UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 06 Juni 2018 14:29
Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk
TRANSPOTASI AIR DI DARATAN. Banjir melanda pasar Laja Desa Paal, Nanga Pinoh, Melawi, Minggu (3/6). Warga terpaksa menggunakan sampan untuk beraktivitas. Feri for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir sungai Melawi dan pesisir sungai Pinoh. Diberitakan Rakyat Kalbar, akibat banjir banyak rumah warga serta sejumlah fasilitas umum (Fasum) terendam. Aktivitas warga jadi terganggu. Bahkan aktivitas jual-beli di pasar Laja Desa Paal Nanga Pinoh terhenti.

Pasar yang biasanya ramai pengunjung ini terlihat sunyi. Sudah tiga hari belakangan ketinggian air sekitar satu meteran. Hanya ada sebagai anak yang mandi di sekitar tersebut. Salah seorang pedagang di pasar Laja, Joni mengatakan, dirinya terpaksa istirahat berjualan sejak Jumat (1/6). Sebab pasar Laja tergenang. “Mungkin Allah memnyuruh istirahat beberapa hari ini,” katanya, Sabtu (2/6).

Berdasarkan pantauan Rakyat Kalbar, hingga Minggu siang (3/6) air masih merendam pasar Laja. Meskipun mulai surut, kedalaman air sekitar 1 meteran. Tidak cuma pasar Laja, air turut merendam sejumlah rumah warga dan Fasum. Seperti SD 13 Nanga Pinoh. “Yang nyaris terendam, Surau Shabirin,” ucap Feri, salah seorang warga Desa Paal.

Senada disampaikan Rio, warga Desa Tanjung Arak Kecamatan Pinoh Utara. Banjir di Desa Tanjung Arak sudah tiga hari. Sebagian besar jalan-jalan rumah warga di desa tersebut terendam. Masyarakat tidak bisa beraktivitas seperti biasanya.

“Mau noreh pun kesulitan dan ada pula yang tidak berani dengan derasnya arus air,” ucapnya.  Saat ini kata dia, ekonomi masyarakat semakin sulit. “Mudah-mudahan pemerintah bisa memberikan perhatiannya,” ujar Rio.

Banjir juga merendam Desa Lengkong Nyadom Kecamatan Ella. Warga Lengkong Nyado, Anton berharap perhatian pemerintah terhadap korban banjir. Pasalnya, banyak warga yang mayoritas sebagai petani karet tidak bisa bekerja. “Jelas semakin terpuruk ekonomi masyarakat bang. Di Lengkong nyadom ini, rata-rata petani karet, kalau tidak mengaret, jelas tidak ada penghasilan, artinya tidak ada untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Di Desa Lengkong Nyadom, ada sekitar 70 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Kedalaman air bervariasi. Mulai 2 hingga 3 meter. “Yang jelas kami merasa kesusahan. Harapan kepada pemerintah, ya semoga bisa memberikan bantuan. Terutama kebutuhan untuk makan sehari-hari,” harapnya.

“Karena kalau seminggu banjir melanda, petani karet tidak bisa bekerja dan tidak ada penghasilan. Bisa kelaparan masyarakat,” sambung Anton.  Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi Syafaruddin mengatakan, hasil pemantau kondisi banjar di wilayah Banga Pinoh kondisi air cenderung bertahan dan potensi menurun Desa Paal, Desa Baru Kelakik, Tekelak Kapuas Kiri Hilir, Kompas Raya dan Tanjung Lai. Ada dua desa terdampak yang sudah dilaporkan pemerintahan desa ke BPBD Melawi. “Akan disalurkan bantuan dari BPBD,” ujarnya.

Kondisi daerah lain sama. Karena banjir merata di semua kecamatan. Namun belum ada laporan dari pihak kecamatan dampak terhadap warga. “Untuk sementara BPBD monitor dan standby,” ucapnya. (Dedi Irawan/rk)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 08 Agustus 2018 22:33
Pelaku Penganiaya Anak Jalani Tes Kejiwaan

KEJAM..!! Anak Disiksa, Dadanya Diinjak-Injak

PONTIANAK- Ibrahim Taufik, pria 30 tahun yang menganiaya anak angkatnya Ainun Maya hingga meninggal…

Sabtu, 04 Agustus 2018 20:15
2.225 Jemaah Kalbar Telah Diterbangkan ke Tanah Suci

Ombudsman Ajak Pantau Penyelenggaraan Haji

PONTIANAK- Ombudsman RI Perwakilan Kalbar memantau penyelenggaran ibadah haji tahun 2018. Masyarakat…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:38
Pembangunan PLTU Kalbar-1

MANTAP..!! Kini Tak Lagi ‘Minta’ Listrik Malaysia

PONTIANAK- PT. GCL Indo Tenaga menggelar media gathering di Hotel Gajahmada, Pontianak, Rabu (1/8).…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:16
Pelecehan dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

MENGGILA..!! Kasus di Kalbar kian Parah, Pelakunya Orang Terdekat

PONTIANAK- Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kalimantan Barat terparah dalam sepuluh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:14
Potensi Defisit APBD Kalbar 2018

Kalau Ada Penyimpangan Harus Ditangkap

PONTIANAK- Potensi defisit APBD Kalbar Tahun Anggaran 2018 berdampak terhadap pencairan dana pengerjaan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:13

Ini Dia Kasdam Tanjungpura yang Baru

SUNGAI RAYA- Jabatan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura berganti. Dulunya dijabat Brigjen TNI…

Minggu, 29 Juli 2018 21:45

Waduh, Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar Bawa Sabu

JAKARTA- Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Viktor Yogi Tambunan membenarkan kabar penangkapan anggota…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:00

KEREN..!! Kapuas Hulu Jadi Cagar Biosfer Baru

PUTUSSIBAU-  Betung Kerihun Danau Sentarum (BKDS) Kapuas Hulu resmi dikukuhkan menjadi cagar biosfer…

Kamis, 26 Juli 2018 20:47
Jamaah Asal Kalbar Mulai Diberangkatkan Minggu

7 CJH Sanggau Berpotensi Gunakan Kursi Roda

PONTIANAK- Sebanyak 109 calon jemaah haji (CJH) dari kuota 110 asal Kabupaten Sanggau siap menunaikan…

Kamis, 26 Juli 2018 20:46
Amankan Dua Pelaku Pembakaran Lahan

Kemarau, Sungai Kapuas Mulai Mengering

PONTIANAK- Dalam dua minggu terakhir, lahan yang terbakar di wilayah hukum Polresta Pontianak mencapai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .