UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 06 Juni 2018 15:02
LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

Polisi: Jangan Bertindak Sendiri Tanpa Mengetahui Permasalahannya

DISKUSI AGAMA. Kosim (baju hitam) berdiskusi tentang agama bersama anggota Jamaah Tabligh lainnya di Masjid Quba Jalan Parit Haji Husin 2 Pontianak, Minggu (3/6). Bangun Subekti-RK

PROKAL.CO, BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang Kabupaten Bengkayang, rombongan Jamaah Tabligh (JT) diangkut polisi ke Mapolsek Bengkayang, Jumat (1/6). Mereka diangkut lantaran adanya laporan warga setempat mengenai keberadaan warga India dalam rombongan JT tersebut.

 “Atas adanya laporan warga terkait kehadiran WNA asal India yang melakukan dakwah di Masjid Al-Taqwa kami segera melakukan pemantauan di lapangan. Petugas kita pun menemukan WNA Asal India, sehingga segera kita amankan," ungkap Kabag Ops Polres Bengkayang Kompol Paino kepada Rakyat Kalbar di Mapolres Bengkayang, Sabtu (2/6).

Diberitakan Rakyat Kalbar, bersama delapan warga India itu, diperiksa pula H. Khoiril, asal Sanggau Ledo Bengkayang dan Hamzah asal Kota Pontianak selaku penterjemah. Termasuk Uray Lia, warga Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih selaku pemilik motor air yang membawa rombongan JT.

Pada pemeriksaan, delapan warga India dilengkapi dengan pasport dan identitas kelengkapan lainnya. Mereka sudah 20 hari berada di Kalbar. “Kami telah mintai keterangan dan kami sudah melakukan pengecekan kelengkapan administrasinya berupa paspor dan identitas lainnya,” ujarnya.

Selanjutnya kata Paino, warga asing tersebut diberi pembinaan. Bahwa setiap kegiatannya di Indonesia agar terlebih dahulu melapor. Baik di tingkat RT, dusun, desa dan kecamatan. Sebelum di Bengkayang, rombongan JT ini terlebih dahulu melakukan kegiatan yang sama di Kabupaten sambas. Setelah ini, mereka rencananya akan ke Kota Singkawang.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, mereka dipersilahkan melanjutkan dan berdasarkan keterangan dari penterjemah yang saat pemeriksaan mereka akan melanjutkan aktivitasnya ke Kota Singkawang," terang Paino

Terkait ini dia mengimbau masyarakat Bengkayang tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Laporkan segala sesuatu yang dicugai kepada aparat kepolisian. Pihak Kepolisian tetap akan memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.  “Jangan ada warga yang bertindak sendiri tanpa mengetahui persis permasalahan yang terjadi dan sebaiknya berkoordinasi dengan aparat terdekat,” tutup Paino.

Sementara itu, Khoiri menuturkan, delapan warga India tersebut sudah 20 hari berada di Bengkayang. Tujuan mereka ke Bumi Sebalo tidak lain sekedar berdakwah. “Kami tidak melakukan kegiatan yang bertentangan. Tujuan kami dakwah,” tegasnya. JT kata dia, tidak boleh bicara politik, khilafiah atau perbedaan antar ulama. Kemudian tidak boleh meminta sumbangan atau derma dan bicarakan aib masyarakat setempat.

“Itulah inti ajaran yang sering kita sampaikan kepada jamaah dan perbedaannya dengan yang lain,” lugas Khoiri. Terpisah, ditemui Masjid Quba Jalan Parit Haji Husin 2 Kota Pontianak, salah seorang anggota JT, Kosim mengaku tidak tahu pasti mengenai kejadian rekan mereka yang sempat diamankan polisi di Mapolres Bengkayang. "Kami tidak begitu tahu tentang berita itu," jawabnya kepada Rakyat Kalbar, Minggu (3/6).

JT yang berpusat di Masjid Quba itu tidak pernah melakukan kegiatan selain dakwah keliling dan mengajarkan agama. Dicurigai bahkan ditolak oleh kelompok masyarakat sudah biasa pihaknya alami. “Bila keadaannya sudah demikian, kami pilih mundur saja. Kami tidak ingin membuat masyarakat menjadi resah," tuturnya.

Namun kata Kosim, ada kalanya masyarakat tertarik dengan kehadiran mereka. Terlebih apa yang mereka bawa tidak mengatas namakan aliran atau jamaah lain. Tetapi benar-benar dakwah Islam.  Dengan metode itu, mereka mampu mengubah paradigma masyarakat yang beranggapan JT adalah kelompok yang tertutup.

Namun saat diajak bicara politik, jawaban Kosim enggan berkomentar. Pasalnya, mereka tidak diperbolehkan bicara mengenai politik atau masalah-masalah khilafiyah. "Yang begitu-begitu cukup tahu saja, nggak perlu dibahas di muka publik. Karena hal itu justru akan memecah umat nantinya. Kami nggak mau seperti itu," paparnya.

Pantauan Rakyat Kalbar, apa yang dikerjakan anggota JT hanya sekedar melakukan amaliyah. Mengisi bulan puasa seperti Salat Sunnah, Tilawah dan Tadabbur Alquran serta diskusi-diskusi kecil mengenai program kerja mereka untuk melakukan Safari Dakwah. Tidak ada membicarakan hal-hal kekinian, seperti peristiwa bom di Surabaya atau penangkapan anggota JT oleh kepolisian Bengkayang.

"Yah, kita tau sendiri lah bahwa para teroris itu memang bukanlah bagian dari jamaah mana pun yang menjalankan Sunnah Rasulullah. Kalau mereka bagian dari kami, tentu kegiatan kami ini tidak diapresiasi oleh masyarakat bahkan Kapolda Kalbar sekali pun," tukas Kosim. Di akhir wawancara, Kosim mengajak masyarakat untuk sama-sama datang dan melihat sendiri bagaimana kegiatan mereka di masjid dan luar masjid.

"Silahkan saja datang ke sini. Lihat sendiri bagaimana kami menjalankan aktivitas. Ada kajian Ta'lim, pembahasan kegiatan dakwah keliling dan juga manajemen bagi anggota yang hendak dakwah keliling mengenai pengaturan nafkah bagi keluarga yang ditinggal sementara. Lengkap semuanya," demikian Kosim. (Kurnadi, Bangun Subekti/rk)

 


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya

PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…

Minggu, 03 Juni 2018 22:48
Diduga Dendam Lama, Juru Parkir Nasi Goreng 21 Diancam

Gigit Peluru dan Lepaskan Tembakan, Mat Pirang Diciduk Polisi

PONTIANAK- Mat Roji alias Mat Pirang terpaksa berurusan dengan kepolisian. Pria 42 tahun yang tinggal…

Minggu, 03 Juni 2018 22:42

INGAT..!! Parkir di Luar Transmart Bakal Ditilang

PONTIANAK- Parkiran pengunjung Transmart yang tak sesuai aturan di dekat bundaran Jalan Trans Kalimantan…

Minggu, 03 Juni 2018 21:35
Terciduk Satgas Pamtas di Jalan Tikus Perbatasan Sanggau

Bawa Amunisi, Dua Warga Malaysia Diamankan

PONTIANAK- Bawa amunisi dan senjata api (Senpi), dua warga Malaysia diamankan Satuan Tugas Pengamanan…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:06

TERNYATA..!! Frantinus Itu Anak Mantan Menteri Zaman Belanda

PONTIANAK- Tim Kuasa Hukum Frantinus Nirigi menginginkan perkara yang dilakukan kliennya dapat diselesaikan…

Sabtu, 02 Juni 2018 12:54
Frantinus Terprovokasi Sikap Tak Ramah Pramugari

Kepanikan Dipicu Pengumuman ‘Ada Bahan yang Bisa Peledak’

Perkara Frantinus Nirigi, seorang penumpang yang menyebutkan kata-kata bom kepada pramugari pesawat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .