UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Kamis, 26 Juli 2018 11:04
WASPADALAH..!! Kosmetik Berbahaya Masih Marak Beredar di Kalbar

Dalam Sebulan, 1.839 Kemasan Kosmetik Disita

KOSMETIK ILEGAL. Plh. Kepala Balai BPOM Pontianak, Ida Lumongga menunjukan salah satu kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya yang disita di kantornya, Selasa (24/7)--Ambrosius Junius-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya masih marak beredar di Kalbar. Buktinya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kalbar mengamankan 126 jenis merek dengan total 1.839 kemasan.

"Dikatakan berbahaya karena kita tidak tahu apa isinya. Misalnya ini temulawak, kita tidak tahu karena belum terdaftar di BPOM," kata Plh Kepala BBPOM Pontianak, Ida Lumongga kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (24/7).

Diberitakan Rakyat Kalbar, penertiban ini dilakukan di tiga daerah. Yaitu di Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak dan Singkawang, sejak Juni-Juli. “Kosmetik illegal ini ditemukan di toko dan butik. Tidak dijual secara online. Tapi dia (pemilik) membeli secara online," tuturnya. Ida yang jabatannya sebagai Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, BBPOM Pontianak ini menjelaskan, produk pemutih yang mengandung mercuri sangat berbahaya bagi kulit. Bisa menyebabkan kanker. Maka ia mengimbau masyarakat jangan mudah tergiur dan tidak membeli kosmetik secara online. Sebab mutunya tidak bisa dijamin. Sebelum membeli, harus dicek terlebih dahulu untuk memastikan bahwa produk tersebut sudah terdaftar di BPOM. "Ada efeknya jangka panjang nanti," ucapnya.

Produk-produk yang disita ini, dijelaskan Ida, berbagai kemasan dan bentuk. Seperti lotion, cair, padat. Secara keseluruhan, nilai kosmetik ilegal ini mencapai Rp68 juta. Kosmetik illegal ini kebanyakan menggunakan bahasa asing. Tidak mudah dimengerti oleh konsumen. Ida mengatakan, pihak belum bisa memastikan dari mana produk tersebut berasal.

"Kita tidak bisa mengatakan ini produk luar, karena bisa juga dari Pulau Jawa, karena tidak jelas produksi di mana. Harga kosmetik ilegal ini pun bervariasi, ada yang murah dan mahal," ujarnya. Ida menjelaskan, jika produk kecantikan tersebut dari dalam dan luar negeri bisa dilihat dari kode nomor izin edar (NIE) dari BPOM. Jika produk dari asia kodenya NA. Produk Australia, NB. Produk Eropa, NC. Produk Afrika, ND. Dan, produk Amerika, NE.

Ida mengungkapkan, beberapa dari kosmetik ilegal tersebut sudah familiar dan populer di masyarakat. "Banyak diperjualbelikan. Tapi sekarang kami sudah menertibkannya, sudah jarang. Kalau pun ada, cuma beberapa tempat," paparnya.

Terhadap pemilik kosmetik tersebut, ditegaskan Ida, akan dipanggil ke Kantor BBPOM untuk dimintai keterangan, dari mana barang-barang tersebut diperoleh. “Supaya kita bisa menelusuri otak pelakunya," ucapnya. Kemudian, jika tokonya baru menjual, maka akan dilakukan pembinaan. Diberi pengertian agar tidak menjual lagi dan tidak mengulangi serta bersedia barang dagangannya itu dimusnahkan. "Tapi kalau sudah berulang kali kita bisa sampai ke pro justitia (ranah hukum)," tegasnya.

Jika masuk ke ranah hukum, menjual kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya, berarti melanggar Undang-undang  Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Termasuk persediaan farmasi tanpa izin edar. Dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Kepada masyarakat, Ida mengimbau agar menjadi konsumen cerdas memilih. Terutama obat tradisional, kosmetik dan pangan yang izinnya dikeluarkan oleh BBPOM. Produk ilegal juga, kata Ida, ada yang memalsukkan izin edar pada produknya.  "Produk-produk ini secara kasat mata saja jelas tidak ada BPOM-nya," paparnya.

Ida mengaku, pengawasan penjualan online termasuk yang paling susah. Pihaknya berkerja sama dengan instansi terkait jika ada pelaku usaha online yang menjual produk yang tidak terdaftar. "Kami akan melaporkan ke Kominfo. Kemudian Kominfo menindaklanjuti dengan menutup situsnya. Tapi kan dia buka situs baru lagi. Jadi juga masyarakat harus pintar," tutupnya. (amb/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:00

Sidang Kasus Pembunuhan, Ruang Sidang Malah Dipenuhi Tulisan Dukungan Terhadap Terdakwa

PONTIANAK- Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Zainal Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:47
Sidang Putusan Perceraian di Pengadilan Agama Pontianak

Wanita Ini Terbukti Bersuami 2, Eddy Dapat Hak Asuh Anak

PONTIANAK- Babak panjang dari kemelut rumah tangga antara Eddysan Farel dengan Nurhidayati akhirnya…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:36

SADIS DAN SERAM..!! Dua Nyawa Melayang di Tangan Pidelis Kalis

PONTIANAK- Tindakan Pidelis Kalis terbilang seram. Nyaris waktu bersamaan pemuda 18 tahun ini bunuh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:45
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

JANGAN MALU..!! Anak Dicabuli, Segera Lapor ke Polisi

PONTIANAK- Tahun ini Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menerima  sebanyak…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:11
Kasus Candaan Bom di Pesawat

Frantinus Nirigi Gugat Praperadilan Kapolresta dan Kemenhub

PONTIANAK- Masih ingat dengan kasus candaan bom (joke bomb) yang dilakukan Frantinus Nirigi dalam pesawat…

Minggu, 29 Juli 2018 12:29
POPTI Kalbar, Kepedulian terhadap Anak Penderita Thalassemia

Penyakit Diturunkan, Bukan Keturunan, Dianjurkan Screening Pra-Nikah

Windy Prihastari, pegawai Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalbar tak menyangka saat anak pertamanya…

Minggu, 29 Juli 2018 12:26

Keluarga Tak Sadar Abangnya Meninggal dalam Mobil

PONTIANAK- Isak tangis penuh sesal tak kuasa dibendung Ida saat menceritakan adiknya, Abdul Syukur,…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:08

Sempat Tertahan di Rumah Sakit Karena Tak Bayar, Akhirnya Bayi Bisa Pulang

PONTIANAK- - Sempat tertahan lantaran belum bisa membayar perawatan dan pengobatan anaknya yang baru…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:01

Pejabat Perusda Ikut Kampanye, Ternyata Bawaslu…

PONTIANAK- Pilkada Kalbar dinilai berbagai kalangan berjalan sukses. Pilkada yang pernah dimasukkan…

Kamis, 26 Juli 2018 20:35

Midji: Masalah Anggaran Harus Transparan

PONTIANAK- Sutarmidji dan Ria Norsan akan melakukan pemerataan pembangunan sesuai visi misinya saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .