UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 14 Juli 2018 10:33
KASIHAN…Warga Miskin Penderita Tumor Ditandu Sejauh 9 KM
TANDU. Personel Polsek, petugas Puskesmas dan warga Meranti bahu membahu menggotong Dinik dengan tandu seadaanya, Sabtu (7/7). Polsek Meranti for RK

PROKAL.CO, Miskin dan sakit merupakan momok bagi manusia. Apalagi kedua datang secara bersama.

Ocsya Ade CP, Meranti

Di Dusun Nango Desa Tahu Kecamatan Meranti Kabupaten Landak merupakan daerah terpencil. Di sana tinggal keluarga yang kurang mampu. Pasangan Endol dan Dinik. Mereka mempunyai empat anak yang masih kecil. Kendong berusia 9 tahun, Armada 7 tahun, Garot 5 tahun dan Dara yang masih berusia 2 bulan.

Diberitakan Rakyat Kalbar, dalam himpitan ekonomi, keluarga ini malah mendapat cobaan yang begitu besar. Dinik mengidap penyakit parah. Sejak tiga tahun lalu. Bagian perut membesar. Pusarnya mengeluarkan darah disertai nanah dan bau tak sedap. Bahkan pernah sampai satu ember.

Setiap malam Dinik selalu merintih kesakitan. Karena himpitan ekonomi itu, Dinik tak pernah dibawa berobat. Begitu juga saudara dari suaminya yang tidak begitu mampu secara perekonomian untuk memberikan bantuan. Untuk meringankan rasa sakit itu, Dinik menambal sendiri pusarnya dengan tanah kuning atau merah. Bahkan, wanita 34 tahun ini sempat minum racun agar tak merasakan penderitaan untuk selama-lamanya.

Disaat Dinik putus asa, beruntung dia mempunyai suami dan anak-anak yang selalu menyemangati. Selama suaminya pergi bekerja sebagai petani dan anak sulungnya sekolah di salah satu SD terdekat, Dinik diasuh oleh Armada dan Garot, yang masih belum sekolah. Kedua bocah lelaki ini juga mengasuh adiknya yang masih bayi.

Informasi yang didapat, terkadang keluarga ini juga jarang makan. Karena ibunya sakit, si bayi juga tidak diberi asupan ASI. Apalagi susu formula. Mereka menggantinya dengan air putih. Kemirisan hidup ini memang diketahui tetangga dan RT setempat. Tapi apa boleh buat, perekonomian di sana sama-sama susah. Kepala Desa dan Camat setempat dikabarkan tidak mengetahui kondisi warganya ini.

Kisah Dinik ini sempat viral di media sosial. Warganet ramai membahasnya. Ada pula warga yang menyumbang dan komunitas yang sukarela membuat aksi penggalangan dana. Cepatnya informasi di zaman era digital ini, membuat sejumlah pihak mulai tergerak mengulurkan tangannya.

Salah satunya, kepolisian dari Polsek Meranti, jajaran Polres Landak. Bersama empat petugas Puskesmas Meranti, Kapolsek Meranti dan Bhabinkamtibmas-nya mengevakuasi Dinik. Dari rumah yang sangat sederhana, dibawa ke Puskesmas.

"Kami awalnya mendapat informasi di media sosial bahwa ada warga Dusun Nango sakit parah dan tidak mampu berobat karena kondisi ekonomi serta akses jalan yang tidak bisa masuk kendaraan roda empat," kata Kapolsek Meranti, Ipda Asep Tabroni saat dihubungi Rakyat Kalbar, Minggu (8/7).

Setelah mendapat informasi ini, Asep berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Meranti, Kamisius Urip. Kebetulan Urip juga sudah mendapat informasi serupa. Kedua pihak ini kemudian memutuskan untuk menjemput Dinik. "Saya bersama Bhabinkamtibmas setempat, Brigpol Abadi Susanto dan Kepala Puskesmas beserta tiga petugasnya menjemput pasien tersebut," tuturnya.

Upaya pertolongan ini tak begitu berjalan mulus. Untuk sampai di rumah Dinik, harus menggunakan sepeda motor. Mobil ambulan Puskesmas tidak bisa masuk. Jalan menuju rumah Dinik sempit. Ambulan hanya bisa sampai di Dusun Sekiok.

"Akhirnya, pasien kami tandu dengan alat seadanya. Kami menandu berjalan kaki sejauh 9 kilometer untuk sampai ke ambulan," paparnya. Hitung-hitung, tim gabungan berjalan selama satu setengah jam. "Kami dari tim Polsek, Puskesmas dan warga bergantian menandu pasien sampai lokasi ambulan," sambung Asep.

Selanjutnya, Dinik langsung dibawa ke Puskesmas Meranti untuk mendapatkan perawatan medis. Kemudian dia dirujuk ke RSUD Landak. Menurut keterangan dokter, kata Asep, Dinik diagnosa gagal ginjal (Tumor Intra Abdoment).

Asep menambahkan, pihaknya sebisa mungkin membantu meringankan beban warga di wilayah hukumnya. Untuk diketahui, sambung Asep, warga sekitar tidak ada yang mengetahui bahwa Dinik sakit. Karena antara tetangga memang jarang komunikasi. " Nango termasuk dusun terpencil yang SDM-nya rendah. Baik dari segi pendidikan maupun ekonomi," ungkapnya. Makanya, sambung Asep, kegiatan ini turut dijadikan ajang untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan baik antara kepolisian dengan masyarakat.

Bhabinkamtibmas Polsek Meranti, Brigpol Abadi menambahkan, hal sekecil apapun yang dilakukan sangat berarti untuk warga di desa binaannya. "Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga di Desa Tahu, terlebih kepada mereka yang membutuhkan," ucapnya.

Upaya mulia yang dilakukan ini diapresiasi Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Arief Sulistyanto. Apalagi, jenderal bintang dua ini paham betul dengan kondisi di Bumi Khatulistiwa. Karena dia pernah menjabat sebagai Kapolda Kalbar. (*)


BACA JUGA

Minggu, 12 Agustus 2018 21:24
Kalbar Bisa Jadi Jalur Perdagangan Dunia

Investasi Awal Pelabuhan Kijing Rp4,7 Triliun

PONTIANAK- Pengelolaan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah tidak lama lagi. Pasalnya,…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:33
Pelaku Penganiaya Anak Jalani Tes Kejiwaan

KEJAM..!! Anak Disiksa, Dadanya Diinjak-Injak

PONTIANAK- Ibrahim Taufik, pria 30 tahun yang menganiaya anak angkatnya Ainun Maya hingga meninggal…

Sabtu, 04 Agustus 2018 20:15
2.225 Jemaah Kalbar Telah Diterbangkan ke Tanah Suci

Ombudsman Ajak Pantau Penyelenggaraan Haji

PONTIANAK- Ombudsman RI Perwakilan Kalbar memantau penyelenggaran ibadah haji tahun 2018. Masyarakat…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:38
Pembangunan PLTU Kalbar-1

MANTAP..!! Kini Tak Lagi ‘Minta’ Listrik Malaysia

PONTIANAK- PT. GCL Indo Tenaga menggelar media gathering di Hotel Gajahmada, Pontianak, Rabu (1/8).…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:16
Pelecehan dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

MENGGILA..!! Kasus di Kalbar kian Parah, Pelakunya Orang Terdekat

PONTIANAK- Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kalimantan Barat terparah dalam sepuluh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:14
Potensi Defisit APBD Kalbar 2018

Kalau Ada Penyimpangan Harus Ditangkap

PONTIANAK- Potensi defisit APBD Kalbar Tahun Anggaran 2018 berdampak terhadap pencairan dana pengerjaan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:13

Ini Dia Kasdam Tanjungpura yang Baru

SUNGAI RAYA- Jabatan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura berganti. Dulunya dijabat Brigjen TNI…

Minggu, 29 Juli 2018 21:45

Waduh, Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar Bawa Sabu

JAKARTA- Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Viktor Yogi Tambunan membenarkan kabar penangkapan anggota…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:00

KEREN..!! Kapuas Hulu Jadi Cagar Biosfer Baru

PUTUSSIBAU-  Betung Kerihun Danau Sentarum (BKDS) Kapuas Hulu resmi dikukuhkan menjadi cagar biosfer…

Kamis, 26 Juli 2018 20:47
Jamaah Asal Kalbar Mulai Diberangkatkan Minggu

7 CJH Sanggau Berpotensi Gunakan Kursi Roda

PONTIANAK- Sebanyak 109 calon jemaah haji (CJH) dari kuota 110 asal Kabupaten Sanggau siap menunaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .