UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 14 Juli 2018 12:05
WADUH GAWAT..!! Kabut Asap Mulai Selimuti Kalbar

BNPB Siagakan Enam Helikopter

Musim panas mulai datang, kebakaran hutan dan lahan mulai terjadi di Kalbar.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Musim kemarau telah tiba. Kalbar mulai diselimuti kabut asap. Hujan lama tak turun. Cuaca panas mendukung terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kalbar mulai siaga.

 “Akan ada enam unit helikopter siap siaga untuk melakukan patroli dan memadamkan api Karhutla,” kata Kepala BNPB Kalbar TTA Nyarong, Jumat (13/7).

Diberitakan Rakyat Kalbar, saat ini sudah ada empat helikopter disiagakan. Dua unit lagi akan menyusul pada akhir Juli. Dari Patroli dilakukan memang terdapat wilayah hotspot. “Sebelum meluas, pemadaman langsung dilakukan. Pemadaman dilakukan dari udara,” jelasnya.

Enam helikopter ditempatkan tersebar di seluruh wilayah Kalbar. Di antaranya satu helikopter disiagakan di Ketapang. Penempatan di Ketapang untuk menjangkau wilayah Kayong Utara. Kemudian satu di Sintang, untuk sekaligus menjaga wilayah Kapuas Hulu dan Melawi. Sedangkan untuk wilayah Singkawang dan Sambas ada satu unit.

Kemudian tiga helikopter ditempatkan di Bandara Supadio Kubu Raya. Tiga helikopter ini disiagakan untuk menjaga wilayah Kubu Raya, Mempawah, Landak, Bengkayang dan Sanggau. “Dari tiga yang disiagakan ini satunya adalah helikopter patroli,” ungkap Nyarong. Nyarong menyebutkan, kapasitas helikopter yang tersedia saat ini beragam. Paling rendah kapasitas untuk melakukan waterbombing seberat 500 kilogram. Sementara tiga lainnya berkapasitas 3,5 ton. Untuk dua helikopter yang datang akhir bulan ini memiliki kapasitas 4 ton.

“Ini sudah direncanakan sejak awal. Total semuanya enam heli, satu partroli dan lima untuk melakukan waterbombing,” tuturnya. Nyarong menjelaskan, BNPB Kalbar sudah menetapkan status siaga sejak awal tahun kemarin. Oleh karena itu, BNPB Kalbar sudah sejak lama bekerja keras untuk memastikan Karhutla tidak terjadi seperti tahun 2015. “Melalui Satgas Darat dan Udara, sudah jauh hari direncanakan bahwa harus patroli,” tukasnya.

Jika di darat patroli dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa. Sedangkan dari udara dilakukan patroli dengan heli. “Apa yang dilakukan ini agar kasus Karhutla tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” tuntas Nyarong. (Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*