UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 12 Juni 2018 14:48
Melawan Perampok, Ibu Rumah Tangga Luka Serius
PERAWATAN. Rahayu mendapatkan perawatan intensif setelah tumbang melawan perampok, Rabu (7/6) malam--Gusnadi-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Masyarakat tampaknya harus berhati-hati dari segala kemungkinan. Karena, kejahatan pencurian dengan kekerasan (Curas) mulai terjadi kembali. Seperti yang terjadi di rumah warga Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (7/6) malam.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Rahayu, penghuni rumah, akhirnya tumbang dan harus dilarikan ke rumah sakit. Kepala, wajah serta leher ibu rumah tangga berusi 50 tahun itu bersimbah darah setelah bergulat melawan pelaku.   “Kejadian sekitar jam setengah delapan malam. Salah satu warga melihat seorang tak dikenal jalan kaki menggunakan helm. Tak lama, Rahayu keluar dari rumahnya dan bersimbah darah di wajahnya. Dia sambil teriak minta tolong ada rampok,” ujar Idi, salah seorang warga sekitar yang menceritakannya pada Rakyat Kalbar, Rabu (7/6) malam.

Rahayu yang kondisinya sudah bersimbah darah, masih sempat menceritakan kejadian nahas tersebut pada tetangganya. Kata Rahayu, sambung Idi menceritakan, rumahnya dimasuki rampok dengan ciri-ciri pelaku menggunakan jaket dan postur badan kurus, tinggi. Pelaku mengenakan celana jeans pendek dan helm.

 “Pelaku masuk dari pintu depan. Sempat mengucapkan salam. Pas dibuka, langsung nanya dimana uang. Korban (Rahayu) melawan sehingga dipukul menggunakan gagang senjata tajam,” lugasnya menceritakan kejadian.

Lantaran korban tidak juga menginformasikan benda berharganya, sehingga terjadi duel dengan pelaku. Meski melukai korban, pelaku keluar dari rumah tersebut tanpa membawa apa pun.  “Masuk dari pintu depan, keluar pintu belakang. Sedangkan korban lukanya di wajah, leher dan pipi kanan,” pungkasnya.

Saat kejadian, suami Rahayu, H. Mustafa sedang menjalankan salat tarawih. Mustafa merupakan merupakan salah satu imam masjid. Warga yang mengetahui kejadian ini langsung menemui Mustafa untuk memberitahukan bahwa istirinya sudah dilarikan ke rumah sakit.

“Saat itu beliau tidak ada di rumah karena menjadi imam tarawih. Kami sampaikan kabar ini beliau pun langsung bergegas,” tambah Maulana Asri, yang juga tetangga korban. Saat kejadian, ternyata korban tidak hanya sendiri di dalam rumah. Korban ditemani anaknya yang masih berusia sekitar 2 tahun. Anak korban turut terkena imbas sekalipun tidak mengalami luka yang serius. “Tangan anaknya biru dan bengkak tapi sudah diamankan di rumah tetangga,” ujarnya.

Pantauan Rakyat Kalbar di lokasi kejadian, terlihat darah korban yang bersimbah di ruang tamu, ruang tengah dekat dapur serta beberapa tempat lainnya. Tampak pula hampir 10 masyarakat masih berkumpul di depan rumah korban sambil berjaga-jaga.

Korban awalnya dilarikan ke RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Kemudian dirujuk ke RS St Antonius. Hingga saat ini masih mendapatkan perawatan intensif dari dokter.  “Mata sebelah kanan lebam, pipi kanan lebam membiru, kening dan kepala kena luka sabetan pelaku yang menggunakan senjatan tajam kata istri saya. Tengkuknya diinjak karena masih melawan. Kata dokter luka sudah dijahit, terus patah di dahi dan tulang pipi,” papar Mustafa.

Ia berharap, kejadian ini dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati serta meningkatkan kewaspadaan. “Saya berharap pula kasus ini agar dapat diselesaikan oleh kepolisian supaya tidak terus menjadi teror bagi masyarakat,” harapnya.

Dikonfirmasi, Kapolsek Sungai Kakap, AKP Nyandang membenarkan adanya kejadian ini. “Kami langsung datang ke lokasi malam itu juga. Tidak ada barang-barang yang diambil,” jelasnya, Jumat (8/6).

Saat itu juga, kata Kapolsek, korban langsung dibawa ke rumah sakit. “Sampai hari ini, keluarga korban tidak mau membuat laporan polisi. Kita tidak tahu juga kenapa. Karena informasinya, pelaku datang dengan cara bertamu dan kemungkinan saling kenal,” pungkasnya. (gun/oxa)

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Juni 2018 13:50
Rumah Zakat Kalbar Himpun Donasi Umat

Warga Pinggiran Kapuas Jadi Target Penyaluran

Jelang Idul Fitri, aktivitas Rumah Zakat Kalbar semakin sibuk. Lembaga ini setia menanti umat yang ingin…

Rabu, 13 Juni 2018 13:16

Frans Tidak Ada Sebut Bom

PONTIANAK- Pihak keluarga Frantinus Nirigi pelaku candaan bom dalam pesawat Lion Air JT 687 tujuan Jakarta…

Selasa, 12 Juni 2018 14:59

Dianggap Pemeriksaan Tak Sesuai SOP, Satpol PP Diprotes

PONTIANAK- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak mendapat komplain dari masyarakat,…

Selasa, 12 Juni 2018 14:53
Jajanan Legenda Sejak Zaman Nenek Datok

Sotong Pangkong, Selalu Ramai di Malam Suci Ramadan

Ramadan memang bulan berkah. Banyak tradisi yang lahir di bulan suci umat Muslim ini. Di antaranya kuliner.…

Selasa, 12 Juni 2018 14:49

Transportasi Air Masih Jadi Andalan Pemudik

PONTIANAK- Musim mudik Idul Fitri tahun ini, transportasi air masih jadi andalan masyakat Kalbar. Terbukti,…

Rabu, 06 Juni 2018 15:24

Stok Beras di Pontianak Cukup 6 Bulan, BBM akan Ditambah

PONTIANAK- Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Pontianak, Mahmudah menyampaikan, dalam menyambut dan…

Rabu, 06 Juni 2018 15:21
Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2018

Kapolresta Belum Beri Rekomendasi Takbir Keliling

PONTIANAK- Polresta Pontianak telah membuat pengamanan Idul Fitri 1439 H/2018. Arus mudik angkutan darat…

Minggu, 03 Juni 2018 22:46

Tampil Secantik Artis

Wajah cantik ala artis, siapa yang tidak ingin? Mau nikahan, kondangan, wisuda, atau bahkan hanya pergi…

Minggu, 03 Juni 2018 22:40

Disortir Berkali-kali, KPU Berupaya Benar-benar Teliti

PONTIANAK- Surat suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kalbar telah didistribusikan ke kabupaten/kota.…

Minggu, 03 Juni 2018 21:36

Pangdam Resmikan Kompi Kavaleri 12/MDC

PONTIANAK- Jajaran TNI AD di Kalbar memiliki kekuatan baru, yaitu Kompi Kavaleri 12/Macan Dahan Cakti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .