UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 19 Mei 2018 12:38
Warga Tiongkok Luntang-lantung di Kapuas Hulu

Kerja Tak Boleh, Tinggal Masih Bisa

CEK SURAT. Dios Dani bersama Tim Pora Kapuas Hulu mengecek dokumen WNA asal Tiongkok yang akan bekerja di perusahaan tambang di Kecamatan Bunut Hulu, Rabu (16/5). Imigrasi Putussibau for RK

PROKAL.CO, PUTUSSIBAU- Guna memastikan status izin tinggal warga negara Tiongkok yang akan bekerja di perusahaan tambang emas di Kecamatan Bunut Hulu, Tim Pemantauan Orang Asing (Pora) Kabupaten Kapuas Hulu melakukan pengecekan ke lapangan, Rabu (16/5). Petugas mengecek paspor dan surat menyurat yang berkaitan dengan masa izin kerja WNA tersebut.

“Pengawasan tersebut melibatkan Imigrasi Kelas III Putussibau, Polisi, TNI, Disnaker serta pihak terkait lainnya,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau, Dios Dani.

Diberitakan Rakyat Kalbar, hasil pengecekan tersebut ditemukan masa izin kerja WNA sudah habis. Tim Pora meminta juru bicara WNA asal Tiongkok agar menyampaikan kepada pihak perusahaan. “Kita minta izin kerjanya harus diperbaharui lagi ke dinas terkait, karena sudah habis atau berakhir,” lugasnya. Jika tidak diperpanjang dan tetap melakukan pekerjaan, maka akan ditindak dengan proses secara hukum yang berlaku. Sedangkan terkait izin tinggal para WNA ini tidak ada persoalan, karena masih berlaku. “Maka kita minta pihak perusahaan mengurus izin pekerja WNA yang sudah habis tersebut,” imbau Dios.

Ditambahkan Kasubsi Keimigrasian, Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian pada Imigrasi Kelas III Putussibau, Angga Adwantara, operasi yang digelar Kemarin merupakan intruksi dari Direktur Jenderal Imigrasian. Karena terkait pelaksanaan operasi pengawasan Keimigrasian rutin dan serentak di seluruh Indonesia. “Operasi ini dari 11-18 Mei 2018 melibatkan Tim Pora beserta sejumlah unsur terkait lainnya,” ujarnya.

Angga menjelaskan, sasaran operasi yakni tempat-tempat yang diduga terdapat keberadaan dan kegiatan WNA. Seperti di perusahaan tambang, perkebunan, kelautan, termasuk pembangunan smelter dan tempat perusahaan lainnya. “Pastinya kita ingin setiap WNA yang masuk ke wilayah Indonesia, apakah bekerja atau sebagainya, tentu harus mengikuti peraturan atau perundang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Oleh karenanya, Angga berharap dukungan dari semua pihak untuk sama-sama memantau dan melihat keberadaan orang asing di Kapuas Hulu. “Kita tak ingin terjadi hal yang merugikan semua pihak,” tandas Angga.

Sementara itu, Mulyadi dari Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kapuas Hulu menyampaikan, berdasarkan keputusan Menteri Tenaga Kerja, sejak hari ini (kemarin, red) pekerja atau karyawan PT. Borneo Mineral Mandiri di Kecamatan Bunut Hulu tidak boleh melakukan operasi di lapangan. Karena masa izin kerja karyawan di perusahaan tambang emas itu sudah habis, sehingga terlebih dahulu harus diperpanjang.  “Maka dari itu kami minta kepada juru bicara WNA tersebut, untuk segera menyampaikan persoalan itu ke perusahaan,” katanya. Mulyadi berjanji, pihaknya akan menindak tegas apabila perusahaan tambang emas itu masih beroperasi di lapangan.

Sementara, Hengki Juru, bicara WNA asal Tiongkok yang dipercayakan PT. Borneo Mineral Mandiri berjanji akan segera menyampaikan persoalan tersebut ke pimpinan perusahaan. “Nanti saya sampaikan ke perusahaan, karena itu urusan dari perusahaan,” ucapnya.

Hengki menjelaskan, sampai saat ini perusahaan ditempatnya bekerja sama sekali belum melakukan operasi di lapangan. Sebab pihaknya masih menunggu izin dari Jakarta. “Jadi untuk sementara kami masih menunggu perintah dari perusahaan bekerja di lapangan,” sebutnya. (Andreas/rk)

 


BACA JUGA

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya

PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…

Minggu, 03 Juni 2018 22:48
Diduga Dendam Lama, Juru Parkir Nasi Goreng 21 Diancam

Gigit Peluru dan Lepaskan Tembakan, Mat Pirang Diciduk Polisi

PONTIANAK- Mat Roji alias Mat Pirang terpaksa berurusan dengan kepolisian. Pria 42 tahun yang tinggal…

Minggu, 03 Juni 2018 22:42

INGAT..!! Parkir di Luar Transmart Bakal Ditilang

PONTIANAK- Parkiran pengunjung Transmart yang tak sesuai aturan di dekat bundaran Jalan Trans Kalimantan…

Minggu, 03 Juni 2018 21:35
Terciduk Satgas Pamtas di Jalan Tikus Perbatasan Sanggau

Bawa Amunisi, Dua Warga Malaysia Diamankan

PONTIANAK- Bawa amunisi dan senjata api (Senpi), dua warga Malaysia diamankan Satuan Tugas Pengamanan…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:06

TERNYATA..!! Frantinus Itu Anak Mantan Menteri Zaman Belanda

PONTIANAK- Tim Kuasa Hukum Frantinus Nirigi menginginkan perkara yang dilakukan kliennya dapat diselesaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .