UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 21 Juni 2018 12:45
Bawaslu Kalbar Lakukan Pengawasan Melekat

PROKAL.CO, PONTIANAK- Ketua KPU Bawaslu Kalbar Ruhermansyah menjelaskan, pihaknya akan memperketat pengawasan mendekati hari pencoblosan."Kami akan menggunakan strategi pengawasan melekat, kemudian mapping kerawanan distribusi," ujarnya.

Menurutnya, langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi yang menghambat distribusi logistik dan memastikan pengawasan berjalan maksimal. "Kita akan melaporkan ke KPU hasil mapping kami, dan KPU yang akan menindak lanjuti," sebutnya. Pihaknya juga akan melakukan Waskat pergerakan logistik. Setiap ada pergerakan logistik, pengawas pemilu akan hadir melakukan pengawasan secara langsung. "Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk pengamanan kotak suara," ucapnya.

Untuk daerah jauh dan rentan, pihaknya juga telah melakukan mapping serta berkoordinasi dengan KPU dan TNI-Polri. "Jika ada lokasi yang rawan dan rentan terkait distribusi, maka akan meminta support dari TNI dan Polri," imbuhnya. Pihaknya juga akan melakukan pengawasan kotak suara supaya tidak disalah gunakan. H-1 pencoblosan, kotak suara sudah harus sampai di TPS. "Jika itu tidak, mengapa dan apa hambatannya? Kemudian berkordinasi dengan pihak TNI dan Polri untuk membantu distribusi," ujarnya.

Dalam proses pengadaan surat suara, sampai distribusi pihaknya telah melakukan pengawasan. "Termasuk pelipatan dan sortir, dengan pengawasan melekat," jelasnya. Dia menilai, dari aspek administratif dan prosedural, KPU sudah sesuai. Belum ditemukan pelanggaran terkait distribusi dan penggunaan surat suara. Semua temuan tersebut sudah dihimpun. Surat suara yang rusak sudah dicetak ulang atau dilakukan surat suara pengganti.

"Yang ada hanya hasil pengawasan berupa surat suara yang bintik-bintik hitam dan sobek pinggir. Dan itu tidak digunakan," katanya. Terkait daerah yang rawan, distribusi yang perlu menjadi kewaspadaan berkaitan ketepatan waktu. Apabila tidak dimanajemen dengan baik, maka akan terjadi keterlambatan dan rusak di tengah jalan. "Kami juga telah memetakan TPS rawan, dan setiap kabupaten ada saja," kata Ruhermansyah

Begitu pula dengan TPS yang dianggap rawan menjadi warning pihaknya untuk memperketat pengawasan. "Contohnya lagi di Kelurahan Siantan Hulu Pontianak Utara ada TPS yang rawan, sehingga kita akan lakukan perketat pengawasan di daerah tersebut," ungkapnya.

Penilaian kerawanan dilakukanya dengan kriteria. Salah satu daerah banyak pemilih yang terdaftar. Kemudian terkait adanya intimidasi dan mobilisasi pemilih. "Sebagaimana tugas dan fungsi, kami tidak akan pernah kendor melakukan pengawasan," janjinya. Ruhermansyah menuturkan, pihaknya telah melakukan perekrutan pengawas TPS yang akan membantu di tingkat desa dan TPS. Pihaknya juga telah menginstruksikan kepada jajaran Panwaslu kabupaten/kota dan Kecamatan untuk membuat Satgas guna mencegah politik uang. Apabila di lapangan ada ditemukan money politic, maka pihaknya akan menindak lanjuti dan memberikan sanksi tegas. "Agar itu tidak terulang dan menjadi pembelajaran buat masyarakat lainya, atau peserta pemilu lainya," lugasnya.

Apabila ketangkap tangan kata dia, lebih mudah pihaknya memprosesnya. Dia juga mengimbau kepada tim dan pasangan calon untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar peraturan Pemilu. Seperti politik uang, black campain dan kampanye di luar jadwal. "Mari kita kawal Pilkada ini tetap terselenggara dengan baik," ajaknya. "Sama-sama kita awasi, sehingga Pemilu dapat berjalan dengan Luber dan Jurdil. Sehingga menghasilkan Pilkada demokratis dan berintegritas," demikian Ruhermansyah. (Andi Ridwansyah/rk)

 

 


BACA JUGA

Senin, 31 Agustus 2015 00:39

Ini Penyebab Mantan Kadispenda Kalbar Tewas

<p>SAMBAS-RK. Kecelakaan maut di Jalan Raya Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga, Sambas,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*