UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 01 Juni 2018 22:00
Polda Rilis Hasil Operasi Pekat Kapuas 2018
Kasus Anggota Dewan Main Judi Tetap Diproses

PROKAL.CO, PONTIANAK-. Kepolisian tidak pandang bulu dalam penegakan hukum. Termasuk yang menjerat anggota DPRD Mempawah dan anggota DPRD Kalbar. Sebagaimana diketahui sebelumnya Polres Mempawah berhasil mengamankan tiga anggota DPRD Mempawah yang sedang berjudi remi bok di ruang Fraksi Partai Gerindra, Kamis (10/5). Yaitu EDD dari Fraksi Partai Gerindra, HA dari Fraksi Partai Golkar dan EP dari Fraksi PPP. Prosesnya masih terus berjalan. “Yang di Mempawah kalau saya tidak salah sampai sekarang tahap satu, berarti berkas masuk ke penuntut umum,” ujar Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono saat press release hasil Operasi Pekat Kapuas 2018  di hanggar Helipad Polda Kalbar, Rabu siang (30/5).

Rakyat Kalbar memberitakan, kepolisian juga masih memproses Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kalbar Tanto Yakobus yang terjaring razia operasi penyakit masyarakat (Pekat). Lantaran Anggota Komisi IV DPRD Kalbar itu kepergok bersama seorang perempuan di salah satu kamar Hotel Borneo Sekadau, Sabtu malam (19/5). "Nah, yang di Sekadau kita kembalikan pada Tipiring," ungkapnya.

Ditegaskan Kapolda, dalam negara hukum tidak pandang bulu siapa pun pelakunya. Sebab aturan hukum berlaku untuk semua. "Tidak ada yang dispesialkan. Sama semuanya," tegas Didi. Dijelaskannya, Operasi Pekat Kapuas 2018 selama 14 hari. Dari tanggal 11 - 24 Mei 2018. Operasi Pekat dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) terutama menjelang dan selama Ramadan.

Fokus utamanya Narkoba, perjudian, minuman keras (Miras), prostitusi, perkelahian, petasan, premanisme, dan senjata tajam (Sajam). Sebanyak 1.011 kasus terungkap selama Operasi Pekat. Terdiri dari narkoba sebanyak 65 kasus, Sajam 25, prostitusi 269, premanisme 241, perjudian 77, Miras 194, petasan 127, perkelahian 8, dan perdagangan orang 5.

"Dari 1011 kasus itu ditangkap dalam kapasitas tersangka  sejumlah 1.144 orang,” jelasnya. Pengungkapan ini kata dia, di seluruh wilayah hukum Kalbar. Penduduk Kalbar jumlahnya 5 jutaan. Jika dipersenkan, angka 1.144 sangat kecil. Kendati begitu sangat mengganggu Kamtibmas.

“Di belakang itu para tersangka. Para tersangka ini dari Polda dan Polresta Pontianak. Kalau yang di Polres kita titipkan di Polres ngak mungkin, jadi kita bawa ke sini semua, karena jumlahnya ribuan," terang Kapolda.

Dipaparkan Didi, sebanyak 1.144 tersangka, 540 orang di antaranya diproses sidik yang di dalamnya juga ada dikenakan Tipiring (tindak pidana ringan). “Sementara 604 orang dilakukan pembinaan,” jelasnya.

Barang bukti Narkoba yang diamankan sabu sebanyak 183 paket dan ekstasi 28,8 butir. Sedangkan Miras terdiri dari 7239,6 liter arak putih (sekitar 7 ton), 81 kampel arak putih, 2755 botol dan 755 kaleng berbagai jenis minuman beralkohol. Kemudian sebanyak 102 unit handphone, 48 set kartu domino, 24 Sajam serta uang Rp150.369.000. "Yang paling menonjol Miras, sementara uang itu kasus perjudian, semetara Narkoba kasus ini diungkap di jalanan. Sedangkan perdagangan orang masuk kedalam TPPO (tindak pidana perdagangan orang) itu mucikari," bebernya.

Menurut Kapolda, Pekat harus diberantas melalui sinegitas anatara penegak hukum dengan masyarakat. Dia mengimbau masyarakat agar menjauhi dan tidak melakukan perbuatan seperti minum-minuman keras, prostusi, Narkoba dan lainnya. Sebab tidak hanya mengganggu ketertiban dan kenyamanan, tetapi juga meyebabkan tindak pidana. “Tidak menjual dan mengkonsumsi Miras, karena dapat merusak kesehatan bahkan kematian,” imbuhnya.

Didi juga mengingatkan masyarakat agar menjaga lingkungannya masing-masing. Peduli dan perhatian untuk menciptakan suasana yang nyaman. Apabila menemukan pelaku Pekat apalagi sudah mengarah pada tindak pidana, jangan segan-segan untuk melaporkan kepada kepolisian. “Mari hormati teman-teman kita yang sedang menjalankan ibadah puasa. Jauhi perbuatan yang dapat menimbulkan Kamtibmas," pesannya.

Press release ini dihadiri beberapa tokoh masyarakat. Para tersangka mengenakan baju tahanan dengan tangan diborgol. Tampak diantara mereka wanita. Pada kesempatan itu barang bukti Miras dimusnakan. Satu per satu jerigen ukuran sekitar 20 liter berisi arak putih dibuka, termasuk Miras jenis lain. Isinya kemudian dicurahkan ke dalam lobang yang sebelumnya telah digali menggunakan exavator.

Salah seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam press release tersebut Yokobus Kumis. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga suasana selama bulan suci Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri.

"Kita imbau kepada masyarakat agar saling menghargai, agar saudara-saudara kita dapat melaksanakan ibadah puasanya dengan nyaman, aman, tenang," ajaknya. Apalagi nanti akan melaksanakan Pilkada 2018. Dia juga mengajak bersama menjaga keamanan dan keamanan. Karena itu menjadi modal utama untuk membangun Kalbar.

“Mari kita jaga Kalbar ini agar tetap aman damai, tetap nyaman kita tinggal di sini, menjadi tujuan wisata, menjadi pusat ekonomi, demi kemajuan Kalbar dan Indonesia," serunya. (Ambrosius Junius/rk)


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya

PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…

Minggu, 03 Juni 2018 22:48
Diduga Dendam Lama, Juru Parkir Nasi Goreng 21 Diancam

Gigit Peluru dan Lepaskan Tembakan, Mat Pirang Diciduk Polisi

PONTIANAK- Mat Roji alias Mat Pirang terpaksa berurusan dengan kepolisian. Pria 42 tahun yang tinggal…

Minggu, 03 Juni 2018 22:42

INGAT..!! Parkir di Luar Transmart Bakal Ditilang

PONTIANAK- Parkiran pengunjung Transmart yang tak sesuai aturan di dekat bundaran Jalan Trans Kalimantan…

Minggu, 03 Juni 2018 21:35
Terciduk Satgas Pamtas di Jalan Tikus Perbatasan Sanggau

Bawa Amunisi, Dua Warga Malaysia Diamankan

PONTIANAK- Bawa amunisi dan senjata api (Senpi), dua warga Malaysia diamankan Satuan Tugas Pengamanan…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:06

TERNYATA..!! Frantinus Itu Anak Mantan Menteri Zaman Belanda

PONTIANAK- Tim Kuasa Hukum Frantinus Nirigi menginginkan perkara yang dilakukan kliennya dapat diselesaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .