UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 14 Juli 2018 12:10
Gara-Gara Plang Kantor Polisi Bersama dengan Tiongkok, Kapolres Ketapang Dicopot

Menjalani Pemeriksaan di Internal Kepolisian

WAWANCARA. Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono diwawancarai di Mapolda, Jumat siang (13/7). Ambrosius Junius-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Derasnya viral plang Kantor Polisi Bersama Kepolisian Negara Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Ketapang dengan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzhou di Kabupaten Ketapang berujung terhadap pencopotan jabatan AKBP Sunario sebagai Kapolres. Sunario juga akan menjalani pemeriksaan internal di kepolisian.

"Setelah kita dalami, memang kerjas ama itu belum terlaksana.  Tetapi kepolisian dari Tiongkok ada datang berkunjung resmi ke Polres Ketapang, kita lihat juga ada beberapa dokumen foto-foto yang viral," terang Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono kepada wartawan di Mapolda Kalbar, Jumat siang (13/7).

BACA JUGA : Langsung Sodorkan Plang, Warganet pun Heboh

Diberitakan Rakyat Kalbar, dikatakan Kapolda, seharusnya Kapolres Ketapang melaporkan ke dirinya terkait pertemuan tersebut. Sedangkan terkait perizinan kerja sama dari Mabes Polri. "Nah, ini yang tidak dilakukan Kapolres Ketapang," ucap Kalpoda.

Ditegaskan Didi, Kapolres Ketapang harus mempertanggung jawabkannya. "Pagi tadi sudah dilakukan pencopotan dan penggantian dalam rangka pemeriksaan yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan hal tersebut," tutup Kapolda.

 

Plang inilah yang membuat Kapolres Ketapang dicopot.

Berdasarkan TR Kapolri bernomor ST/1726/PII/KEP/2018 tertanggal 13 Juli yang beredar, Kapolres Ketapang AKBP Sunario dimutasikan menjadi Pamen Polda Kalbar. Dalam TR tersebut disebutkan, pencopotannya dalam rangka riksa. Sunario digantikan AKBP AKBP Yury Nurhidayat yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Singkawang.

Pencopotan Kapolres Ketapang dibenarkan Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Arief Sulistyanto. "Ya benar. Kapolres Ketapang dicopot. Keputusan mutasi sudah terbit pagi tadi," singkatnya kepada Rakyat Kalbar, Jumat (13/7). Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Nanang Purnomo membenarkan adanya mutasi yang dikeluarkan langsung dari Mabes Polri kepada Kapolres Ketapang terkait Kantor Polisi Bersama itu.

"Sudah keluar surat mutasi langsung dari Mabes Polri dan besok akan dilakukan serah terima jabatan di Mapolda Kalbar," ujarnya kepada Rakyat Kalbar, Jumat (13/7) sekira pukul 14.00 WIB. Namun Nanang enggan menjelaskan kapan tepatnya waktu Sertijab itu akan dilakukan. "Yang jelas besok," lugasnya.

BACA JUGA : Catat, Kerjasama Internasional Harus Sesuai Prosedur

Alasan TR mutasi keluar mendadak diakuinya karena Kapolres Ketapang diduga telah menyalahgunakan kewenanganya. "Karena kewenangan melakukan kerja sama antara kepolisian Indonesia dengan negara lain itu, adalah kewenangan Mabes Polri tidak bisa dilakukan Polda maupun Kapolres," katanya.

Nanang mengaku sampai hari ini pihaknya belum menerima intruksi maupun arahan Kapolri maupun Kapolda Kalbar berupa surat masuk yang menyatakan telah terjadi kerja sama antara kepolisian Indonesia dan Tiongkok.

"Kita hanya mendengar bahwa Polres Ketapang kemarin diduga telah melakukan kerja sama dengan Kepolisian Tiongkok, tanpa sepengetahuan Polda Kalbar dan Mabes Polri. Sehingga tentu itu menyalahi aturan," terangnya. Akan tetapi kata Nanang, setelah dilakukan penyelidikan sementara isu tersebut tidak benar. Memang ada pertemuan, tapi belum ada kesepakatan Kantor Polisi Bersama.

“Hal tersebut juga telah dikonfirmasi mantan Kapolres Ketapang, dan mereka dari Kepolisian Tiongkok baru menawarkan," jelasnya. Kendati demikian Nanang menyayangkan mekanisme masuknya polisi dari negara asing ke Indonesia kemarin di Kabupaten Ketapang. Dia menilai, itu telah menyalahi aturan dan mekanisme yang berlaku tanpa seizin dan sepengetahuan Kapolri dan Kapolda.

"Harusnya penerimaan mereka polisi dari negara asing harus dilakukan seizin dan sepengatahuan Kapolri dan Kapolda, sehingga itu menjadi pelanggaran administratif," paparnya. Nanang menuturkan, berdasarkan pengakuan Kapolres Ketapang, bahwa dia sudah memasukkan surat izin ke Mapolda Kalbar sebelum kedatangan rombongan Polisi Tiongkok itu. "Pengakuannya sih sudah dimasukkan, namun saat ini belum kita temukan, dan akan kita cari," tukasnya.

Dia menyebutkan, saat ini Sunario sudah berada di Jakarta untuk melakukan pemeriksaan di Mabes Polri. "Sementara dia diperiksa ke Mabes Polri dulu, kalau memang terbukti benar, baru mungkin akan dilimpahkan ke Mapolda," ungkapnya.

Atas kejadian itu, Nanang mengimbau kepada para Kapolres maupun jajaran Polda Kalbar mengingat program Kapolri. Polisi harus profesional, modern dan terpercaya. “Sehingga kalau sudah Kapolres pangkatnya Pamen tentunya jangan melakukan permasalahan, baik sifatnya administratif dan lainya," pesannya.

Nanang menilai permasalahan yang menimpa Kapolres Ketapang karena yang bersangkutan lalai dalam menjalankan tugasnya. Hanya ikut tanpa berpikir panjang dampaknya. "Untuk itu saya harapkan, saya imbau seluruh Kapolres harus lebih cerdas lebih tanggap menyikapi situasi yang ada," harap Nanang. (Ambrosius Junius, Ocsya Ade CP, Andi Ridwansyah/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:42

ILEGAL..!! Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan

ENTIKONG- Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:19

NGERI..!! Supinah Dibunuh Secara Sadis

SEKADAU- Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau,…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:16

Khawatir Penjarahan Massal di Sulteng, Relawan Kalbar Tunda Berangkat

PONTIANAK- Bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan hati banyak pihak.…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:38

Wanita di Peniti Tewas Bersimbah Darah

SEKADAU- Masyarakat Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:37
Operasi Tibtor Polda Kalbar

126 Penjahat dan 92 Kendaraan Diamankan

PONTIANAK- Selama sebulan ini, Polda Kalbar menggelar Operasi Tertib Kendaraan Bermotor (Tibtor) Kapuas…

Kamis, 27 September 2018 12:04

Indeks Kerawanan Pemilu Kalbar Kategori Sedang

PONTIANAK- Indeks Kerawanan Pemilu, Kalimantan Barat masuk dalam kategori sedang. Penilaian itu tidak…

Selasa, 25 September 2018 11:00

Sultan Berang, Laporkan Akun Facebook Intan Sekar Sari

PONTIANAK- Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie dalam waktu dekat ini akan melaporkan akun…

Selasa, 25 September 2018 10:57

PLTBm Pertama di Kalbar, Berkapasitas 15 MW

MEMPAWAH-  Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Gubernur Kalbar Sutarmdiji…

Selasa, 25 September 2018 10:55
Sah! Secara Defacto Gambar Garuda Pancasila Karya Sultan Pontianak ke VII

Tinggal Menunggu Penetapan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional

PONTIANAK- Gambar rancangan asli lambang negara Republik Indonesia, Elang Rajawali - Garuda Pancasila…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .