANAK- Seakan tak ada kata jera bagi HR. Warga yang tinggal di kawasan Jalan Petani, Kecamatan Pontianak…

Selasa, 18 September 2018 10:43

Kasus Curanmor, Pelakunya Masih di Bawah Umur

MANDOR- Polsek Mandor, jajaran Polres Landak berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor…

Selasa, 18 September 2018 10:33

KEJI..!! Dihabisi Mantan Suami, Korban Ditikam Saat Membuka Mukena

SINGKAWANG- Nyawa Serry Juniarsih berakhir di tangan mantan suaminya, SR. Ibu dua anak ini tak dapat…

Selasa, 18 September 2018 10:31

YAELAAA..!! Bukan Masak di Dapur, 3 Emak-Emak dan Enam Pemuda Digerebek Lagi Asyik Berjudi

PONTIANAK- Seorang pria dan tiga orang ibu rumah tangga (IRT) diamankan polisi. Mereka kedapatan sedang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .