UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 21 Juni 2018 12:02
NGAKU SULIT..!! Mendata TKA Ilegal di Kalbar

PMA Buka Peluang Kerja Warga Lokal dan Asing

TKA Tiongkok saat diperiksa kelengkapannya.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Dari segi keterampilan, tenaga kerja Kalimantan Barat dianggap masih rendah. Sehingga perusahaan besar di Kalbar masih memanfaatkan tenaga kerja asing (TKA). Diberitakan Rakyat Kalbar, Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalbar, Gregorius Saputra Raharja menuturkan, periode 1 Januari - Mei 2018, tercatat debanyak 9.956 TKA lintas provinsi se Indonesia atau mobile. Artinya mereka yang bisa bekerja di dalam maupun luar Kalbar. "Sementara untuk TKA yang khusus Kalbar saja (tidak mobile) sekitar 710,” ungkapnya, kemarin.

Rata-rata dari jumlah TKA di Kalbar bekerja di perusahaan besar. Seperti PT WHW di Ketapang, Yayasan Misi, perusahaan perkebunan, pertambangan, kontruksi, jasa dan lainnya.  “Dari jumlah tersebut, PT WHW yang paling banyak menyerap TKA, yakni mencapai  400 lebih," ujarnya.

Namun TKA yang terdata ini adalah legal. Kalau ilegal, pihaknya sulit mendatanya. "Sebab mereka biasanya menggunakan visa kunjungan,” jelasnya. Dibanding sebelumnya, tahun ini ada peningkatan jumlah TKA di Kalbar. Lantaran provinsi ini makin banyak hadir perusahaan besar. Sehigga kesempatan kerja kian terbuka, baik bagi tenaga lokal maupun luar.

“Kita bisa lihat sektor pertambangan, jasa, pariwisata sudah mulai dibuka. Artinya peluang ini kesempatan kerja warga asing juga ada,” ucapnya. Keberadaan TKA sifatnya kebanyakan melekat pada perusaahan Penanaman Modal Asing (PMA). Apabila PMA meningkat, tentu akan menambah TKA.

“Sebab mereka (Perusahaan asing) ini juga punya prinsip, mereka menanam modal tentu akan membawa tenaga kerjanya untuk dipekerjakan,” ulasnya.  Kendati begitu kata dia, untuk memasukan TKA harus berdasarkan ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah. Sepanjang tidak memiliki tenaga ahli di bidangnya, perusahaan dapat memboyong TKA yang sesuai dengan kebutuhannya. 

“Jadi tidak sembarang membawa TKA. , Sepanjang perusahaan tidak memiliki tenaga ahlinya ini diperkenankan," jelasnya. Namun untuk pekerja di level rendah, tidak diperbolehkan memboyong TKA. Seperti tukang semen, pasir dan sebagainya. 

"Namun pada kenyataannya di lapangan beda. Mereka (PMA) punya prinsip, punya modal jadi mereka membawa tenaga kerjanya ketimbang memanfaatkan yang lokal,” sebutnya. Perusahaan-perusahaan ini juga sangat selektif dalam memilih karyawan. Sehingga ini juga menjadi alasan PMA membawa warganya untuk dipekerjakan.

“Seperti perusahaan Cina mereka sangat selektif dalam memilih karyawan, maka dari itu untuk ahlinya sendiri mereka terkadang membawa petugas dari negara mereka sendiri, sementara untuk level-level rendah, biasanya kebanyak masyarakat lokal,” tuturnya. Akan tetapi kata dia, Disnakertrans Kalbar juga menerapkan aturan pemerintah Indonesia. Untuk mendatangkan TKA harus memiliki keterampilan dan tersertifikasi. Jika tidak,  TKA tersebut dianggap ilegal dan diproses deportasi.

"Kita juga mengacu pada aturan, tidak sembarangan. Bahkan apabila kita temukan orang asing tidak punya izin, kita proses, bisa denda atau deportasi,” demikian Gregorius. (Nova Sari/rk)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 10:38

BPK Dalami Potensi Defisit APBD Kalbar

PONTIANAK- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Barat akan mempelajari persoalan defisit APBD Kalbar…

Selasa, 18 September 2018 10:35
Kesejahteraan dan Infrastruktur Kalbar Urutan 33

Midji Segera Bentuk Tim Percepatan Pembangunan

JAKARTA- Asia Kompetitif Institute (ACI) menempatkan kesejahteraan dan infrastruktur Kalimantan Barat…

Selasa, 18 September 2018 09:53

Jumlah DPT Kalbar untuk Pemilu 2019 Berkurang

PONTIANAK- Jumlah pemilih Kalbar pada Pemilu 2019 berkurang. Hal ini berdasarkan hasil perbaikan daftar…

Selasa, 18 September 2018 09:51
Nelayan Tercekik Birokrasi, Tiga SPBN di Kakap Tak Beroperasi Hampir Setahun

RIBET..!! Pengurusan Izin Melaut ke (Terlalu) Banyak

SUNGAI KAKAP- Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten…

Sabtu, 15 September 2018 22:44
Rencana Penambahan Runway Bandara Supadio

Gubernur Berharap Bisa Jadi Embarkasi Haji

PONTIANAK- Runway Bandara Internasional Supadio Kubu Raya rencananya akan diperpanjang. Sebelumnya 2250…

Sabtu, 15 September 2018 10:51

Polda Gagalkan Penjualan 4 Ekor Kucing Hutan

PONTIANAK- Tim Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalbar menggagalkan…

Kamis, 13 September 2018 11:31
Haul ke 217 Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie

Hujan Tak Bikin Jamaah Beranjak dari Tausiah UAS

 Masyarakat dari berbagai penjuru Kalbar berdatangan ke haul akbar Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie…

Selasa, 11 September 2018 11:22

Ribuan Massa Sambut Kedatangan UAS

PONTIANAK- Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat memadati Bandara Internasional Supadio Kubu…

Selasa, 11 September 2018 10:01

Ambil Ijazah Dimintai Rp300 Ribu, Mantan Kepsek Ditangkap

SEKADAU- Tim Saber Pungli Sekadau menciduk salah seorang Kepala SMA swasta di kabupaten tersebut. Pria…

Selasa, 11 September 2018 09:54
Malam Pisah Sambut Gubernur Kalbar

Midji Janji Tetap Tegas, Minta Bupati Wali Kota Kejar Ketertinggalan

PONTIANAK- Sutarmidji dikenal tegas ketika memimpin Kota Pontianak selama dua periode. Ketegasannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .