UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 26 Mei 2018 15:24
Dokumen Pekerja Asal Tiongkok di PT. BBJ Tak Sesuai
Jabatan Ditulis Manajer Produksi, Ternyata Cuma Koki

Ada yang Jadi Koki, 30 Tenaga Kerja asal China Diusir..!!

TKA TIONGKOK. Puluhan warga Tiongkok didata petugas UPT Satgas TKA Kalbar di PT. BBJ, Sekayam, Sanggau, Kamis (24/5). Kiram Akbar-RK

PROKAL.CO, SANGGAU- Inspeksi mendadak (Sidak) terhadap tenaga kerja asing (TKA) dilakukan jajaran Imigrasi Klas II Entikong bersama Tim Satgas TKA Provinsi Kalbar, Kamis siang (24/5). Kali ini menyasar perusahaan tambang PT. Bintang Barito Jaya (BBJ) di perbatasan Desa Sungai Tekam dan Desa Malenggang Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau.

Sidak dipimpin langsung Kepala Imigrasi Klas II Entikong, Herry Prihatin. Menggunakan empat unit mobil, petugas mendatangi lokasi perusahaan tambang emas milik Mr. Liu, warga negara Tiongkok yang bekerja sama dengan WNI tersebut. Setibanya di sana, petugas menemukan 30 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok. Satu di antaranya perempuan.

Diberitakan Rakyat Kalbar, setelah didata anggota Tim Satgas TKA Kalbar, petugas menemukan ketidak sesuaian antara dokumen dengan jenis pekerjaan para TKA. Meski dokumen mereka semua lengkap. Untuk mendata, petugas juga terpaksa menggunakan jasa penerjemah, lantaran tak satupun dari mereka yang mengerti bahasa Indonesia. “Ketidak sesuaian antara jabatan dengan pelaksanaanya,” ujar Anggota Satgas UPT Satgas TKA Provinsi Kalbar, Giri Pratiknyo usai sidak.

Mereka itu kata dia, sebutannya pekerja kasar. Sebenarnya jumlah mereka 31 orang. “Tapi satu orang katanya sedang ke Pontianak,” jelasnya. Salah satu contoh ketidak sesuaian antara dokumen dan jenis pekerjaan adalah ketika petugas memeriksa dokumen salah seorang TKA. Di dokumennya tertulis sebagai manajer produksi. Tapi kenyataannya hanya koki di perusahaan tersebut.

Lantaran tak sesuai, Giri kemudian meminta TKA tersebut segera dikeluarkan dari lokasi kerja di PT BBJ. Pihaknya sudah ingatkan dengan manajemennya. Surat resmi juga akan dikirim. “Dalam satu atau dua hari harus keluar,” tegasnya.

Untuk memastikan bahwa TKA tersebut keluar dari lokasi PT BBJ, pihaknya akan turun langsung ke perusahaan. “Nanti kita akan turun lagi sekalian membawa surat tadi, ” janji Giri.  Ditambahkan Kepala Imigrasi Klas II Entikong Herry Prihatin, TKA di PT BBJ sebenarnya mengantongi dokumen lengkap. Akan tetapi berdasarkan keterangan dari Satgas TKA Kalbar, jabatan mereka tidak sesuai. “Dokumen lengkap, seperti izin tinggal Imigrasi, izin kerja juga lengkap. Tadi sudah ditemukan jabatanya tidak sesuai,” katanya.

Untuk itulah lanjutnya, kesimpulan dari Satgas TKA memberikan waktu beberapa hari untuk diperbaiki administrasinya. “Tadi ada kesepakatan, berhubung tidak ada penginapan terdekat maka dikasih waktu beberapa hari untuk diperbaiki administrasinya lagi, mereka (TKA) itu tak boleh kerja di situ lagi sebelum direvisi,” terang Herry.

Sementara itu Humas PT. BBJ, Indra mengatakan, total pekerja di perusahaan itu sekitar 60-an orang. Ia sendiri mengaku tak tahu persis alasan mempekerjakan TKA tersebut. “Itu kebijakan dari pimpinan,” ucapnya.  Terlebih kata dia, TKA tersebut digaji lebih tinggi dari karyawan lokal. Namun Indra enggan menyebut nominal gaji mereka. “Pokoknya jauh lebih mahal dari tenaga kerja lokal. Kalau tenaga kerja lokal dibayar Rp100 ribu- Rp150 ribu per hari,” ungkapnya.

Hanya saja ia mengatakan, jika ada penambahan tenaga kerja lagi, dipastikan akan diambil dari penduduk lokal.  Kerena kegiatan di lapangan banyak hambatan, sehingga ia pun tak berani mengambil kesimpulan sendiri untuk menambah karyawan. “Karena untuk karyawan lokal, saya yang diberi kewenangan,” pungkas Indra. (Kiram Akbar/rk)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya

PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…

Minggu, 03 Juni 2018 22:48
Diduga Dendam Lama, Juru Parkir Nasi Goreng 21 Diancam

Gigit Peluru dan Lepaskan Tembakan, Mat Pirang Diciduk Polisi

PONTIANAK- Mat Roji alias Mat Pirang terpaksa berurusan dengan kepolisian. Pria 42 tahun yang tinggal…

Minggu, 03 Juni 2018 22:42

INGAT..!! Parkir di Luar Transmart Bakal Ditilang

PONTIANAK- Parkiran pengunjung Transmart yang tak sesuai aturan di dekat bundaran Jalan Trans Kalimantan…

Minggu, 03 Juni 2018 21:35
Terciduk Satgas Pamtas di Jalan Tikus Perbatasan Sanggau

Bawa Amunisi, Dua Warga Malaysia Diamankan

PONTIANAK- Bawa amunisi dan senjata api (Senpi), dua warga Malaysia diamankan Satuan Tugas Pengamanan…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:06

TERNYATA..!! Frantinus Itu Anak Mantan Menteri Zaman Belanda

PONTIANAK- Tim Kuasa Hukum Frantinus Nirigi menginginkan perkara yang dilakukan kliennya dapat diselesaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .