UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 19 Mei 2018 13:30
Kapolda: Jika Ada Orang Asing, Wajib Ditanya!
KULTUM. Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono memberikan kultum sebelum pelaksanaan Salat Tarawih di Masjid Al-Muhtadin Komplek Untan, Pontianak, Kamis (17/5) Humas Polda Kalbar for RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Meningkatnya gangguan Kamtibmas yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli  terhadap lingkungannya. Terlebih jika ada orang asing yang datang, namun tidak mau bersosialisasi dengan tetangga. “Ada orang asing datang atau tinggal di wilayah anda tolong dicek. Wajib ditanyakan darimana asalnya, siapa yang menampung," kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono saat memberikan kultum sebelum pelaksanaan Salat Tarawih di Masjid Al-Muhtadin Komplek Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kamis (17/5).

Apalagi kata Didi, jika ada orang asing yang cenderung menyendiri. Sebagai warga di lingkungan masing-masing wajib mencari tahu mengenai orang tersebut. Jangan acuh. "Kita harus proaktif dalam menjaga, mencegah bersama sesuatu yang tidak diinginkan," pesannya.

Didi menjelaskan, kepolisian memiliki Bhabinkamtibmas bertugas di tingkat desa/kelurahan. Bhabinkamtibmas mengemban fungsi pre-emtif dengan cara bermitra dengan masyarakat. “Di Kalbar ada sekitar 2000 lebih desa, namun jumlah Bhabinkamtibmas baru sekitar 1900-an,” ungkapnya.

Jumlah ini tentu saja kurang. Sehingga ada satu petugas Bhabinkamtibmas membawahi dua desa. Tapi tidak masalah, karena tugas Polri menjalankan keamanan. “Karena aman itu kebutuhan dasar, kebutuhan yang sangat hakiki," jelasnya kepada jamaah Masjid Al-Muhtadin Untan.  Kalbar merupakan provinsi keempat terluas di Indonesia. Patut disyukuri hingga saat ini kondisinya relatif aman. "Bersama dengan petugas Polri dan masyarakat kita jaga situasi agar tetap kondusif," serunya.

Dalam kesempatan tersebut Didi juga menyampaikan masalah serius di Kalbar adalah soal kejahatan Narkoba. Hampir setiap hari ditemukan kasus Narkoba. Marak kasus Narkoba di Kalbar lantaran wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga. Sehingga banyak pintu masuk barang haram tersebut.

Banyak yang tergiur dengan bisnis Narkoba. Jadi kurir Narkoba saja bisa mendapat upah Rp25 juta-Rp35 juta. "Tapi ingat itu hukumannya seumur hidup atau hukuman mati,” sebut Kapolda. Ditegaskan Didi, siapapun yang menyalahgunakan Narkoba akan kepolisian tindak. Terlebih lagi pengedar dan bandar akan ditindak tegas.

“Karena aparat bersenjata, maka bisa kita tembak. Narkoba itu merusak satu generasi. Jadi ingatkan keluarga anda semua jangan main-main dengan Narkoba," tegasnya. Di bulan suci Ramadan ini Kapolda mengajak masyarakat bersama menjaga Kamtibmas. “Mari terlibat aktif dalam menjaga keamanan di wilayah masing-masing," gugah Kapolda. (Ambrosius Junius, Andi Ridwansyah/rk)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26
Narkotika Dimusnahkan, Puluhan Ribu Jiwa Terselamatkan

Bawa 100 gram Ketamine, Warga Tiongkok Dibekuk

PONTIANAK- Bawa 100 gram ketamine, Li Chuang Hui dibekuk polisi ketika melintas di Jalan Raya Anjongan…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:20

Ingin HUT Kota Pontianak Mendunia

PONTIANAK- HUT Kota Pontianak bisa menjadi jualan menarik. Ke mana-mana. Nusantara, hingga dunia. Dalam…

Senin, 08 Oktober 2018 12:24
Festival Arakan Pengantin Melayu, Sambut Hari Jadi Pontianak

Sesuai Adat dan Historis, Kreativitas Jangan Jauh Menyimpang

Pemerintah Kota Pontianak intens menjaga kearifan lokal. Berbagai tradisi dan budaya berupaya terus…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:51

Raja Tayan Minta Penjelasan GP Ansor, Ini Penjelasan GP Ansor Kalbar

PONTIANAK- Beberapa waktu lalu di berbagai daerah Indonesia, GP Ansor melakukan penolakan terhadap kegiatan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:46

Gubernur Ingin Seluruh Rumah Sakit Terintegrasi

PONTIANAK- Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:40

Gubernur Sentil Perusahaan Sawit

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji meresmikan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak Timur…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:35

Alhamdulillah, Ada 1.200 Rumah Murah untuk Polisi

PONTIANAK- Anggota kepolisian di lingkungan Polda Kalbar tak perlu khawatir lagi jika belum memiliki…

Kamis, 27 September 2018 10:51

Pejabat BUMD Terlibat Politik Praktis, Harus Diberi Sanksi Tegas

PONTIANAK- Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat Badan Umum Milik Daerah (BUMD) yang terlibat politik…

Kamis, 27 September 2018 10:41

Tanahnya Dikuasai Pengembang, Pria Ini Layangkan Gugatan ke PN

PONTIANAK- Maulana Muhammad, warga Jalan Parit Na’im, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang,…

Jumat, 21 September 2018 10:38

SEENAKNYA SAJA..!! Penghalang di Fasum Dibongkar Paksa

PONTIANAK- Sejumlah pemilik ruko memasang penghalang di atas fasilitas umum (fasum). Baik berupa portal,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .