UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 02 Juni 2018 12:54
Frantinus Terprovokasi Sikap Tak Ramah Pramugari
Kepanikan Dipicu Pengumuman ‘Ada Bahan yang Bisa Peledak’
Frantinus Sigiri

PROKAL.CO, Perkara Frantinus Nirigi, seorang penumpang yang menyebutkan kata-kata bom kepada pramugari pesawat Lion Air JT 687 rute Pontianak-Jakarta di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya, Senin (28/5) malam mendapat dampingan Kuasa Hukum dari Kantor Firma Hukum Ranik Lin Associate. Kepada kuasa hukumnya, pria yang biasa disapa Frans itu mengaku terpaksa mengeluarkan ucapan ‘ada bom’ lantaran terprovokasi sikap pramugari yang cenderung tak ramah.

“Memang dia ada mengucapkan kata-kata ‘awas jangan kasar-kasar menyimpan tasnya, ‘ada bom’ kepada salah seorang pramugari,” kata Theo Kristoporus Kamayo, Kuasa Hukum dari Kantor Firma Hukum Ranik Lin Associate kepada wartawan usai menjenguk Frans di Polresta Pontianak, Rabu (30/5).

Menurut dia, saat dijenguk kondisi Frans dalam keadaan baik. Agak tenang. Ia mengatakan, Frans kesal karena pramugari Lion Air itu tak hati-hati saat menyimpan tasnya ke dalam bagasi kabin. Padahal saat itu di dalam tas Frans terdapat tiga unit laptop.

Frans menurut Theo, mengaku sebagai penumpang terakhir yang masuk ke pesawat. Ia awalnya duduk di seat 2 A. Karena penumpang sebelahnya ingin duduk di dekat jendela, Frans mengalah duduk di seat 2 C. Dekat lorong.

Saat itu, bagasi kabin sudah penuh. Tas Frans sarat muatan. Sehingga tidak diperbolehkan diletakkan di bawah kursi atau dipangku. Itu sesuai aturan penerbangan. Pramugari pun mencoba menolong Frans dengan memasukkan tasnya ke kabin. Menurut Frans, dijelaskan Theo, gerakan pramugari itu kasar. Sehingga Frans tersulut emosi. Dan, kata-kata ‘bom’ terlontar.

Pramugari kemudian menegur Frans dengan serius. "Kamu tidak boleh bercanda ada bom di dalam pesawat," kata pramugari yang ditirukan Fran kepada Theo. Frans yang kala itu menyadari kesalahannya, langsung meminta maaf dan menundukkan kepalanya kepada pramugari. Tak berlangsung lama, Frans dipanggil ke Garbarata pesawat untuk dimintai keterangan dan diperiksa. Hasil pemeriksaan oleh petugas bandara, dalam tas Frans hanya berisi tiga laptop.

Tidak terdapat barang-barang mencurigakan. Frans kemudian disuruh kembali ke tempat duduknya. “Saat itu tidak ada kekacauan sama sekali. Semua tenang,” kata Theo. Namun, selang beberapa menit kemudian berdasarkan pengakuan Frans, ia mendengar pengumuman menggunakan pengeras suara. Agar seluruh penumpang keluar pesawat melewati pintu utama.

Frans, kata Theo, menyatakan bahwa tidak ada kepanikan saat pengumuman pertama. Namun, pramugari kembali memberikan pengumuman kedua. “Pengumuman itu begini ‘Penumpang dimohon keluar, karena ada bahan yang bisa meledak’. Nah, ini yang bikin penumpang panik dan bahkan ada yang buka jendela darurat,” ucap Theo.

Marcelina Lin, Kuasa Hukum dari Kantor Firma Hukum Ranik Lin Associate lainnya menambahkan, ia dan rekannya sudah mendekati pihak Lion Air di Pontianak. Tujuannya agar pihak Lion Air menarik laporan berkaitan dengan perkara ini. “Karena kejadian ini kan karena tingkah laku pramugari yang menyimpan tas Frans dengan kasar. Dalam tas itu ada tiga laptop,” ujarnya.

Karena kekesalan Frans itulah dia melontarkan ucapan ‘ada bom’. “Dia cuma bilang dengan perlahan seperti ini ‘Hati-hati Bu, di tas ada tiga buah laptop’. Nah, karena pramugari kasar, maka Fran bilang ‘Hati-hati Bu ada bom’. Tapi ini tidak berteriak,” tegas Mercelina.

Berkaitan dengan kepanikan itu, lanjut dia, sebenarnya bukan reaksi dari ucapan Frans yang disampaikan ke pramugari. “Namun karena ada imbauan dari pramugari sampai tiga kali, bahwa ada seseorang penumpang yang membawa bahan peledak. Itu yang membuat penumpang panik. Padahal tas Frans sudah diperiksa,” ujarnya.(Ocsya Ade CP/rk)

 


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya

PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…

Minggu, 03 Juni 2018 22:48
Diduga Dendam Lama, Juru Parkir Nasi Goreng 21 Diancam

Gigit Peluru dan Lepaskan Tembakan, Mat Pirang Diciduk Polisi

PONTIANAK- Mat Roji alias Mat Pirang terpaksa berurusan dengan kepolisian. Pria 42 tahun yang tinggal…

Minggu, 03 Juni 2018 22:42

INGAT..!! Parkir di Luar Transmart Bakal Ditilang

PONTIANAK- Parkiran pengunjung Transmart yang tak sesuai aturan di dekat bundaran Jalan Trans Kalimantan…

Minggu, 03 Juni 2018 21:35
Terciduk Satgas Pamtas di Jalan Tikus Perbatasan Sanggau

Bawa Amunisi, Dua Warga Malaysia Diamankan

PONTIANAK- Bawa amunisi dan senjata api (Senpi), dua warga Malaysia diamankan Satuan Tugas Pengamanan…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:06

TERNYATA..!! Frantinus Itu Anak Mantan Menteri Zaman Belanda

PONTIANAK- Tim Kuasa Hukum Frantinus Nirigi menginginkan perkara yang dilakukan kliennya dapat diselesaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .