UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 12 Mei 2018 11:51
Pasar Babi Disini Didesak untuk Dibongkar, KENAPA?
PASAR BABI. Aktivitas Pasar Babi yang masih terus berlangsung meskipun aset pasar babi tersebut sudah dihapus, kemarin---Dedi Irawan

PROKAL.CO, MELAWI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi didesak untuk segera melakukan pembongkaran Pasar Babi yang berada di kawasan Komplek Pasar Nanga Pinoh, Jalan Kenanga, Dusun Laja Permai, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh. Hal ini mengingat aktivitas pasar yang terletak tepat di depan Vihara Iddi Maitreya tersebut masih berlangsung. Padahal statusnya aset sudah dihapuskan.

“Sebelumnya sudah digelar rapat antara Pemkab Melawi, kami serta pihak Ombudsman RI Perwakilan Kalbar. Dalam rapat itu, disepakati soal relokasi Pasar Babi ke tempat yang lebih ideal,” ujar Lim Sim Mong, salah satu warga yang mendesak pembongkaran Pasar Babi, Kamis (10/5), kepada Rakyat Kalbar.

Penghapusan aset Pasar Babi ini berawal dari pengaduan warga setempat. Karena lahan yang digunakan untuk Pasar Babi itu berada di bantaran sungai serta dianggap tidak berada di areal yang tepat. Among, sapaan akrab Lim Sim Mong ini menambahkan, usai penghapusan aset Pasar Babi, Pemkab Melawi seharusnya juga melakukan pembongkaran dan relokasi para pedagang yang berjualan di pasar tersebut.

“Namun sampai sekarang, setelah pertemuan Maret lalu, belum juga dilakukan pembongkaran. Pasar Babi ini juga masih aktif untuk berjualan sampai saat ini,” keluhnya. Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskumdag) Melawi, Alexander membenarkan perihal penghapusan aset Pasar Babi tersebut. Penghapusan aset pasar tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Melawi, Nomor 030/29 Tahun 2018 yang ditetapkan pada 7 Maret 2018. “Memang aset itu sudah dihapuskan. Hanya untuk melakukan pembongkaran Pasar Babi tentu kita harus ada dana. Karena dana ini belum tersedia,” katanya.

Alexander juga mengungkapkan, Diskumdag tidak bisa langsung bertindak gegabah dan semaunya melakukan pembongkaran usai terbitnya SK Bupati Melawi terkait penghapusan aset Pasar Babi itu. Pihaknya tentu harus melakukan sosialisasi dengan pedagang yang berjualan di sana.

“Pedagang kita panggil dulu, kita harus koordinasi nanti kemana dia akan berjualan. Jangan sampai nanti begitu dibongkar, giliran kita yang dikomplain pedagang. Kita harus hati-hati, walau SK Bupati ini sudah dikeluarkan,” ujarnya.

Alexander menambahkan, solusi untuk para pedagang daging Babi ini tentu harus ada. Apakah nanti mereka berjualan menggunakan keranjang atau lainnya. Bagaimana pun, sambung dia, instansinya tidak bisa mengabaikan kepentingan masyarakat. Karena para pedagang daging Babi ini berjualan juga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. “Memang tidak banyak yang berjualan di Pasar Babi ini. Paling tiga atau empat pedagang saja. Itu pun kalau pagi biasa hanya dua saja yang buka. Ke depan tentu akan kita bongkar setelah ada sosialisasi pada para pedagang tersebut,” janjinya.

Terkait status tanah tempat berdirinya Pasar Babi ini, Alexander mengakui bahwa lahan itu bukan aset Pemkab, tapi bangunannya merupakan aset Pemkab. Bangungan pasar tersebut pertama kali dibuat pada 2007 silam dan dua kali direhab pada 2012 dan 2016.

“Penghapusan aset ini juga karena adanya pengaduan warga. Dimana tanah tempat pasar ini berdiri disebut milik penggugat. Hanya saat dibangun pertama kali, tanah itu bukan milik siapa-siapa karena sertifikat penggugat baru ada tahun 2012. Kita juga pertanyakan kenapa komplain ini baru muncul sekarang,” ungkapnya.

Anggota Komisi II DPRD Melawi, Nur Ilham menilai keberadaan Pasar Babi dekat pemukiman warga tentu sudah tidak layak lagi dan perlu ditinjau kembali oleh pemerintah agar dipindahkan ke tempat yang lain. Pihaknya juga sudah meminta pendapat dari pihak Vihara yang berada dekat Pasar Babi tersebut. Hasilnya, mereka sangat menolak keberadaan Pasar Babi.

“Keberadaan Pasar Babi saat ini ternyata dibangun di atas bantaran sungai, sehingga saat kondisi pasang di daerah tersebut, kerap kali masyarakat mengeluhkan aroma tidak sedap yang muncul,” ujarnya. Selain itu, katanya, kondisi pasar juga sempit dan tidak memiliki tempat parkir bagi pembeli. Karena berada di depan jembatan.

“Yang lebih parah lagi, pasar ini hanya berjarak sekitar 50 meter dari tempat ibadah umat Budha. Bahkan dengan perumahan warga sangat dekat sekali, makanya ini menjadi pertimbangan untuk segera direlokasi,” pungkasnya. (Dedi Irawan/rk)

 


BACA JUGA

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:42

ILEGAL..!! Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan

ENTIKONG- Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:19

NGERI..!! Supinah Dibunuh Secara Sadis

SEKADAU- Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau,…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:16

Khawatir Penjarahan Massal di Sulteng, Relawan Kalbar Tunda Berangkat

PONTIANAK- Bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan hati banyak pihak.…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:38

Wanita di Peniti Tewas Bersimbah Darah

SEKADAU- Masyarakat Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:37
Operasi Tibtor Polda Kalbar

126 Penjahat dan 92 Kendaraan Diamankan

PONTIANAK- Selama sebulan ini, Polda Kalbar menggelar Operasi Tertib Kendaraan Bermotor (Tibtor) Kapuas…

Kamis, 27 September 2018 12:04

Indeks Kerawanan Pemilu Kalbar Kategori Sedang

PONTIANAK- Indeks Kerawanan Pemilu, Kalimantan Barat masuk dalam kategori sedang. Penilaian itu tidak…

Selasa, 25 September 2018 11:00

Sultan Berang, Laporkan Akun Facebook Intan Sekar Sari

PONTIANAK- Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie dalam waktu dekat ini akan melaporkan akun…

Selasa, 25 September 2018 10:57

PLTBm Pertama di Kalbar, Berkapasitas 15 MW

MEMPAWAH-  Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Gubernur Kalbar Sutarmdiji…

Selasa, 25 September 2018 10:55
Sah! Secara Defacto Gambar Garuda Pancasila Karya Sultan Pontianak ke VII

Tinggal Menunggu Penetapan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional

PONTIANAK- Gambar rancangan asli lambang negara Republik Indonesia, Elang Rajawali - Garuda Pancasila…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .