UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 12 Mei 2018 23:32
Surprise yang Disambut Penghianatan
PANAS HATI..!! Pergoki Istri Berduaan di Kamar, Suami Bacok Selingkuhan Istrinya

Puas Membacok Korban hingga Kritis, MS Serahkan Diri ke Polisi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Hati siapa yang tak sakit bila melihat pasangannya berduaan dengan orang lain. Apalagi hal itu terjadi ketika ditinggal pergi untuk kerja. Seperti yang dialami MS, warga Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara. Sepulangnya dari kerja di Malaysia, pria 28 tahun ini bukan disambut sang istri, NM. Surprise yang rencananya diberikan kepada orang yang disayangi, justru disambut dengan penghianatan. MS memergoki istrinya berduaan dengan pria idaman lain, WH, dalam kamar sebuah rumah kontrakan di Jalan Khatulistiwa.

Diberitakan Rakyat Kalbar, saking kecewanya, MS mengamuk dan membacok WH dengan penuh emosi. Sehingga pria 25 tahun itu mengalami luka yang serius di sekujur tubuhnya. "Setelah kejadian (pembacokan) itu, pelaku langsung meninggalkan WH dan istrinya (NM). Kemudian sekira sepuluh siang tadi, pelaku menyerahkan diri ke kami," ujar Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Ridho Hidayat kepada sejumlah wartawan, Jumat (11/5).

Ridho menjelaskan, saat menyerahkan diri, pelaku masih dalam keadaan berlumuran darah. Anggota piket yang terkejut dengan kedatangan pria ini langsung mengarahkan ke penyidik. Hasil interogasi awal, bahwa pelaku mengakui telah membacok WH dengan sebilah pisau panjang yang didapatnya di rumah abangnya.

"Pelaku bercerita, dia bekerja di Malaysia, sedangkan istri dan kedua anaknya tinggal di rumah orang tuanya (mertua pelaku) di Jalan Khatulistiwa, Baru Layang. Kamis kemarin, jam sepuluh malam, pelaku pulang ke Pontianak tanpa sepengetahuan istrinya," terang Ridho.

Setibanya di Pontianak, pelaku langsung menginap di rumah abangnya, Tor, di Jalan Parit Makmur, Kelurahan Siantan Hilir, Pontianak Utara. Jumat (11/5) sekira pukul 09.00 Wib, pelaku hendak ke rumah mertuanya untuk memberikan surprise kepada istri dan anak-anaknya, bahwa pelaku sudah pulang.

“Namun pelaku tidak menemukan istrinya di rumah. Motor yang biasa digunakan istrinya pun tidak ada di rumah. Sehingga pelaku memutuskan untuk kembali ke rumah abangnya,” jelas Ridho. Dalam perjalanan pulang ke rumah abangnya, tanpa sengaja pelaku melihat motor yang biasa digunakan istrinya berada di rumah kontrakan di Jalan Khatulistiwa itu. Pelaku yang menaruh curiga, tetap melajukan sepeda motornya untuk kembali ke rumah abangnya untuk mengambil sebilah pisau panjang.

 “Pelaku kembali mendatangi rumah kontrakan tersebut. Setibanya di sana, pelaku langsung masuk melalui pintu depan yang memang tidak dikunci. Pelaku terkejut memergoki istrinya tengah berduaan di kamar bersama WH. Pelaku yang marah langsung membacok WH," tutur Ridho.

Usai membacok, pelaku meninggalkan korban dan istrinya. Pelaku langsung menyerahkan diri ke kepolisian. Sedangkan korban yang tergeletak di halaman rumah kontrakan itu, langsung ditolong warga untuk segera dibawa ke puskesmas terdekat. Foto-foto korban pun cepat beredar di media sosial. Bahkan korban terlihat tanpa mengenakan celana.

Kini, korban yang berasal dari Desa Rawalele, Kecamatan Dawuwan, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu sudah dirujuk dan dirawat ke RS Yarsi Pontianak. Korban sadar, namun terus mengalami penurunan kesadaran karena mengalami luka yang sangat parah di sekujur tubuhnya. Rencananya, korban akan dirujuk ke RS Promedika untuk dilakukan visum dan penanganan medis lebih lanjut.

"Pelaku sudah diamankan di Polsek untuk diperiksa lebih lanjut sesuai proses hukum yang berlaku. Kita juga sudah minta keterangan sejumlah saksi," tegas Ridho. Salah satu saksi adalah Ketua RT 04, Urai (40). Kepada polisi, Urai menyebutkan bahwa WH dan istri pelaku sudah tinggal di rumah kontrakan milik Mis, kurang lebih selama 3 pekan ini.

Bahkan pekan lalu, WH dan istri pelaku sempat datang ke rumah Urai dengan maksud melaporkan bahwa mereka berdua merupakan pasangan suami istri yang baru mengontrak di rumah kontrakan milik Mis itu. Kemudian Urai meminta bukti berupa surat nikah. Namun keduanya berdalih dengan mengatakan bahwa mereka menikah di Pulau Jawa dan buku nikah yang mereka miliki tertinggal di sana. Sebagai Ketua RT, Urai tidak dapat membantu menguruskan surat nikah untuk keduanya. Namun, keduanya tetap nekat tinggal serumah.

Awak Rakyat Kalbar mencoba mencari keterangan lebih lanjut dari pihak keluarga korban. Di ruangan tertutup Unit Gawat Darurat (UGD) RS Yarsi Pontianak, korban tampak masih lemah sehingga masih belum bisa ditemui dan diajak bicara. Selain keluarganya, koban juga dijaga NM. Saat berada di luar ruang UGD, NM pun irit bicara kepada awak media. Dia hanya menjelaskan bahwa selama ini suaminya memang berkerja di Malaysia. "Saya tidak tahu kalau suami datang. Tiba-tiba dobrak pintu dan langsung bacok. Kejadian itu sekitar jam sepuluh pagi," tuturnya dengan wajah yang lelah.

NM mengaku, selama ditinggal suaminya kerja, ia berkenalan dengan WH di Pontianak. "Suami saya kerja di Malaysia. Mungkin suami saya cemburu kalau saya dekat dengan dia (WH)," ujarnya. NM hanya bisa pasrah atas prahara ini. Dia juga mengaku taku akan terjadi sesuatu pada dirinya dan korban yang saat ini masih membutuhkan perawatan medis. "Ini mau dirujuk. Tapi saya tidak apa,” tutupnya. (oxa/amb)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:42

ILEGAL..!! Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan

ENTIKONG- Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:19

NGERI..!! Supinah Dibunuh Secara Sadis

SEKADAU- Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau,…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:16

Khawatir Penjarahan Massal di Sulteng, Relawan Kalbar Tunda Berangkat

PONTIANAK- Bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan hati banyak pihak.…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:38

Wanita di Peniti Tewas Bersimbah Darah

SEKADAU- Masyarakat Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:37
Operasi Tibtor Polda Kalbar

126 Penjahat dan 92 Kendaraan Diamankan

PONTIANAK- Selama sebulan ini, Polda Kalbar menggelar Operasi Tertib Kendaraan Bermotor (Tibtor) Kapuas…

Kamis, 27 September 2018 12:04

Indeks Kerawanan Pemilu Kalbar Kategori Sedang

PONTIANAK- Indeks Kerawanan Pemilu, Kalimantan Barat masuk dalam kategori sedang. Penilaian itu tidak…

Selasa, 25 September 2018 11:00

Sultan Berang, Laporkan Akun Facebook Intan Sekar Sari

PONTIANAK- Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie dalam waktu dekat ini akan melaporkan akun…

Selasa, 25 September 2018 10:57

PLTBm Pertama di Kalbar, Berkapasitas 15 MW

MEMPAWAH-  Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Gubernur Kalbar Sutarmdiji…

Selasa, 25 September 2018 10:55
Sah! Secara Defacto Gambar Garuda Pancasila Karya Sultan Pontianak ke VII

Tinggal Menunggu Penetapan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional

PONTIANAK- Gambar rancangan asli lambang negara Republik Indonesia, Elang Rajawali - Garuda Pancasila…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .