UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 13 Juni 2018 13:16
Frans Tidak Ada Sebut Bom

Pemeriksaan Dilakukan PPNS Kemenhub

WAWANCARA. Diaz Gwijangge diwawancara seputar perkembangan kasus yang dialami adiknya Frantinus Nirigi di Mapolda Kalbar, Selasa, (12/6). Andi Ridwansyah-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pihak keluarga Frantinus Nirigi pelaku candaan bom dalam pesawat Lion Air JT 687 tujuan Jakarta di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya, Senin (28/5) terus mengikuti perkembangan kasusnya. Mereka berkeyakinan pria yang akrab disapa Frans ini tidak bersalah.

Diberitakan Rakyat Kalbar, abang Frans, Diaz Gwijangge menuturkan, hasil penyelidikan sementara Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, bahwa warga Wamena Papua itu tidak pernah mengakui berkata bom. "Hasil pemeriksaan terbaru setelah diserahkan ke PPNS, Frans sama sekali tidak pernah mengakui berkata bom," ungkapnya kepada awak media ketika berada di Mapolda Kalbar, Selasa, (12/6).

Dikatakan dia, pihak keluarga dan masyarakat Papua sangat kecewa atas proses penanganan kasus yang dialami Frans. "Sebagai warga masyarakat yang awam hukum, secara psikologi warga menilai ada diskriminasi, seolah-olah orang Papua jadi warga negara kedua," katanya.

Kondisi tersebut sangat riskan sekali. Apalagi sebelum dilakukan pemeriksaan oleh PPNS Kemenhub, ada pernyataan Frans akan diberikan hukuman yang seberat-beratnya. "Proses hukum belum berjalan, kenapa mendahului memvonis?” tanya Diaz. Saat ini Frans sudah ditetapkan sebagai tersangka tunggal. Padahal masih ada pramugari dan pilot yang diduga ikut terlibat atas kepanikan yang terjadi di dalam pesawat. "Itukan kejanggalan-kejanggalan hukum, ada apa, konspirasi apa yang pihak keluarga dan masyarakat Papua tanyakan,” lugasnya.

Penetapan tersangka oleh penyidik kepolisian terhadap Frans kata dia, tidak ada alat bukti yang digunakan. "Hanya isu bom," ucapnya. Banyak kasus guyonan Bom yang sebelumnya terjadi tidak dilakukan penahanan. Misalnya kasus yang terjadi pada (2/6), ada penumpang yang akan membawa keluarganya sakit berobat ke Singapura menggunakan Garuda bikin isu bom. “Barangnya dicek, diperiksa. Setelah dicek, tidak apa-apa. Dia kemudian di kasi naik dan pergi," tukasnya.

Kasus lainnya yang dilakukan dua anggota DPRD Bayuwangi. Kendati bikin guyonan bom dalam pesawat, tapi hanya diperiksa. Setelah tidak ditemukan ada apa-apa, yang bersangkutan diizinkan pergi. “Permasalahan Frans dapat memicu bom waktu,” ucapnya.

“Ketika perlakuan terhadap kelompok minoritas, seperti suku-suku yang ada dalam negara kita dihimpun dalam ikatan bhineka tunggal ika, sementara dalam penerapan hukum ada ketidakadilan,” timpal Diaz. Diaz mengatakan, harus diakui terdapat perbedaan antara  bahasa Melayu dengan bahasa Papua.  Dialegnya berbeda, dalam ucapan orang Papua dengan warga Indonesia seluruhnya bagian barat dan tengah. “Jika bicara cepat, orang lain yang tidak tau tidak akan mengerti,” ucapnya.

"Di pesawat Frans  berkata laptop saya ada tiga biji di dalam tas, tolong bu' jangan kasar-kasar," sambung Diaz. Namun perkataan Frans tersebut dimaknai berbeda oleh pramugari. Frans dianggap menyebut kata bom, sehingga terjadilah kepanikan penumpang. "Ketika ingin masuk ke Bandara semuanya sudah di protek, sampai ikat pinggang juga di protek, kok bisa-bisa orang sudah di pesawat masih di bilang bawa bom," lugasnya.

Akhirnya security Bandara naik. Frans dipanggil. Barang bawaannya dicek, ternyata tidak ada bom. "Tas hanya berisi laptop, buku-buku, pakaian kotor yang diambil sebagai barang bukti," ungkapnya. Kemudian kata dia, pramugari umumkan penumpang tinggalkan pesawat sebanyak tiga kali. Karena penumpang tidak mau keluar, pramugari dalam vidio wawancara dengan media menuturkan, bahwa mereka berusaha dengan semaksimal mungkin menggunakan pengeras suara. Mengitruksikan penumpang meninggalkan pesawat.

"Dalam situasi tersebut kemudian membuat kepanikan penumpang. Jadi yang membuat kepanikan Frans atau pramugari?" tanyanya lagi. Ironisnya, pramugari dan pilot masih bebas berkeliaran.  tidak Sementara Frans telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Kalbar. "Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali," tutup Diaz. (Andi Ridwansyah/rk)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26
Narkotika Dimusnahkan, Puluhan Ribu Jiwa Terselamatkan

Bawa 100 gram Ketamine, Warga Tiongkok Dibekuk

PONTIANAK- Bawa 100 gram ketamine, Li Chuang Hui dibekuk polisi ketika melintas di Jalan Raya Anjongan…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:20

Ingin HUT Kota Pontianak Mendunia

PONTIANAK- HUT Kota Pontianak bisa menjadi jualan menarik. Ke mana-mana. Nusantara, hingga dunia. Dalam…

Senin, 08 Oktober 2018 12:24
Festival Arakan Pengantin Melayu, Sambut Hari Jadi Pontianak

Sesuai Adat dan Historis, Kreativitas Jangan Jauh Menyimpang

Pemerintah Kota Pontianak intens menjaga kearifan lokal. Berbagai tradisi dan budaya berupaya terus…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:51

Raja Tayan Minta Penjelasan GP Ansor, Ini Penjelasan GP Ansor Kalbar

PONTIANAK- Beberapa waktu lalu di berbagai daerah Indonesia, GP Ansor melakukan penolakan terhadap kegiatan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:46

Gubernur Ingin Seluruh Rumah Sakit Terintegrasi

PONTIANAK- Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:40

Gubernur Sentil Perusahaan Sawit

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji meresmikan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak Timur…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:35

Alhamdulillah, Ada 1.200 Rumah Murah untuk Polisi

PONTIANAK- Anggota kepolisian di lingkungan Polda Kalbar tak perlu khawatir lagi jika belum memiliki…

Kamis, 27 September 2018 10:51

Pejabat BUMD Terlibat Politik Praktis, Harus Diberi Sanksi Tegas

PONTIANAK- Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat Badan Umum Milik Daerah (BUMD) yang terlibat politik…

Kamis, 27 September 2018 10:41

Tanahnya Dikuasai Pengembang, Pria Ini Layangkan Gugatan ke PN

PONTIANAK- Maulana Muhammad, warga Jalan Parit Na’im, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang,…

Jumat, 21 September 2018 10:38

SEENAKNYA SAJA..!! Penghalang di Fasum Dibongkar Paksa

PONTIANAK- Sejumlah pemilik ruko memasang penghalang di atas fasilitas umum (fasum). Baik berupa portal,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .