UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 24 Mei 2018 12:13
Ekonomi Melemah, Harga Sembako Relatif Stabil
MASIH OKE. Pedagang cabai dan bawang di Pasar Laja Nanga Pinoh, Joni dan Edi. FOTO KECIL: Ahmad Uton, pedagang daging sapi dan daging ayam di Pasar Markasan, Nanga Pinoh, Rabu (23/5). Komoditi bahan pokok tersebut masih relatif oke harganya. Dedi Irawan/RK

PROKAL.CO, TIMUR KALBAR-  Hingga memasuki hari ke-7 puasa, kenaikan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Nanga Pinoh masih terbilang stabil. Meskipun ada sejumlah kebutuhan pokok seperti daging ayam yang mengalami kenaikan tidak signifikan.

Diberitakan Rakyat Kalbar, pedagang di Pasar Laja Nanga Pinoh, Joni mengungkapkan, hanya ada beberapa kebutuhan pokok saja yang mengalami kenaikan harga. Namun ada pula beberapa kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga. “Yang naik itu harga bawang merah dan bawang putih. Untuk bawang merah satu karung ukuran 20 kilogram harganya Rp500 ribu. Padahal sebelumnya hanya Rp370 ribu. Sementara untuk harga bawang putih sudah naik menjadi Rp380 ribu per karung. Padahal sebelumnya hanya Rp280 ribu per karung,” ungkap Joni ditemui di Pasar Laja, Rabu (23/5).

Menurutnya, untuk kebutuhan pokok yang mengalami penurunan yakni cabai. Jika sebelumnya cabai merah atau cabai rawit mencapai Rp80 ribu per kilogram. Namun kini sudah turun menjadi Rp40 ribu per kilogram. Sementara untuk cabai hijau sebelumnya Rp50 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp25 ribu per kilogram.

“Ekonomi saat inipun sedang lemah. Bayangkan saja dengan harga yang turun saja, tingkat pembelinya menurun,” keluhnya. Berbeda dengan bawang dan cabai, harga daging sapi di pasaran Nanga Pinoh juga tidak bergerak atau masih dalam keadaan stabil. Seperti yang disampaikan Edi, seorang penjual daging sapi di Pasar Markasan Nanga Pinoh bahwa stok sapi masih cukup banyak dan harganya pun tak ada perubahan dari sebelumnya.

“Untuk daging lokal itu harganya tetap diangka Rp150 ribu per kilogram. Sementara untuk daging beku yang diambil dari Bulog harganya antara Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram,” ungkapnya. Menurutnya, harga yang stabil tersebut dipengaruhi karena permintaan konsumen yang kurang, sehingga stok yang ada tidak begitu berkurang. “Untuk permintaan sangat kurang. Ini karena ekonomi melemah. Bisa jadi karena harga karet yang murah dan bisa jadi karena APBD yang belum berjalan maksimal. Bayangkan saja dalam satu hari paling banyak lakunya hanya 5 kilogram saja,” tuturnya.

Di tempat yang sama, penjual daging ayam di Pasar Markasan, Ahmad Uton mengatakan, untuk harga daging ayam mengalami kenaikan sejak sebelum puasa. Kenaikan tersebut diakibatkan kenaikan harga pakan serta harga bibit ayam yang naik. “Harga ayam sudah naik Rp45 ribu. Sebelumnya hanya Rp35 ribu per kilogram. Sehari hanya bisa laku rata-rata 40 kilogram. Kenaikan harga itu terjadi karena pengaruh dari harga pakan dan bibit yang naik. Pakan harganya per karung sudah Rp425 ribu dari harga sebelumnya Rp380 ribu hingga Rp400 ribu. Sementara untuk bibit dari harga Rp600 ribu per satu boks naik menjadi Rp1 juta per satu boks,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskukmdag) Melawi, Alexander mengatakan, besok Kamis (hari ini, red)) pihaknya akan melaksanakaan operasi terpadu yang bekerja sama dengan Dinkes, TNI dan Polri. Hal itu sebagai langkah antisipasi adanya kenaikan harga sekaligus memantau stok serta memantau peredaran makanan kedaluwarsa maupun makanan luar yang beredar tanpa ada label halal dan BPOM.

“Antisipasi ini kita lakukan jangan sampai ada kenaikan harga menjelang lebaran. Kita juga akan memberikan imbauan kepada distributor ataupun pengusaha daging ayam dan sapi untuk tidak menaikan harga,” tuturnya. (Dedi Irawan, Kiram Akbar/rk)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 09 Oktober 2018 10:52
Rasau Jaya Heboh, Ramai-ramai Berendam di Sungai

Dihargai Mahal, Warga berburu Ringau

Sudah sepekan, hampir di setiap sungai di kawasan Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya mendadak…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:49

Aksi Damai Minta Gubernur Tidak Diskriminatif, Midji: Lihat Nanti APBD 2019

PONTIANAK-  Puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Penegak Demokrasi Kalimantan Barat menggelar…

Senin, 08 Oktober 2018 12:25
Buka Milad ke 106 Muhammadiyah Kalbar

Midji: Pemprov akan Lakukan Program Dongrak IPM

PONTIANAK- Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesehatan.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:42

ILEGAL..!! Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan

ENTIKONG- Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:19

NGERI..!! Supinah Dibunuh Secara Sadis

SEKADAU- Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau,…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:16

Khawatir Penjarahan Massal di Sulteng, Relawan Kalbar Tunda Berangkat

PONTIANAK- Bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan hati banyak pihak.…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:38

Wanita di Peniti Tewas Bersimbah Darah

SEKADAU- Masyarakat Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:37
Operasi Tibtor Polda Kalbar

126 Penjahat dan 92 Kendaraan Diamankan

PONTIANAK- Selama sebulan ini, Polda Kalbar menggelar Operasi Tertib Kendaraan Bermotor (Tibtor) Kapuas…

Kamis, 27 September 2018 12:04

Indeks Kerawanan Pemilu Kalbar Kategori Sedang

PONTIANAK- Indeks Kerawanan Pemilu, Kalimantan Barat masuk dalam kategori sedang. Penilaian itu tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .