UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Jumat, 01 Juni 2018 20:10
Pesan Pangdam Kepada Satgas Pamtas RI-Malaysia
TEGAS..!! Jika Prajurit Bisa Dibeli, Berarti Menjual Negara
PENJAGA PERBATASAN. Mayjen TNI Achmad Supriyadi menerima Prajurit Yonif 320/Badak Putih di halaman Makodam XII/Tpr, Minggu (27/5). Pasukan ini akan menjadi pasukan penjaga perbatasan RI-Malaysia di Kalbar sektor timur. Ambrosius Junius-RK

PROKAL.CO, SUNGAI RAYA- Prajurit TNI AD Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia di Kalbar sektor timur, berganti. Bataliyon Infanteri (Yonif) 123/Rajawali digantikan Yonif 320/ Badak Putih.

Diberitakan Rakyat Kalbar, ratusan prajurit Yonif 320/Badak Putih yang akan menjaga kedaulatan negara di wilayah Kapuas Hulu dan sekitarnya ini diterima Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi. Mereka duduk di tribun yang berada di halaman Makodam XII/Tanjungpura, Minggu pagi (27/5).

Di hadapan prajurit dari Kodam III/Siliwangi itu, Pangdam mengingatkan, di perbatasan banyak sekali perlintasan yang tidak resmi. Anggota Satgas Pamtas jangan mau disogok.  "Saya ingatkan, semua itu menjanjikan,” ujar Pangdam.

Anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia kata Pangdam, bisa meloloskan apa saja yang lewat di perbatasan dengan imbalan. “Jika kalian bisa dibeli, maka kalian menjual negara ini," tegasnya. Terlebih kata Pangdam, jika yang diloloskan narkoba. Maka, ikut andil membunuh generasi muda. Berapa banyak yang harus mati dan kecanduan? "Bertugaslah dengan baik, jangan menjadi bagian sindikat, bagian dari yang meloloskan penyeludupan itu,” lugasnya.

Memang mudah bisa mendapatkan Rp2 juta atau Rp5 juta dalam satu kesempatan. Itu gampang. “Tapi saya ingatkan kalau sampai terjadi seperti itu,  saudara-saudara pengkhianat," ujarnya.  Anggota Satgas Pamtas jangan mau diajak kompromi. Teliti dan selalu waspada. Sebab para penyelundup barang haram sangat pintar."Kalian pasti berhasil gagalkan. Kalau dilatihan kalian bisa, tunjukan di medan penugasan sebenarnya," pesan Pangdam.

Usai memberikan pengarahan, Pangdam menjelaskan kepada sejumlah wartawan, bahwa Satgas Pamtas RI-Malaysia di sektor barat telah berganti beberapa hari lalu. Yonif 642 /Kapuas digantikan Yonif 511/Dibyatara Yudha."Yang ini di sektor timur, di perbatasan marak penyelundupan,” sebutnya.

Di samping menjaga kedaulatan, Satgas Pamtas juga mencegah penyelundupan. “Termasuk pengawasan keluar masuk kendaraan membawa barang yang terkait terorisme pasti akan kita tangkap," tegasnya lagi. Jika dilihat dari panjangnya garis perbatasan negara, prajurit TNI yang bertugas di garda terdepan NKRI itu belum bisa mencukupi. Tidak ada idealnya berapa kekurangan tersebut. “Yang jelas kita akan menjaga tempat-tempat yang strategis, bukan semua tempat kita tempati, kemudian ada masyarakatnya di situ, kita laksanakan pembinaan," tutur Pangdam.

Sementara Danrem 121/Alambhana Wanawai, Brigjen TNI Bambang Ismawan mengatakan, Satgas Pamtas sebelumnya pernah menggagalkan penyeludupan narkotika. Jumlah personel penjaga perbatasan di sektor ini lebih banyak dari sebelumnya. Dia pun berharap Satgas Pamtas yang baru ini akan lebih baik lagi. "Dan sekarang tambah jumlah, (Satgas) dulu 350 prajurit.  Sekarang 450 prajurit jadi harus lebih baik," ujarnya kepada wartawan.

Danrem menuturkan, tugas negara ini adalah kehormatan bagi tentara. Oleh karena itu, di perbatasan prajurit  harus mejaga kehormatan itu. Prajurit jangan mau dibeli oleh siapapun yang dapat merusak intergritas TNI.

Penyeludupan kata Danrem, akan melakukan berbagai upaya agar bisa lolos dengan cara menyuap penjaga. Sederhananya sembako, seperti mau menerima memasukkan gula. Untungnya besar sekali. Perbedaan harga di Malaysia dengan di Kalbar cukup jauh. Sebab gula di Malaysia Subsidi, sehingga harganya murah.

"Maka tidak heran orang menyelundupkan ke Kalbar. Itu lewat pos kita, makanya kalau pos kita bisa dibeli, itu yang bahaya. Itu tidak boleh ditawar," tegasnya. Danrem menjelaskan, ada 58 pos penjagaan di sepanjang garis perbatasan. Yang belum ada pos yaitu di di kawasan taman nasional di Kapuas Hulu. Danrem berharap di kawasan itu pun harus dijaga. Pucuk pimpinan kata Danrem, sudah membicarakan persoalan ini.

"Belum ada pos di sana, kita boleh sembarangan masuk ke hutan lindung. Kita harus jaga kerena itu masuk ke wilayah kita, kita ngak tau yang terjadi di dalam hutan lindung itu apa," demikian Danrem. (Ambrosius Junius/rk)

 


BACA JUGA

Selasa, 09 Oktober 2018 10:52
Rasau Jaya Heboh, Ramai-ramai Berendam di Sungai

Dihargai Mahal, Warga berburu Ringau

Sudah sepekan, hampir di setiap sungai di kawasan Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya mendadak…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:49

Aksi Damai Minta Gubernur Tidak Diskriminatif, Midji: Lihat Nanti APBD 2019

PONTIANAK-  Puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Penegak Demokrasi Kalimantan Barat menggelar…

Senin, 08 Oktober 2018 12:25
Buka Milad ke 106 Muhammadiyah Kalbar

Midji: Pemprov akan Lakukan Program Dongrak IPM

PONTIANAK- Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesehatan.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:42

ILEGAL..!! Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan

ENTIKONG- Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:19

NGERI..!! Supinah Dibunuh Secara Sadis

SEKADAU- Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau,…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:16

Khawatir Penjarahan Massal di Sulteng, Relawan Kalbar Tunda Berangkat

PONTIANAK- Bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan hati banyak pihak.…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:38

Wanita di Peniti Tewas Bersimbah Darah

SEKADAU- Masyarakat Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:37
Operasi Tibtor Polda Kalbar

126 Penjahat dan 92 Kendaraan Diamankan

PONTIANAK- Selama sebulan ini, Polda Kalbar menggelar Operasi Tertib Kendaraan Bermotor (Tibtor) Kapuas…

Kamis, 27 September 2018 12:04

Indeks Kerawanan Pemilu Kalbar Kategori Sedang

PONTIANAK- Indeks Kerawanan Pemilu, Kalimantan Barat masuk dalam kategori sedang. Penilaian itu tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .