UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 03 Juni 2018 22:48
Diduga Dendam Lama, Juru Parkir Nasi Goreng 21 Diancam
Gigit Peluru dan Lepaskan Tembakan, Mat Pirang Diciduk Polisi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Mat Roji alias Mat Pirang terpaksa berurusan dengan kepolisian. Pria 42 tahun yang tinggal di kawasan Jalan Kom Yos Sudarso, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat itu ditangkap di kediamannya, kemarin. Dia diduga melakukan tindak pidana pengancaman dengan menggunakan senjata api dan membawa senjata api tanpa izin yang sah.

Rakyat Kalbar memberitakan, kejadian ini berlangsung di halaman parkir Warung Makan Nasi Goreng 21, Jalan H Rais A Rahman, Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat, Rabu (26/5) pukul 17.30 Wib. Kala itu, Mat Pirang melakukan pengancaman terhadap Syaiful Bahri (49), warga Jalan Tanjung Raya 1, Pontianak Timur yang bekerja senagai juru parkir di Warung Makan Nasi Goreng 21 tersebut.

Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Bermawis menerangkan, hasil pemeriksaan sementara diketahui kejadian bermula ketika Syaiful sedang jaga parkir di lokasi bersama Ari (29) dan Fajar (23). Kemudian datang Mat Pirang bersama temannya makan bakso di Rumah Makan Bakso Keluarga yang bersebelahan dengan Nasi Goreng 21.

“Setelah selesai makan, pelaku keluar dan berpapasan dengan dengan korban. Kemudian pelaku bilang ‘Permisi Bang’. Lalu  dijawab korban ‘Iya Bang’. Selanjutnya pelaku menemui Ari yang saat itu sedang merapikan sepeda motor pengunjung. Pelaku bertanya kepada Ari “Ade permasalahan ape di parkiran nih?’. Lalu Ari mengatakan kepada pelaku untuk menanyakan hal itu ke Maulidi,” terang Bermawis kepada sejumlah wartawan, Sabtu (2/6).

Ari, kata Bermawis, langsung memanggil Maulidi. Belum sempat diberi penjelasan, pelaku langsung mengeluarkan sebutir peluru. “Lalu pelaku menggigit peluru tersebut sambil bilang ke Ari “Ni peluru. Peluru yak aku makan’. Kemudian pelaku pelaku mengeluarkan senjata api jenis genggam laras pendek yang mirip dengan pistol yang diselipkan di pinggangnya,” ujar Bermawis.

Pelaku, kemudian memasukkan peluru yang digigitnya tersebut ke senjata apinya. Dia kemudian menembakkannya ke bawah sebanyak satu kali. “Saat menembak pelaku berkata “Mana Syaiful mana Iwan, biar aku tembak die’,” tutur Bermawis menirukan ucapan pelaku.

Ternyata tak puas disitu saja. Usai menembak, Mat Pirang memaki Syaiful dan kawan-kawannya. Nampaknya ia kesal karena menganggap gara-gara Syaiful dan kawan-kawan, maka anaknya tidak bisa bekerja menjadi juru parker di lokasi tersebut. “Setelah itu pelaku dipanggil temannya untuk naik ke sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam. Pelaku kemudian pergi sambil mengarahkan senjata apinya ke arah Ari disertai teriakan memaki Syaiful,” jelas Bermawis.

Syaiful dan kawan-kawan yang merasa terancam kemudian membuat Laporan Polisi (LP) di Piket Penjagaan Polsek Pontianak Barat. Setelah itu dia diarahkan ke anggota Piket Reskrim untuk dibuatkan BAP. “Anggota Reskrim pun langsung melengkapi administrasi penyidikan guna mengejar keberadaan pelaku,” tegas Bermawis.

Upaya selanjutnya membentuk tim Reskrim Polsek Pontianak Barat dengan Polresta Pontianak. Minggu 27 Mei 2018  dini hari, kata Bermawis, tim gabungan yang dipimpinnya bersama Wakasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Efadhoni Lilik Pamungkas meluncur ke rumah pelaku Mat Pirang.

Pada pukul 01.20 Wib, tim tiba di rumah pelaku dan langsung membagi tugas. Sebagian mengepung rumah dan sebagian menemui Ketua RT setempat yang bernama Nana Sujana untuk meminta dampingan saat melakukan penangkapan dan penggeledahan rumah pelaku.

“Saat rumah pelaku dikepung, pelaku diminta untuk keluar dari rumah menyerahkan diri. Akan tetapi tidak digubris sehingga penggeledahan rumah dilakukan dengan upaya paksa dan pelaku berhasil ditangkap di rumahnya. Tepat dalam kamar keluarga yang mana saat itu ada istri dan anaknya,” papar Bermawis.

Kondisi rumah pelaku, rata-rata pintu dan jendela tedrbuat dari teralis. Sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk melakukan penggeledahan. Setelah berhasil diamankan, Mat Pirang tetap tidak mengakui perbuatannya dan tidak mau menunjukan keberadaan senjata api genggam yang digunakannya. Penggeledahan di setiap penjuru rumah maupun mobil miliknya pun dilakukan, namun senjata api itu tetap tidak ditemukan.

“Pelaku berkarakter ulet dan keras terkesan banyak berkelit sehingga tidak mau mengakui kesalahannya dan tidak mau menyerahkan senpi itu. Akan tetapi, berdasarkan alat bukti yaitu keterangan korban dan saksi serta proyektil peluru yang ditemukan di lapangan, pelaku tetap dibawa ke Mapolsek Pontianak Barat untuk proses penyelidikan dan penyidikan,” ucapnya.

Pada saat di Mapolsek Pontianak Barat, Mat Pirang izin ke kamar kecil untuk buang air kecil. Petugas pun mengizinkan dan mendampingi. Saat di dalam kamar kecil, petugas melihat Mat Pirang hendak membuang barang berupa kotak hitam, berbentuk segi empat terbuat dari seng.

Dengan sigap petugas memegang pelaku dan memintanya untuk kembali mengambil kotak tersebut. Rupanya dalam kotak hitam tersebut berisi 6 butir pil warna pink yang diduga ekstasi. “Setelah dilakukan test urin, pelaku positif menggunakan zat amphetamine,” terangnya.

Dari catatan polisi pun terungkap, Mat Pirang merupakan DPO Polsek Pontianak Barat yang diduga telah melakukan tindak pidana penadahan laptop yang dicuri oleh Iyong dan Alau yang saat ini kedua pelaku tersebut telah mendekap di Rumah Tahanan Polsek Pontianak Barat.

“Pelaku Mat Pirang masih diperiksa di Mapolsep. Dia dijerat Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Jo Pasal 335 KUHPidana. Sementara itu saya tetap memerintahkan personel Reskrim untuk mencari keberadaan senpi genggam yang digunakan pelaku untuk melengkapi alat bukti dan memudahkan proses penyidikan,” pungkas Bermawis. (oxa)

 


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya

PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…

Minggu, 03 Juni 2018 22:42

INGAT..!! Parkir di Luar Transmart Bakal Ditilang

PONTIANAK- Parkiran pengunjung Transmart yang tak sesuai aturan di dekat bundaran Jalan Trans Kalimantan…

Minggu, 03 Juni 2018 21:35
Terciduk Satgas Pamtas di Jalan Tikus Perbatasan Sanggau

Bawa Amunisi, Dua Warga Malaysia Diamankan

PONTIANAK- Bawa amunisi dan senjata api (Senpi), dua warga Malaysia diamankan Satuan Tugas Pengamanan…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:06

TERNYATA..!! Frantinus Itu Anak Mantan Menteri Zaman Belanda

PONTIANAK- Tim Kuasa Hukum Frantinus Nirigi menginginkan perkara yang dilakukan kliennya dapat diselesaikan…

Sabtu, 02 Juni 2018 12:54
Frantinus Terprovokasi Sikap Tak Ramah Pramugari

Kepanikan Dipicu Pengumuman ‘Ada Bahan yang Bisa Peledak’

Perkara Frantinus Nirigi, seorang penumpang yang menyebutkan kata-kata bom kepada pramugari pesawat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .