UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap
APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya
Kapal milik nelayan Vietnam.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia menangkap 14 kapal ikan asing (KIA) yang berasal dari Vietnam.

Diberitakan Rakyat Kalbar, kapal-kapal pencuri ikan ini ditangkap di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Laut Cina Selatan/Laut Natuna Utara, Minggu 27 Mei 2018. "Mereka saat ditangkap tengah melakukan penangkapan ikan," kata Kasubsi Oprasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran, Stasiun PSDKP Pontianak, Mochamad Erwin saat ditemui di Dermaga Stasiun PSDKP Pontianak, Minggu (3/6).

Erwin menerangkan, kapal Vietnam ini ditangkap dalam rangka operasi rutin Ditjen PSDKP KKP dengan Bakamla. Dalam operasi ini, tim gabungan menggunakan 6 kapal pengawas. Dalam pelaksanaannya, kapal pengawas secara bersama-sama melakukan patrol dan mendeteksi sekitar 30 kapal asing.  “Yang berhasil ditangkap hanya 14 kapal. Sisanya melarikan diri. Setelah ditangkap, 10 kapal Vietnam ini di-adhock ke Statiun PSDKP Pontianak dan 4 dibawa ke PSDKP Batam," terang Erwin.

Selain kapal, petugas juga mengamankan 74 awak kapal yang semuanya berasal dari Vietnam. Kemudian turut mengamankan hasil tangkapan. "Ada ikan juga diamankan. Ikan campur. Karena pakai trawl jadi hajar langsung. Ini masih belum bisa dipastikan jumlah ikannya. Kita masih periksa," jelasnya.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Erwin, kapal-kapal Vietnam ini tidak dilengkapi dokumen SIUP dan SIPI yang sah dari Pemerintah Indonesia. Mereka juga menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang dioperasikan di WPP RI, yakni trawl dan pair trawl. "Ini nantinya akan kita limpahkan ke Kejaksaan. Ini masih diselidiki. Apa saja barang dalam kapal itu, selain hasil tangkapan," pungkasnya. Sesuai peraturan, tindak pidana illegal fishing ini melanggar Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1), Pasal 93 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 85 jo Pasal 9 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Personel Bakamla, Suyitno menceritakan, saat terdekteksi, kapal-kapal Vietnam ini sedang melakukan penangkapan ikan secara bergerombolan. “Ada yang 4 ada yang 5 gerombol,” tuturnya. Saat melihat keberadaan petugas, berbagai macam upaya perlawanan pun dilakukan. "Mereka berupaya lari dari kejaran petugas. Sampai harus keluar batas, sehingga tidak dapat dikejar petugas," katanya.

Kapal-kapal yang kabur itu, dijelaskanya, sudah sempat diberikan tembakan peringatan sebanyak tiga sampai empat kali. Namun masih saja tetap tidak berhasil diamankan. Selain melarikan diri, para nelayan dari dua kapal Vietnam ini berusaha membakar kapalnya sendiri. Dimaksud agar petugas tak mendekat.

"Kita tempel kapalnya, kita turunkan personel, kita padamkan api dan kita amankan mereka," ungkapnya. Suyitno menilai, modus membakar kapal yang dilakukan kapal berbendera Vietnam itu baru-baru ini ditemui. Menurutnya, hal itu sebagai upaya pengalihan agar petugas mundur dan tidak mengejar kapal mereka.

Namun sebelumnya, juga modus lain untuk menghentikan upaya penangkapan petugas. "Mereka memang suka melakukan perlawanan dengan melarikan diri, serta membuang jaring untuk menghalangi kita. Bahkan dengan modus baru membakar kapal," katanya.

Sementara itu, Kapten Kapal Pengawas Hiu Macan 01, Samson yang juga berhasil menangkap dua kapal asing tersebut menambahkan, pihaknya melakukan pengepungan terhadap kapal asing dalam penangkapan. "Kami melakukan pengepungan kepada kapal. Seperti jaring apollo, saya namai," katanya.

Dia menduga, maraknya kapal asing memasuki wilayah perairan Indonesia akhir-akhir ini, dimungkinkan para pelaku mengira petugas terkait maupun nelayan Indonesia jarang ke laut, dikarenakan momentum puasa dan akan menyambut Idul Fitri.

"Mereka berpikir tidak ada patroli laut, sehingga momen tersebut dimanfaatkan mereka untuk melakukan pencurian ikan, tapi kita muncul dengan koordinasi yang baik," paparnya. (Ocsya Ade CP dan Andi Riduansyah/rk)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…

Minggu, 03 Juni 2018 22:48
Diduga Dendam Lama, Juru Parkir Nasi Goreng 21 Diancam

Gigit Peluru dan Lepaskan Tembakan, Mat Pirang Diciduk Polisi

PONTIANAK- Mat Roji alias Mat Pirang terpaksa berurusan dengan kepolisian. Pria 42 tahun yang tinggal…

Minggu, 03 Juni 2018 22:42

INGAT..!! Parkir di Luar Transmart Bakal Ditilang

PONTIANAK- Parkiran pengunjung Transmart yang tak sesuai aturan di dekat bundaran Jalan Trans Kalimantan…

Minggu, 03 Juni 2018 21:35
Terciduk Satgas Pamtas di Jalan Tikus Perbatasan Sanggau

Bawa Amunisi, Dua Warga Malaysia Diamankan

PONTIANAK- Bawa amunisi dan senjata api (Senpi), dua warga Malaysia diamankan Satuan Tugas Pengamanan…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:06

TERNYATA..!! Frantinus Itu Anak Mantan Menteri Zaman Belanda

PONTIANAK- Tim Kuasa Hukum Frantinus Nirigi menginginkan perkara yang dilakukan kliennya dapat diselesaikan…

Sabtu, 02 Juni 2018 12:54
Frantinus Terprovokasi Sikap Tak Ramah Pramugari

Kepanikan Dipicu Pengumuman ‘Ada Bahan yang Bisa Peledak’

Perkara Frantinus Nirigi, seorang penumpang yang menyebutkan kata-kata bom kepada pramugari pesawat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .