UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH
Sabtu, 24 Februari 2018 12:48
KEREN NIH..!! Kemenhub Bikin 7 Kapal di Pontianak

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kementerian Perhubungan RI membuat 70 kapal diberbagai tempat di Indonesia. Salah satunya kapal tersebut dibikin di Kota Pontianak. Tepatnya di galangan kapal PT. Steadfast Marine Jalan Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara. Seperti dilansir Rakyat Kalbar, di galangan tersebut, Kemenhub membuat tujuh unit kapal tipe 2000 GT dan 1200 GT. Anggarannya untuk per unit kapal 2000 GT sekitar Rp73 miliar. Sedangkan kapal 1200 GT antara Rp53 miliar - Rp54 miliar per unitnya.

Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskanm dari total 70 kapal yang dibuat, diantaranya 50 untuk kapal perintis penumpang. Kemudian 15 kapal sebagai kontainer atau barang. “Sisanya untuk fungsi yang lainnya,” katanya ketika melakukan peninjauan pembuatan kapal di PT. Steadfast Marine Jalan Khatulistiwa Kecamatan Pontianak Utara, Jumat (23/2).

Peninjauan lokasi pembuatan kapal milik Kemenhub ini kata dia, untuk memastikan penyelesaiannya. Sebab April mesti sudah rampung. "Saya pastikan ini rata-rata kondisinya 80 persen," ujar Budi.  Dia berharap, kapal perintis tol baik penumpang maupun barang selesai tepat waktu. Nantinya kapal perintis barang akan diperkuat untuk Indonesia bagian timur. Sehingga akan menambahkan fungsi tol laut yang ada sekitar 15 rute. Seandainya ada 20 berarti akan ada banyak rute yang ditambahkan.

Sedangkan untuk kapal perintis penumpang akan dibagi di Maluku dan Maluku Utara. Saat lebaran nanti akan dipergunakan Jakarta, Semarang, Surabaya bisa menggunakan kapal tersebut. “Mulai minggu depan, akan dilakukan campaign tentang mudik gratis menggunakan kapal,” jelasnya.

Dikatakannya, dari total kapal yang ada bisa digunakan 10 dengan sekali angkut sekitar 4000 orang. Maka bisa empat kali, sehingga totalnya 16.000 orang penumpang. Bahkan bisa sekali angkut sebanyak 500 kendaraan bermotor.  "Saya ini mengimbau masyarakat, terutama Jakarta, Semarang sebagian Jakarta, Surabaya menggunakan ini. Kita gunakan untuk mudik gratis sama motornya. Cepat-cepat gunakan ini, karena pemerintah ingin sekali mudik tahun ini bertambah baik," tuturnya.

Budi berkeinginan kebiasaan orang Indonesia yang menggunakan kapal lebih baik. Indonesia sebagai bangsa maritim, tapi minat naik angkutan laut belum maksimal. Agar rakyat senang naik kapal, ia berjanji akan tugaskan Dirjen Laut Kemenhub untuk mengkampanyekannya.  "Kapalnya baru-baru untuk mudik lebaran," gugah Budi.

Budi belum mengetahui pembagian kapal yang digunakan mengangkut barang seperti apa. Namun dikatakannya, nanti sebagian dikelola Pelni dan swasta untuk melakukan pengiriman tol laut.  "Sekarang ini cuma 15 lintasan, kalau masing-masing kapal yang ada maka akan menambah beberapa lintasan. Berarti tol lau akan semakin baik," serunya.

Pemerintah kata dia, memang ingin mengkonsentrasikan tol laut. Selain kepastian disparitas harga, ingin sekali masyarakat di Indonesia Timur memanfaatkan. Dari timur ke barat atau sebaliknya untuk mengirim barang-barang. "Supaya punya mata pencaharian dan daerahnya semakin hidup," tuntas Menhub Budi Karya Sumadi.  (Maulidi Murni/rk)

Sabtu, 24 Februari 2018 12:47
INGAT YA....Lokasi Tanah Gambut Rawan Karhutla

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pemerintah Kota Pontianak telah membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) dibeberapa kelurahan yang mengalami kebakaran lahan. Daerah-daerah tersebut merupakan tanah gambutnya cukup tebal, sehingga sangat mudah terbakar. Pokmas dibentuk di tiga kecamatan dan enam kelurahan se Kota Pontianak. Anggota Pokmas terdiri dari beberapa unsur di setiap kelurahan masing-masing agar bisa saling bersinergi. Mereka akan dilatih, sehingga jika ada kebakaran lahan siap untuk mengantisipasinya.

"Asap yang ada merupakan dampak kiriman dari pembakaran lahan, tetapi memang kita juga punya daerah-daerah yang terbakar," kata Penjabat Sementara (Pjs) Kota Pontianak, Mahmudah, Kamis (22/2) seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak kata dia, sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pemasangan baliho pemberitahuan larangan membakar juga sudah dilakukan. Terkait kabut asap belakangan ini, DLH Kota Pontianak telah berkerja sama membagikan masker di titik-titik tertentu.

Kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) seperti musiman di Kota Pontianak. Untuk mengantisipasinya, masyarakat di daerah rawan Karhutla di tiga kecamatan selalu diberikan peringatan.  "Sudah tau akibatnya apa, tapi tetap melakukan pembakaran. Pemerintah akan terus berupaya, merubah mindset tidak gampang tapi itu tidak boleh berhenti dalam artian tidak boleh membiarkannya secara terus menerus," lugas Mahmudah.

Sementara itu, untuk melibatkan peran serta dan fungsi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla, Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Pontianak membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya, Kamis (22/2). Tepatnya di Desa Rasau Jaya III dan Bintang Mas II.

"MPA adalah sekelompok masyarakat yang dibentuk untuk melakukan upaya pencegahan serta peningkatan peran serta dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di tingkat tapak atau wilayah kerja desa," ujar Kadaops Manggala Agni Pontianak, Sahat Irawan Manik usai membentuk MPA.

Hal ini kata Sahat, selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo pada Rakornas Dalkarhutla di Istana Negara, 6 Februari 2018. Agar melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan Karhutla.

Kemudian, dalam Rakornas itu Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) juga menyampaikan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla melalui peningkatan peran serta para pihak termasuk di dalamnya pemberdayaan masyarakat.

"Pembentukan kelompok MPA yang kita lakukan ini diawali dengan pembekalan teknis yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan calon anggotan MPA," jelasnya. Materi pembekalan teknis untuk calon anggota MPA dititikberatkan pada penguatan kelembagaan MPA, komitmen dan pengenalan sarana prasarana Dalkarhutla sederhana serta upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

"Pembentukan kelompok MPA di wilayah kerja Manggala Agni Daops Pontianak ini terpusat di dua desa. Tapi pesertanya dari beberapa desa yang ada di Kecamatan Rasau Jaya," tutup Sahat. Sementara itu, Kepala Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan, Jhony Santoso menyampaikan apresiasi atas upaya yang sudah dilakukan oleh para pihak dalam mencegah dan menangani Karhutla.

"Kami mengajak pemerintah daerah, swasta dan masyarakat untuk bekerja sama dalam upaya peningkatan peran serta kita semua, khususnya masyarakat dalam pengendalian Karhutla," kata Jhony.

Nasution Usman, yang mewakili Camat Rasau Jaya menuturkan, agar pembentukan dan pelatihan MPA ini bukan langkah awal, Melainkan merupakan langkah lanjutan untuk mengatasi masalah kabut asap yang dihasilkan dari Karhutla.

"Dengan adanya pembentukan dan pelatihan MPA ini, masyarakat yang telah dilatih bisa menularkan ilmunya kepada masyarakat lainnya, sehingga upaya pencegahan Karhutla lebih optimal dan kejadian Karhutla bisa diminimalisir," harapnya.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk lebih peduli terhadap kejadian-kejadian yang merusak ekosistem di lingkungan sekitarnya. (Maulidi Murni, Ocsya Ade CP/RK)

Sabtu, 24 Februari 2018 12:43
SEREM..!! Pengendara Motor Penyet Dilindas Truk TNI

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di KM 29 Desa Korek Kecamatan Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Rabu siang (21/2). Tabrakan antara truk milik TNI dengan sepeda motor itu menewaskan Moh Nasir (30), warga Dusun Panca Maju Desa Korek.

Rakyat Kalbar memberitakan, kondisi sepeda motor korban begitu tragis. Sepeda motor korban melekat di bawah ban truk yang dikemudikan Prada F (24). Kejadian berawal dari ketidakseimbangan pengemudi truk, sehingga hilang kendali saat menaiki jembatan.

Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Syarifah Salbiah ketika dikonfirmasi membenarkan kecelakaan maut tersebut. Ketika mendengar kecelakaan itu pihaknya langsung turun ke lokasi, untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan serta memeriksa sejumlah saksi.

Dikatakannya, sangat jelas terlihat bekas jejak rem goresan aspal dan bercak darah di TKP. Semua berawal dari truk dari arah Tayan hendak masuk ke arah kota dengan muatan tanah. “Namun ketika sampai di TKP, mobil dumb truk TNI itu, hendak menaiki jembatan kemudian hilang kesimbangan,” jelasnya.

Lantaran ketidakseimbangan saat melintasi jembatan yang menanjak, akhirnya truk lari ke kanan jalan. Secara bersamaan datang dari arah yang berlawanan sepeda motor KB 4145 MN yang dikemudikan korban. Lantaran jaraknya begitu dekat sekali, tabrakan pun tak dapat dihindarkan. “Berkaitan dengan kasus ini, kepolisian tidak bisa melakukan proses hukum terhadap anggota TNI, sehingga dilimpahkan kepada pihak Kodam XII Tanjungpura untuk diproses lanjut,” ungkap Salbiah.

Terpisah, Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Tri Rana Subekti membenarkan laka lantas tewas di Jalan Trans Kalimantan tersebut. Dijelaskannya, kecelakaan itu melibatkan kendaraan milik Batalyon Zeni Tempur 6 (Yonzipur 6). "Benar, itu punya Yonzipur 6 truknya, akibat rem mendadak menghindari ada motor yang tiba-tiba belok kiri," ujarnya dihubungi Rakyat Kalbar melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (21/2) sore.

Saat ini kata Kapendam, pengemudi truk sudah diproses oleh Polisi Militer Kodam XII/Tanjungpura atau (Pomdam XII/Tanjungpura).  "Danyon Zipur nya juga sudah ambil tindakan untuk sopir diserahkan ke Pomdam serta bertanggung jawab mengurus korban ke keluarga korban," tutupnya.  (Achmad Mundzirin, Ambrosius Junius/rk)

Selasa, 13 Februari 2018 10:19
Lagi-Lagi Sayur Malaysia Disita Polisi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Sebanyak 250 kotak wortel, kentang dan sawi putih ilegal dari Malaysia disita anggota Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak, di kawasan Pasar Flamboyan, Jalan Pahlawan, Kecamatan Pontianak Selatan, Kamis (8/2).

Diberitakan Rakyat Kalbar, pengungkapan kasus ini ketika Muhaimin, sopir truk bernopol KB9075 BA ini hendak memasukkan truknya yang bermuatan sayur mayur itu ke area pasar. "Sebelum sayur ini diperjualbelikan, anggota menyergap dia di parkiran Pasar Flamboyan," kata Kasat Reksrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli kepada sejumlah wartawan, Jumat (9/2).

Kepada petugas, Muhaimin mengaku sayur mayur ini milik Au. Dia pun diminta untuk menunjukkan gudang penyimpanan sayuran ini.  “Sebagian wortel, kentang dan sawi putih ini disimpan di gudang milik Rudyanto di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara,” jelas Husni.

Setelah itu, petugas kemudian mendatangi Au dan memintanya untuk menunjukkan segala dokumen yang berkaitan denga sayur-mayur ini. Salah satunya dokumen Karantina. “Dia tidak bisa menunjukkan dokumen. Jadi, dia dan barang bukti diamankan di Mapolresta Pontianak,” tegas Husni.

Untuk Rudyanto dan Muhaimin, dikatakan Husni, hanya dijadikan sebagai saksi. Lantaran mereka hanya sopir dan pemilik gudang. “Sementara untuk Au setelah kita lakukan pemeriksaan, kita tetapkan dia sebagai tersangka,” ujarnya.

Saat ini, Au masih terus diperiksa untuk dilakukan pengembangan kasus. Dia dijerat pasal 31 ayat (1) UU RI No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. (Zrn/rk)

 

Selasa, 13 Februari 2018 10:08
Tiga Pasangan Calon Pilwako Pontianak Semua dari Jalur Parpol

PROKAL.CO, PONTIANAK- Satarudin-Alfian Aminardi, Edi Rusdi Kamtono-Bahasan, serta Adrianto-Yandi ditetapkan sebagai pasangan calon (Paslon) Wali Kota Pontianak dan Wakil Wali Kota Pontianak. Penetapan oleh KPU Kota Pontianak tersebut diumumkan KPU Kota Pontianak di Kantor KPU Pontianak, Senin (12/2). “Jadi intinya, peserta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak yang memenuhi persyaratan pencalonan dan syarat calon itu tiga pasang," kata Ketua KPU Kota Pontianak, Sujadi.

Diberitakan Rakyat Kalbar, sebelumnya ada empat bakal pasangan calon (Bapaslon) yang mendaftar sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak. Yang ditetapkan KPU merupakan dari jalur partai politik. Sedangkan Bapaslon Sy. Usmulyani Alkadrie-Deni Hermawan yang mendaftar dari jalur perorangan tidak memenuhi syarat minimal dukungan. Sehingga pencalonannya ditolak KPU Pontianak.

Setelah penetapan ini Paslon, hari ini akan dilakukan cabut undi nomor urut. Selanjutnya Paslon menyampaikan visi misi yang menjadi bagian kampanye di tanggal 15 Februari sampai 23 Juni. Masa kampanye sudah sesuai dengan jadwal yang ditetapkan KPU. Khususnya kampanye yang berkenan dengan rapat umum, iklan di media massa menjelang 14 hari masa tenang, memasang alat peraga kampanye, baliho, spanduk, umbul-umbul, semua sudah ada ketentuannya. Begitu juga dengan kampanye berkenaan dengan tatap muka atau pertemuan terbatas.

"Itu ketentuannya, artinya terikat kepada jadwal yang telah kita tetapkan. Selanjutnya tentulah dalam kampanye ada kode etik atau rambu-rambu yang tidak boleh mereka lakukan, misalnya kampanye negatif, hitam, itu yang tidak boleh mereka lakukan," tegasnya.

Paslon harus mengedepankan kampanye penyampaian visi misi dan program sebagai bagian dari persyaratan pencalonan serta syarat calon kepada KPU untuk disampaikan kepada masyarakat. Alat peraga kampanye dimulai pada 15 Februari - 23 Juni 2018. Oleh karenanya, bahan sosialisasi dari pasangan yang banyak bersebaran saat ini wajib diturunkan. Mungkin nantinya KPU Kota Pontianak bisa meminta bantuan Satpol PP. “Tapi sebaiknya mereka yang membersihkan alat peraga. Selanjutnya mulai berkampanye dengan menggunakan nomor urut, visi misi yang akan mereka sampaikan,” tukasnya.

Sanksi bagi yang melanggar aturan ada bermacam-macam. Panwaslu Kota yang akan mengawasi apa pelanggarannya selanjutnya akan ditindak lanjuti.  "Saya belum bisa jelaskan sanksinya, itu tergantung dari pelanggaran, setiap pelanggaran sanksinya berbeda-beda, tapi kalau bersifat administrasi Panwaslu biasanya menyampaikan kepada kami (KPU) untuk ditindaklanjuti, tapi kalau berupa pidana ada Gakumdu, Gakumdu akan memutuskan apakah pidana atau bukan, jika benar pidana akan ditindak lanjuti sampai ke pengadilan," jabarnya. Sujadi berharap, pelaksanaan kampanye berjalan lancar, aman, tertib sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Calon Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengucapkan syukur dan terima kasih karena sudah ditetapkan. Itu artinya, Paslon ini memenuhi persyaratan. "Tadi berjalan lancar, Alhamdulillah, selanjutnya kita cabut nomor urut," ucap Edi.

Edi menyebutkan nomor berapapun nanti yang diterima paslon ini sama saja, hanya untuk identitas. Selanjutnya, program yang akan disampaikan nantinya tentunya akan menyentuh ke masyarakat. Semuanya lebih mengutamakan manfaat. Tidak hanya output, tapi outcome. Sehingga lebih menyentuh percepatan untuk mensejahterahkan masyarakat. “Seperti mengurangi angka kemiskinan, menuntaskan jalan lingkungan, menggratiskan kesehatan dan pendidikan, dan masih banyak lainnya,” tuturnya.

Edi dan Bahasan yang menggunakan jargon “Lanjutkan”. Dijelaskan Edi, mengapa memakai jargon tersebut, karena selama 25 tahun ia sudah terlibat langsung dalam pembangunan Kota Pontianak. “Jadi sangat tahu persis perjalanan pembangunan Kota Pontianak baik dari sisi SDM, keuangan maupun program-program percepatan,” tuntas Edi.

Sedangkan Adrianto yang lebih dikenal Hari Daya mengatakan, akan mengikuti aturan yang ditetapkan KPU.  "Dengan ini kita tentu menjalani mekanisme yang telah diatur KPU," ucapnya.  Ia yang berpasangan dengan Yandi ini memiliki beberapa program. Di antaranya, membangun kawasan perairan menjadi wisata bertarap internasional dan merubah sistem pemerintahan. “Kkita juga akan membuat badan CSR untuk kebaikan masyarakat Pontianak,” jelasnya.

Sistem pemerintahan akan mereka ubah secara spesifik adalah akan memberikan kewenangan pada Camat untuk melakukan pembangunan di wilayahnya masing-masing. Perangkat-perangkatnya diserahkan pada Camat untuk berlomba-lomba mengambil simpati masyarakat dan membangun apa yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga bisa memantau apa keinginan dan kesusahan masyarakat di wilayah masing-masing.

"Maka dibutuhkan Lurah yang mempunyai jiwa sosial tinggi yang mau turun di lapangan. Dalam pemantauan kita akan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengontrol apakah dibalai kota maupun dikecamatan," tutup Hari Daya.

Sedangkan Satarudin menjelaskan, tahapan KPU sudah dilaksanakan dengan baik. Dia pun optimis untuk melangkah ke tahapan selanjutnya.  “Bawaslu sudah mengirimkan surat, bahwa kami akan membersihkan atribut yang terpasang di jalan, khususnya pasangan saya dan pak Alfian akan kami copot malam ini. Ini dari tim kami, tidak tahu yang lain," ujarnya.

Mengenai strategi, Satar belum mau membocorkannya. Menurutnya itu adalah rahasia, bahkan khusus. Dia berharap, saat masa kampanye suasana kondusif, damai, dan tidak terpancing isu menyesatkan. “Karena Pilkada ini adalah pestanya rakyat Pontianak, mari berpresta dengan riang gembira. Tidak usah tegang-tegang, bawa santai jak," ujar Satar. (Maulidi Murni/rk)

Jumat, 09 Februari 2018 11:02
Jelang Imlek, Pembuat Kue Keranjang Banjir Orderan
Bahan Baku Sulit Didapat, Mahal, Omzet pun Menurun

PROKAL.CO, Jelang perayaan tahun baru Imlek, pembuat kue keranjang kebanjiran pesanan. Tidak seperti sebelum-sebelumnya, tahun ini bahan baku kue keranjang sulit didapat.

Ambrosius Junius, Pontianak, Rakyat Kalbar

Keluarga Ali merupakan di antara pembuat kue keranjang di Kota Pontianak. Usaha ini sudah turun-temurun dilakukan. Imlek tahun ini, keluarga Ali membuat satu ton lebih kue keranjang. Dijelaskan pria 56 tahun ini, proses pembuatan kue keranjang selama tiga minggu. Kendati begitu, mereka tidak memakai tenaga orang luar. Sistem ini telah dilakoni keluarga ini sejak puluhan tahun lalu.

"Usaha dari bapak sekitar 20 an tahun, sekarang generasi ke tiga, dulu nenek, mama, bapak, baru kita," paparnya ketika ditemui di kediamannya di Gang Dungun Jalan Gajah Mada, Rabu (7/2) siang. Lantaran sulit diperoleh, tahun ini bahan baku membuat kue keranjang harganya mahal. Akibatnya Imlek tahun ini, omzet jadi merosot. "Beras ketan agak susah, mahal, kita pun agak merosot omzetnya," ujarnya.

Diberitakan Rakyat Kalbar, dibanding tahun lalu, per kilogram beras ketan hanya Rp12 ribu. Sedangkan tahun ini sekitar Rp17 ribu – Rp19 ribu per kilogram.  "Dulukan cuma Rp12 ribu, sekarang ada kenaikan," ucapnya

Untuk membuat kue keranjang, beras ketan dan gula pasir digiling menjadi adonan Proses pembuatan kue bertekstur kenyal dan lengket tersebut memakan waktu 13 - 14 jam. Tepung ketan dan gula pasir 1 berbanding 1. Atau jika tepung beras 100 kilogram, maka gula pasir juga sebanyak 100 kilogram. Sebuah kue keranjang yang dihasilkan beratnya sekitar 0,5 kilogram.

Sehari keluarga Ali bisa memproduksi 300 potong kue keranjang atau sekitar 150 kilogram. Sementara harga per kilogramnya Rp23 ribu. Omzet per hari diperolehnya tidak menentu."Kita ngak bisa prediksi omzetnya, itu tergantung orang yang pesan," ujarnya

Kue keranjang buatan keluarga Ali ini biasanya dikirim ke berbagai daerah di Kalbar, seperti Sintang, Sekadau, Kubu Raya dan lainnya. Ada juga orang yang memesan untuk dikirim ke sanak keluarganya di Jakarta. "Kita ngak kirim ke Jakarta, cuma pas orang pesan, kita diminta packing yang bagus," jelas Ali. (*)

 

 

 

Jumat, 09 Februari 2018 10:45
Dorrr! Jambret Kambuhan Ditembak

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pelarian Hendra berakhir. Pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) alias jambret ini akhirnya berhasil ditangkap anggota Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kamis (8/2) dini hari. Tak hanya ditangkap, residivis ini juga terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri saat pengembangan.

Diberitakan Rakyat Kalbar, informasi yang dihimpun di lapangan, Hendra telah beraksi sebanyak empat kali sejak Oktober 2017 lalu. Setelah identitasnya diketahui, dia diburu sejak Desember. Dalam pemburuan itu, Hendra licin. Dia selalu berhasil melarikan diri. Kala itu dia berhasil kabur saat digerebek di rumahnya, di Gang Delima, Kecamatan Pontianak Barat.

Keberhasilan penangkapan Hendra ini cukup terbantu dengan tertangkap terlebih dahulu pelaku lainnya, Darwis. “Dari pelaku pertama yang ditangkap, kita akhirnya berhasil melacak keberadaan Hendra,” jelas Iptu Jatmiko Kanit Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak ditemui di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Kamis (8/2) siang.

Jatmiko menjelaskan, Januari lalu didapat kabar bahwa Hendra berada di Kabupaten Mempawah. Sehingga dilakukanlah pengejaran ke sana. Namun lagi-lagi Hendra berhasil kabur. Lalu, Rabu 7 Februari kemarin didapat informasi jika dia berada di Entikong.  “Kami langsung bergerak menuju Entikong dan berkoordinasi dengan Polsek di sana, sehingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan,” terangnya.

Jatmiko menerangkan, berdasarkan laporan masyarakat, Hendra Cs ini sudah beraksi di empat tempat kejadian perkara (TKP). Yakni dua kali merampas tas pengendara sepeda motor di Jalan Merdeka, Pontianak Kota; Jalan Ahmad Yani I, Pontianak Selatan dan di Jalan Bintaro, Pontianak Selatan.

 “Seluruh korbannya wanita. Saat beraksi Hendra bersama temannya Darwis, yang sudah ditangkap sebelumnya,” jelas Jatmiko. Lanjut Jatmiko, Hendra yang sempat diperiksa di Polsek Entikong usai penangkapan ini kemudian dibawa ke Pontianak. Setibanya di Pontianak dilakukanlah pengembangan dengan membawa pelaku untuk menunjukkan TKP yang pernah dilakukan kejahatan itu.

Saat berada di TKP Jalan Barito, Hendra memanfaatkan kelengahan anggota dan berupaya kabur. “Saat melarikan diri, tiga kali tembakan peringatan dilepas tak diindahkan. Sehingga, pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan menembak kakinya,” tegasnya.

Penjahat kambuhan yang sudah dua kali keluar masuk penjara dalam kasus pencurian ini kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak untuk diberi pertolongan medis. “Terhadap pelaku akan dikenakan pasal 365 dengan ancaman pidana penjara selama sembilan tahun," tegas Jatmiko.

Sementara itu, Hendra mengaku setiap kali beraksi, Darwis yang membawa sepeda motor. “Saya bertugas merampas tas korban," akunya. Hendra mengatakan, barang hasil kejahatan seperti handphone kemudian dijual. Uangnya dibagi dan dihabiskan untuk bermain judi online dan membeli sabu. (Achmad Mudzirin/rk)

 

Sabtu, 03 Februari 2018 12:49
GILAAA..!!! 5 Ton Arak Disita Polisi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Rumah produksi minuman keras jenis arak putih di Jalan Meranti, Kecamatan Pontianak Kota digerebek Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak, Jumat (2/2) pagi. Hasilnya, lebih dari lima ton arak disita petugas. Dalam kasus ini, Sulaiman alias Atie (41) ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan arak tersebut.

Seperti diberitakan Rakyat Kalbar, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menerangkan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat pada sehari sebelumnya. Setelah menerima laporan itu, lanjut Husni, anggota Jatanras diturunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. “Saat melakukan penyelidikan, anggota melihat terlapor keluar dari garasi rumah menggunakan sepeda motor sambil membawa empat tas,” ungkap Husni, Jumat sore.

Anggota Jatanras kemudian melakukan pemeriksaan. Dalam empat tas itu ternyata berisi arak putih dengan total sebanyak 120 kantong. Berat masing-masing kantong mencapai 600 mililiter. “Rencananya arak itu akan dijajakan ke Rasau dan Kuala Dua, Kubu Raya,” sambung Husni.

Setelah mendapat barang bukti, anggota Jatanras kemudian melakukan penggeledahan di rumah nomor 68 itu. Dalam kamar depan, ditemukan 12 kardus berisi arak putih yang sudah dikemas ke dalam plastik es atau yang sering disebut kampelan. “Anggota juga menemukan pintu rahasia di dapur yang ditutup dengan lemari. Pintu tersebut langsung mengarah ke bangunan belakang rumah pelaku,” jelas Husni.

Di dapur itu, anggota kembali menemukan arak putih sebanyak 87 jeriken. Masing-masing jeriken berisi 25 liter arak putih. Kemudian di dua kamar lainnya ditemukan 99 jeriken ukuran 25 liter yang juga berisi arak. Lalu, dalam lemari terdapat 54 kantong seberat 3 liter arak serta 200 liter arak dalam drum oranye.

Saat ini, barang bukti dan tersangka sudah diamankan di Polresta Pontianak. Tersangka dijerat Pasal 204 ayat (1) KUHP, Pasal 62 jo Pasal 8 ayat (1a) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pangan, serta Pasal 140 dan 142 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

 “Hukuman kurungan untuk tersangka maksimal dari berbagai pasal tersebut sampai 15 tahun dan denda maksimal Rp 4 miliar,” tegas Husni. Sementara itu, Ketua RT 02/ RW 13, Kelurahan Darat Sekip, Suharti mengaku, tidak tahu persis aktivitas di rumah tetangganya tersebut. Sehari-harinya, kata Suharti, Sulaiman selalu dalam keadaan tertutup.

 “Saya tidak tahu aktivitas pemilik rumah, karena selalu tertutup. Bahkan pagar rumahnya yang tinggi sehingga tidak dapat dilihat dari luar,” ujarnya kepada sejumlah wartawan. Ia menambahkan, rumah Sulaiman ini dulunya adalah toko sembako. Namun kemudian ditutup oleh pemilik. Di rumah itu lanjut dia, ada empat orang penghuni.

 “Saya terkejut juga, tadi ada anggota kepolisian mendatangi saya dan meminta didampingi saat melalukan penggeledahan," tutupnya. (oxa/zrn/rk)

 

Sabtu, 03 Februari 2018 12:04
BKSDA Evakuasi Elang Bondol

PROKAL.CO, PONTIANAK- Petugas dari gugus tugas Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar BKSDA Kalbar mengevakuasi seekor Elang Bondol (Haliastur indus) dari rumah warga di Jalan Alianyang, Gang Harapan Jaya, Pontianak, Jumat (2/2) siang.

 “Kondisi elang tersebut dalam keadaan kurang sehat saat dievakuasi oleh petugas,” kata Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Adirahmanta kepada sejumlah wartawan. Sadtata melanjutkan, satwa jenis pemangsa itu merupakan penyerahan dari warga yang bernama Resty Chairunnisa Hariyanti. Berdasarkan keterangan Resty, elang tersebut mereka peroleh pada 31 Januari 2018, sekitar pukul 14.00 Wib.

 “Burung elang tersebut terjatuh di atap rumahnya yang kemungkinan satwa tersebut telah dipelihara. Elang tersebut juga kemungkinan lepas dalam kondisi yang kurang sehat,” ujar Sadtata.

Saat dievakuasi petugas, elang tersebut ditempatkan di kandang sementara dan sudah mendapatkan perawatan dari dokter hewan. “Nantinya, setelah satwa tersebut dinyatakan sehat, segera akan dilakukan pelepasliaran kehabitatnya,” ucap Sadtata. (oxa/rk)

 

 

Senin, 29 Januari 2018 11:23
BOCOR..!! Speedboat Ini Nekat Berlayar

PROKAL.CO, PONTIANAK- Speedboat Indo Kapuas yang berangkat dari Pelabuhan Kapuas Indah, Kota Pontianak tujuan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara menabrak suatu benda di perairan Sungai Kapuas, Minggu (28/1) pagi.

Diberitakan Rakyat Kalbar, akibatnya, speedboat berkapasitas sekitar 40 penumpang ini mengalami kebocoran. Beruntung penumpang dapat diselamatkan.Namun, driver kembali nekat melanjutkan perjalanan dengan speedboat yang sama setelah dilakukan penambalan pada bagian yang bocor.

Rossi Yulizar salah satu penumpang menerangkan, speedboat ini berangkat dari Pelabuhan Kapuas Indah sejak pukul 08.15 Wib. Dalam perjalanannya, driver mampir mengambil penumpang di Pelabuhan Senghie.

 “Setelah menaikkan penumpang dan barang, speedboat ini melanjutkan perjalanan. Saya merasa muatannya sudah melebihi kapasitas,” cerita pria 36 tahun ini. Sekitar lima menit setelah bertolak dari Pelabuhan Senghie, lanjut Rossi menceritakan, terdengar suara benturan dari bagian depan speedboat. Sontak, salah satu penumpang wanita berteriak.

 “Setelah ada suara benturan itu, tiba-tiba air sungai masuk dari bodi speedboat yang berlubang. Kaki serta barang bawaan kami yang disimpan di bawah basah semua,” beber warga kelahiran Kota Pontianak yang menetap di Sukadana ini.

Mendapati insiden ini, driver speedboat kemudian mengambil keputusan untuk memutar arah kembali ke pelabuhan terdekat. Semua penumpang dievakuasi di Pelabuhan Senghie.  “Kemudian speedboat dibawa ke pangkalan di belakang Ramayana untuk ditambal pada bagian yang bocor. Katanya sih kebocoran hanya sebesar jari kelingking,” tutur Rossi.

Setelah speedboat ditambal, driver kembali menjemput penumpang di Pelabuhan Senghie. Tanpa mengganti armada, perjalanan tetap dilanjutkan.  “Jam setengah sepuluh tadi kami berangkat ke Sukadana dengan speedboat yang sama. Mudahan tidak ada apa-apa dan kami selamat sampai tujuan,” harapnya.

Untuk diketahui, speedboat Indo Kapuas ini memiliki riwayat yang pahit. Pada Desember 2015 lalu, 14 penumpang meninggal akibat speedboat Indo Kapuas terbalik dan tenggelam setelah menabrak potongan balok kayu di Sungai Kapuas.

Kala itu, speedboat dari Padang Tikar tujuan Rasau Jaya, Kubu Raya tersebut juga nekat berlayar dalam kondisi bermuatan lebih dari semestinya. Dihubungi kembali, Rossi menyatakan bahwa selama dalam perjalanan tidak ada halangan berarti. “Alhamdulillah, kami tiba dengan selamat. Meski terhambat masuk ke pelabuhan akibat air dangkal,” tutup Rossi. (oxa)

 


BACA JUGA

Kamis, 03 Maret 2016 21:14

Tak Suka Anaknya Didekati, Pemilik Warkop Tusuk Keluarga Sendiri

PONTIANAK- Kepolisian Resort Pontianak terus mendalami motif kasus penganiayaan terhadap Yenny, warga…

Kamis, 03 Maret 2016 20:56

Eks Gafatar Sudah Pulang, Menteri Agama Baru Datang

PONTIANAK- Akhirnya, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin merapat ke Kalimantan Barat, Rabu…

Kamis, 03 Maret 2016 09:14

Usai Mutilasi Anak, Petrus Sempat Minta Dimandikan dan Dipakaikan Jubah

NANGA PINOH- Ustaz Ali Murtado sempat ngobrol dengan pelaku pembunuhan anak-anak kandungnya sendiri,…

Senin, 29 Februari 2016 11:57

Lulus Pendidikan Satpam, Pria Ini Malah Jadi Pencuri Kabel

PONTIANAK- Lulusan pendidikan Satpam angkatan 54, Angga, 24, tak berdaya setelah kaki kanannya ditembak…

Kamis, 11 Februari 2016 08:52

Jambret Diringkus Pas Lagi Asyik Karaoke sambil Meluk Ladies

PONTIANAK- Sedang asyik karaoke sambil memeluk ladies penghibur di karaoke, Delon, 19, diciduk jajaran…

Rabu, 10 Februari 2016 14:40

Belum Sempat Dijual, Si Pencuri Sandal dan Kerudung Ini Keburu Dibekuk

PONTIANAK- Wahyu (24) harus berurusan dengan polisi. Ia ketahuan memanjat pagar dan mendobrak pintu…

Selasa, 09 Februari 2016 15:54

Beegh..Bikin Malu!! Oknum Anggota DPRD Jadi Tersangka Pungli

SEKADAU- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekadau menetapkan status tersangka terhadap FN, oknum anggota DPRD…

Senin, 01 Februari 2016 09:04

Siap-Siap, Hujan Lebat dan Puting Beliung Intai Warga Kalbar

PONTIANAK- Hujan lebat dan deras disertai angin kencang masih mengguyur sejumlah daerah di Kalimantan…

Jumat, 29 Januari 2016 15:47

Payah Ah! Penanganan Korupsi IAIN Stagnan

PONTIANAK- Penanganan kasus korupsi pengadaan meubeler rumah susun mahasiswa Institut Agama Islam Negeri…

Rabu, 27 Januari 2016 14:35

Main Sepeda Dekat Sungai, Bocah Ini Ditemukan Tewas Tersangkut di Tiang Jembatan

PUTUSSIBAU– Keasyikan bermain bersama temannya, bocah laki-laki berusia 13 tahun ditemukan tewas…

RASAKAN..!! Pembacok Kojek Menjerit-Jerit Ditembak Polisi

BIKIN KAGET..!! Anak Sibuk Mencari, Tak Tahunya Si Ayah Kondisinya Begini…

PETANI SEJAHTERA.?? MIMPI..!!! Harga Karet Cuma Segini..!!

NGERI..!! Pesta Arak, Sakit Hati Diolok-olok, Teman Mabuk Tewas Dibacok

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

Dua Bulan Gaji Belum Dibayar, Terpaksa Jadi Buruh Bangunan

Mau Ulang Tahun, Spesialis Curanmor Dirobohkan Polisi

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .