UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 15 Juli 2018 12:39
Kalbar Berpotensi Jadi Sumber Pangan Dunia

Luas Tanam Masih Bisa Ditingkatkan

ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Tidak hanya di Indonesia, Kalimantan Barat berpotensi besar menjadi daerah sumber pangan dunia. Hal ini didukung masih luasnya lahan di Kalbar. "Saya melihat Kalbar sangat potensi untuk menjadi sumber pangan di Indonesia, bahkan dunia," ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Momon Rusmono ketika berada di Kota Pontianak belum lama ini.

Diberitakan Rakyat Kalbar, menurutnya, dari waktu ke waktu kebutuhan pangan terus meningkat. Sementara luas lahan tanam yang ada semakin berkurang. Pasalnya, konversi lahan pertanian terus terjadi. "Saya melihat luas lahan di Kalbar ini cukup signifikan, sehingga masih berpeluang untuk bisa ditingkatkan, pertama dari luas tanamnya," tuturnya.

Kondisi luas tanam di Kalbar masih sangat memungkin ditingkatkan. Pada tahun ini, kemungkinan luas tambah tanam (LTT) bisa mencapai lebih dari 100 ribu hektare. Itu baru dari aspek tanaman padi saja.

“Kok bisa? Karena kita bisa memanfaatkan lahan-lahan kering ditanam dengan padi yang sesuai, yaitu padi gogo. Jadi potensinya punya di sini," katanya. Aspek lainnya yang jadi penilaian Momon, Kalbar bisa menjadi daerah sumber pangan lantaran sumber daya manusia (SDM) yang ingin bekerja sangat besar. Dengan potensi SDM tersebut, perhatian pemerintah provinsi dan kabupaten/kota cukup tinggi. “Saya sangat berkeyakinan ke depan Kalbar menjadi harapan untuk bisa meningkatkan potensi produk-produl pertanian," ulasnya.

Momon mengatakan, ke depan provinsi tidak boleh lagi mengandalkan kebutuhan pangan yang ada di pulau Jawa. Sebab konversi lahan di sana begitu signifikan. "Karena konversi lahannya cukup signifikan, sehingga ya mau tidak mau ke depan harus beralih ke provinsi yang punya potensi, salah satunya adalah Kalbar," tuturnya.

Mewujudkan Kalbar menjadi daerah sumber pangan, syaratnya adalah kerja keras dari semua pihak dalam rangka memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Kemudian potensi lahannya ada dan SDM perlu ditingkatkan kualitasnya. Selanjutnya, sarana dan prasarana pertaniannya juga perlu ditingkatkan.

 “Karena kalau kita berbicara pertanian, itu harus ada lahannya, harus ada sarana produksi pertaniannya, benih, pupuk terutama. Harus ada sumber airnya, harus ada alsintannya, dan yang jauh lebih penting harus ada pengawalan dari penyuluh," paparnya.

"Nah, komponen-komponen itu kalau saya lihat di Provinsi Kalbar dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian, ada peluang untuk ke sana," timpal Momon. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Holtikultura (Distan TPH) Kalbar, Heronimus Hero menyatakan, siap menjadikan daerah ini sumber pangan di Indonesia.

"Berdasarkan potensi yang ada, kita siap. Kita tinggal menggerakkan potensi itu. Potensi lahan kita cukup luas. Secara statistik (lahan) kita sekitar 1 juta hektare lebih," ujarnya. Faktor utama menjadi sumber pangan untuk daerah lain adalah meningkatnya hasil produksi. Hasil produksi sendiri bisa meningkat apabila lahan tanam yang dimiliki selalu bertambah. “Dengan lahan yang cukup luas, Kalbar memang berpotensi menjadi daerah sumber pangan,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya terus berupaya meningkatkan LTT khusus (Upsus) padi, jagung dan kedelai (Pajale). Diantaranya melalui penguatan simpul koordinasi penyuluh. "SDM kita simpul organisasi seperti BPP,” ucapnya.

Di situlah mereka menggerakkan penyuluh. Apakah itu program mandiri yang dilaksanakan oleh masyarakat. Atau program pemerintah yang memfasilitasi masyarakat untuk peningkatan LTT bisa digerakkan. “Jadi secara potensi kita siap, tinggal SDM serta dukungan sarana dan prasarana kita tingkatkan," katanya.

Pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota sudah sejalan untuk menjadikan Kalbar sebagai sumber pangan. Begitu pula program dari Kementerian Pertanian sudah garis lurus. Tinggal bagaimana menjembatani sampai kepada tingkat pelaksananya, yaitu para petani. Karena meskipun ini otonomi daerah, kebijakan kabupaten/kota tetap memegang rambu-rambu program kementerian.

“Sekarang kita ada program Upsus Pajale yang indikator keberhasilannya dilihat dari LTT. Nah, itu semua sampai ke tingkat kecamatan dan tinggkat desa kita gerakkan," tukasnya. Hero menyebutkan, luas lahan di Kalbar yang diperuntukkan untuk tanaman pangan khususnya padi, ada sekitar 1,1 juta hektare. Tersebar di seluruh kabupaten/kota. Ke depan, di Kalbar akan terus diupayakan adanya tambahan luas lahan tanam.

"Kita setiap tahun bisa menghasilkan luas tanam sekitar 500-an ribu hektare. Nah, itu yang ingin kita tambahkan,” jelasnya.   “Ada luas tambah tanam berapa setiap tahun, sehingga tidak hanya sama dengan tahun sebelumnya. Luas tambah tanam di sini artinya, setiap hari ada tambahan tanam," sambung Hero.

Sekarang kebijakan dan program Menteri Pertanian mengarahkan setiap hari harus ada tanam. Maka tidak heran sekarang setiap hari ada tanam. Setiap hari juga ada panen. Itu yang menjaga kesinambungan supaya secara total luas tanam meningkat. Sehingga luas panen juga meningkat. “Dan otomatis juga kalau luas panen meningkat, produksi juga meningkat," sebutnya. Dibandingkan sebelumnya, antara waktu yang sama yakni musim tanam, tahun ini LTT di Kalbar meningkat 113 persen. Itu diharapkan tidak hanya berhenti di 13 persen peningkatannya di tahun ini. Perhitungannya sampai September. Meskipun tiap hari ada tanam, tetap perhitungannya musim tanam Oktober-Maret dan April-September untuk perhitungan angka produksi tahun 2018. “Jadi, peluang kita masih sampai September ini untuk tanam. Karena tanam September, panennya tahun 2018," bebernya.

Hero berharap akan terus meningkat. Mungkin sampai 20 persen. Kalau luas tanamannya meningkat, otomatis luas panennya meningkat. “Kalau tidak ada serangan hama atau bencana alam," tuntas Hero. (Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 10:16

Imigrasi Diminta Tolak Kedatangan Sultan Sulu ke Indonesia, Ini Alasannya

PONTIANAK- DYTM YDPB Pangeran Wali Diraja Dicky A. Padmadipoera meminta…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Warga Kecewa Pemerintah KKR Belum Segel Perusahaan Ini

KUBU RAYA- Adu mulut pun tak terhindarkan saat Kepala Dinas…

Minggu, 16 Desember 2018 10:50

Aktivitas Pertambangan Sebabkan Hutan Kalbar Berkurang

PONTIANAK- Berkurangnya wilayah hutan di Kalbar salah satunya disebabkan perusahaan-perusahaan…

Sabtu, 15 Desember 2018 13:06

Ambil Penumpang Bandara, Kaca Mobil Taksi Online Dipecahkan, Sopirnya Diintimidasi

 PONTIANAK - Polemik zona trayek antara transportasi online dan konvensional…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:52

YA AMPUN..!! Lihat Nih, Rumah Dinas Guru Jauh dari Kata Layak

SINTANG- Kondisi rumah dinas guru dan Kepala SDN 28 Tanjung…

Selasa, 11 Desember 2018 12:54

Mahasiswa Beraksi..!! Katakan Pemerintah Jalankan Reforma Agraria Palsu

PONTIANAK- Peringati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, kelompok masyarakat…

Selasa, 11 Desember 2018 12:52
Penanganan PETI, Forkopimda Sintang Sepakati 5 Poin

CATAT ..!! Pelaku PETI di Deadline Sepekan

SINTANG- Kabupaten Sintang masih marak aktivitas pertambangan emas tanpa izin…

Selasa, 11 Desember 2018 12:50

TEGA NIAN..!! Dua Anak Bawah Umur Digarap di Pantai Serayi

SAMBAS- Kejahatan seksual kembali terjadi. Kali ini menimpa dua anak…

Senin, 10 Desember 2018 14:06

JOROKNYA..!! Sungai Kapuas Dipenuhi Sampah

PONTIANAK- Puluhan relawan dan warga Kawasan Kampung Caping Kelurahan Bansir…

Senin, 10 Desember 2018 14:04

Ini Dia, Jembatan Gantung Paling Horor di Kalbar

 NANGA PINOH- Jembatan gantung Sungai Cina di Kecamatan Tanah Pinoh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .