UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 04 Juli 2018 21:34
Orang Utan Masuk ke Pemukiman Warga, Pertanda Apa?
Orang utan yang pernah diamankan karena masuk pemukiman warga.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Makin banyak orang utan yang masuk ke pemukiman warga di Kalbar. Ketua Forum Konservasi Orangutan Kalbar (Fokkab), Syamsuri menjelaskan, satwa liar sampai masuk ke pemukiman warga karena tempat tinggal aslinya sudah tidak utuh lagi. "Orangutan sudah bergeser ke pemukiman itu biasanya sudah rusak habitatnya," jelas dia.

Syamsuri mengungkapkan, perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI) yang membuka lahan cukup besar di sekitar wilayah itu cukup masif. Terutama di lanskap dari daerah Purun (Kabupaten Mempawah) hingga Ambawang (Kabupaten Kubu Raya). Dengan bentang alam dari Peniraman, Mempawah, sampai ke Kubu Padi, Kubu Raya.

Menurut dia, seharusnya hal itu diatur. Di kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi, tidak semua lahan bisa dibuka. "Misalnya di sekitar sungai, lalu sumber-sumber air, di tempat hidup atau habitat hewan yang dilindungi, harusnya itu tidak boleh," paparnya.

Apalagi, lanjut dia, setakat ini memasuki musim saat hutan tidak berbuah. Itu sebabnya Orang Utan masuk ke pemukiman. Mereka mencari makan. "Intinya terjadi karena pembukaan lahan yang cukup besar di sekitar itu," ucap Syamsuri.

Kasus Orang Utan liar masuk ke pemukiman warga ini bukanlah pertama kali. Pada 2012, pernah terjadi kasus serupa.  Dikatakan Syamsuri, dari hasil identifikasi para peneliti Orang Utan di Kalbar, diperkirakan belasan Orang Utan masih hidup di antara kawasan Peniraman-Kubu Padi. “Sekitar 5 hingga 8 individu masih ada sebenarnya, itu dari survei dan riset kita, perkiraan kita ada 10-15 individu Orang Utan dari Peniraman sampai Kubu Padi," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta mengadakan konferensi pers. "Polsek Siantan menelpon call center kami, bahwa ada Orang Utan ditangkap warga," tuturnya. Pihaknya segera mengirim tim ke lokasi untuk mengevakuasi satwa dilindungi tersebut.

Karena suatu hal, baru saja timnya berangkat, informasi di media sosial sudah viral. Yang justru informasinya tidak sepenuhnya benar.  “Karena di situ yang viral justru pada tahun 2012 yang kasusnya terbakar, padahal sama sekali tidak ada pembakaran," paparnya.

Lanjut dia, penanganan oleh masyarakat dan berbagai pihak di lapangan dengan segala keterbatasan pemahaman tentang Orang Utan sudah cukup bagus. "Mereka ternyata punya kepedulian, mereka paham satwa itu dilindungi, sehingga tidak benar seperti yang viral itu menggunakan senapan angin,” terang Sadtata. Imbuh dia, “Memang ada yang membawa senapan angin, iya, karena masyarakat di sana biasa membawa senapan angin".

Yang pasti, Sadtata memuji reaksi positif warga dan instansi terkait untuk usaha penyelamatan satwa liar ini. “Operasi” penanganan berlangsung efektif sehingga Orang Utan itu dapat terselamatkan. "Untuk kesekian kalinya saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada masyarakat, jajaran Polsek Siantan dan semua pihak," ucapnya.

Ia menuturkan, berdasarkan keterangan ketua RT setempat, Sudaryo, bahwa Orang Utan tersebut telah berkeliaran selama tiga hari di salah satu kebun milik warga, yaitu milik Ibu Sabie. Dan telah memakan tanaman di kebun  itu.

Kebun tersebut berjarak 2 Km dari pemukiman warga.  Warga berusaha menangkap Orang Utan tersebut dengan menggunakan tali tambang. Saat dilakukan penangkapan, ia sedang turun dari pohon Albasia. “Berhasil ditangkap, kemudian diikat dan dibawa ke pemukiman dengan pengawalan Tim Polsek Siantan yang melaporkan temuan ini kepada pihak kami,” jelas Sadtata. Sambungnya, "Kondisi Satwa itu sendiri cukup sehat, dan masih liar".

Pembina Wildlife Rescue Unit BKSDA Kalbar ini memaparkan, Senin malam Orang Utan itu akan dibawa  ke Sintang Orangutan Center (SOC). Untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap kesehatan satwa tersebut.  Dan, jika memungkinkan akan dilepasliarkan ke habitat alaminya secepatnya. Mengingat satwa tersebut masih memiliki sifat liar. "Dibawa malam untuk mengurangi stresnya, menggunakan mobil," ungkap Sadtata.

Nah, mengingat beberapa kejadian ditemukannya Orang Utan di Wajok Hilir dan sekitarnya, dalam waktu dekat Balai KSDA Kalbar bersama beberapa pihak akan melakukan identifikasi lokasi. Guna memastikan masih ada tidaknya satwa tersebut di kawasan itu.   "Dari informasi di lokasi kemarin, ada tiga individu yang selama ini mereka jumpai, salah satunya yang ditangkap ini, berarti masih ada dua, dari informasi itu kita akan melakukan tindakan jangka pendek dan jangka panjang," bebernya.

Jangka pendeknya, BKSDA akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan bila menjumpai Orang Utan di areal kebun. Dan apabila memungkinkan akan dilakukan upaya relokasi untuk menjamin keselamatan Orang Utan itu.

"Di samping itu kami juga mengantisipasi seandainya terjadi konflik lagi, apakah nanti perlu dievakuasi atau tidak, nanti kita lihat situasi pada saat tim turun,” tukas Sadtata.  Untuk jangka menengah dan panjang, BKSDA bersama para pihak terkait bersepakat melakukan survey dan kajian menyeluruh di areal tersebut. Sebagai bahan masukan bagi pengambil kebijakan di level yang lebih tinggi.

Senada, Kanit Intelkam Polsek Siantan, Ipda Sahata L Topuan. Ia mengatakan BKSDA memang perlu melakukan sosialisasi lebih lanjut. Terkait penanganan jika masyarakat bertemu dengan satwa liar. "Seperti kasus beberapa tahun yang lalu bahwa ada Orang Utan mati terbakar, itu bukan masalah nasional lagi, melainkan sudah masalah internasional, sebab satwa ini dilindungi," paparnya.

 Kepolisian, kata dia, selalu siap berkerja sama dengan berbagai instansi. "Di wilayah hukum kami  pernah ada kemunculan buaya, jadi kami sudah punya jaringan ke BKSDA," ungkapnya. Sahata juga menanggapi informasi hoax di media sosial. Ia menegaskan satwa itu tidak ditembak.

"Ini kan sudah viral, ceritanya tu tertembak Orang Utannya, saya menegaskan, Orang Utan itu bukan ditembak, tapi diamankan oleh warga," tegasnya. Setakat ini, Orang Utan yang telah dievakuasi tersebut berada di dalam kandang evakuasi. Ketika awak media ingin mengambil gambar, satwa itu mengeluarkan suara liarnya. Kandang dilapisi atau ditutup dengan plastik. (Ari Sandy, Ambrosius Junius/rk)

 


BACA JUGA

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:42

ILEGAL..!! Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan

ENTIKONG- Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:19

NGERI..!! Supinah Dibunuh Secara Sadis

SEKADAU- Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau,…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:16

Khawatir Penjarahan Massal di Sulteng, Relawan Kalbar Tunda Berangkat

PONTIANAK- Bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan hati banyak pihak.…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:38

Wanita di Peniti Tewas Bersimbah Darah

SEKADAU- Masyarakat Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:37
Operasi Tibtor Polda Kalbar

126 Penjahat dan 92 Kendaraan Diamankan

PONTIANAK- Selama sebulan ini, Polda Kalbar menggelar Operasi Tertib Kendaraan Bermotor (Tibtor) Kapuas…

Kamis, 27 September 2018 12:04

Indeks Kerawanan Pemilu Kalbar Kategori Sedang

PONTIANAK- Indeks Kerawanan Pemilu, Kalimantan Barat masuk dalam kategori sedang. Penilaian itu tidak…

Selasa, 25 September 2018 11:00

Sultan Berang, Laporkan Akun Facebook Intan Sekar Sari

PONTIANAK- Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie dalam waktu dekat ini akan melaporkan akun…

Selasa, 25 September 2018 10:57

PLTBm Pertama di Kalbar, Berkapasitas 15 MW

MEMPAWAH-  Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Gubernur Kalbar Sutarmdiji…

Selasa, 25 September 2018 10:55
Sah! Secara Defacto Gambar Garuda Pancasila Karya Sultan Pontianak ke VII

Tinggal Menunggu Penetapan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional

PONTIANAK- Gambar rancangan asli lambang negara Republik Indonesia, Elang Rajawali - Garuda Pancasila…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .