UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 06 Juni 2018 15:31
Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

Akun Facebook Pengupload Dilaporkan

KUASA HUKUM. Kuasa hukum Cornelis, Lipi Asmed, Carlos Penadur, dari kantor advokat Martinus Ekok, memberikan konferensi pers, di Jalan Tanjungpura, Pontianak, Selasa (5/6). OCSYA ADE CP-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap sejumlah kalangan memojokkan suku dan agama tertentu. Video diduga diunggah akun Facebook atas nama Ulfa Nilawati. Akun Facebook ini dilaporkan kuasa hukum Cornelis, yakni Lipi Asmed, Carlos Penadur, dari kantor advokat Martinus Ekok. Karena diduga mengupload, membuat, distribusi, bahkan mentransmisikan video berdurasi 02.39 menit tersebut.

"Kami tim penasehat hukum Cornelis menjelaskan bahwa pertama kami telah membuat laporan di Polda Kalbar karena apa yang dibuat di Facebook itu tidak benar," kata Lipi saat menggelar pertemuan dengan awak media di Jalan Tanjungpura, Pontianak Selatan, Selasa (5/6).

Rakyat Kalbar memberitakan, ditegaskannya, dalam pidato Cornelis tersebut tidak ada kalimat yang menghina salah satu agama dan suku. "Kedua, dalam pidato Cornelis tidak ada kata dan atau kalimat yang menghina Islam dan Melayu," ujarnya. Lipi berharap, dengan sempat viralnya video tersebut diharapkan agar seluruh elemen masyarakat tidak terpengaruh. "Ketiga, pada seluruh masyarakat Kalbar yang Dayak tidak terprovokasi dengan beredarnya Facebook tersebut," harapnya.

Selain itu, ia pun menduga bahwa video tersebut diviralkan guna membuat gaduh suasana yang kondusif di Kalbar. "Keempat, kami menduga kuat diviralkannya Facebook tersebut untuk membuat gaduh suasana yang sudah kondusif menjelang Pilkada di Kalbar," katanya.

Ia pun mengatakan, pihaknya telah memasukan laporan. Namun masih bersifat pengaduan. "Kita masukan laporan masih bersifat pengaduan. Video itu saat acara di Kapuas Palace pertemuan Temenggung se Kalbar saat Dawai Dayak belum lama ini," bebernya. Kuasa hukum Gubernur Kalbar dua periode ini pun mengatakan, diduga pemilik akun tersebut melanggar pasal berlapis.

"Dugaan melanggar Pasal 27 ayat 3, pasal 28 junto pasal 45 UU 11 tahun 2008 yang diubah di UU 19 tahun 2016 ITE," ujarnya. Saat coba ditelusuri di media sosial Facebook, ternyata akun Ulfa Nilawati telah tidak dapat ditemukan. Kemungkinan telah ditutup sang pemilik akun. (Ocsya Ade CP/rk)

 


BACA JUGA

Minggu, 11 November 2018 11:40

Demi Pelayanan yang Lebih Baik, Ombudsman Ajak Berjuang

PONTIANAK-  Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Barat mengadakan kegiatan ngopi bareng. Bertajuk…

Minggu, 11 November 2018 11:07

Rasakan..!! Polisi Miskinkan Bandar Narkoba asal Kalbar

PONTIANAK- Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimatan Barat bersama Bareskrim Polri mengungkap tindak…

Sabtu, 10 November 2018 10:43
Robo-Robo Tradisi Baca Doa Tolak Bala

Dilaksanakan Rabu Akhir Bulan Safar, Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya

Setiap Rabu akhir Safar Hijriah, masyarakat menggelar robo-robo. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pusat…

Sabtu, 03 November 2018 13:33

Dorong Kalbar Fortopolio Provinsi Pertama Pemanfaatan PLTN di Indonesia

PONTIANAK- Anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, ST mendorong Provinsi Kalbar menjadi portofolio…

Sabtu, 03 November 2018 13:30

Pemekaran Kapuas Raya Jadi Perhatian Gubernur

PONTIANAK-  Anggota Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalbar. Mereka diterima…

Sabtu, 03 November 2018 13:29

HEBOH..!! Istri Polisi Dicekik dan Ditampar Istri Kapolresta

PONTIANAK- Nia Kurnia terbaring lemas di ruang rawat inap Rumah Sakit Antonius Pontianak, Jumat (2/11).…

Selasa, 30 Oktober 2018 12:14

Mantan Kasat Poltabes Pontianak Jadi Korban Lion Air JT 610

PONTIANAK- Pesawat Boeing 737 MAX 8 milik PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) mengalami kecelakaan di…

Jumat, 26 Oktober 2018 11:49
Petani Geruduk dan Segel Pabrik Sawit

PT. MPE Belum Penuhi Tuntutan, Pemagaran Jalan Berlanjut

SEKADAU- Kisruh petani plasma dengan pihak perusahaan sawit PT Multi Prima Entakai (MPE) di Kabupaten…

Jumat, 26 Oktober 2018 11:45

Dendam, Mantan Bini Ditikam Berkali-kali

SINGKAWANG- Sepuluh adegan yang diperagakan tersangka SR alias JM dalam rekonstruksi kasus pembunuhan…

Rabu, 24 Oktober 2018 13:05
KAMMI Evaluasi 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Banyak Janji Belum Terealisasi

PONTIANAK- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Kalbar menggelar unjuk rasa mengevaluasi empat tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .