UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH
Sabtu, 19 Mei 2018 13:30
Kapolda: Jika Ada Orang Asing, Wajib Ditanya!

PROKAL.CO, PONTIANAK- Meningkatnya gangguan Kamtibmas yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli  terhadap lingkungannya. Terlebih jika ada orang asing yang datang, namun tidak mau bersosialisasi dengan tetangga. “Ada orang asing datang atau tinggal di wilayah anda tolong dicek. Wajib ditanyakan darimana asalnya, siapa yang menampung," kata Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono saat memberikan kultum sebelum pelaksanaan Salat Tarawih di Masjid Al-Muhtadin Komplek Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kamis (17/5).

Apalagi kata Didi, jika ada orang asing yang cenderung menyendiri. Sebagai warga di lingkungan masing-masing wajib mencari tahu mengenai orang tersebut. Jangan acuh. "Kita harus proaktif dalam menjaga, mencegah bersama sesuatu yang tidak diinginkan," pesannya.

Didi menjelaskan, kepolisian memiliki Bhabinkamtibmas bertugas di tingkat desa/kelurahan. Bhabinkamtibmas mengemban fungsi pre-emtif dengan cara bermitra dengan masyarakat. “Di Kalbar ada sekitar 2000 lebih desa, namun jumlah Bhabinkamtibmas baru sekitar 1900-an,” ungkapnya.

Jumlah ini tentu saja kurang. Sehingga ada satu petugas Bhabinkamtibmas membawahi dua desa. Tapi tidak masalah, karena tugas Polri menjalankan keamanan. “Karena aman itu kebutuhan dasar, kebutuhan yang sangat hakiki," jelasnya kepada jamaah Masjid Al-Muhtadin Untan.  Kalbar merupakan provinsi keempat terluas di Indonesia. Patut disyukuri hingga saat ini kondisinya relatif aman. "Bersama dengan petugas Polri dan masyarakat kita jaga situasi agar tetap kondusif," serunya.

Dalam kesempatan tersebut Didi juga menyampaikan masalah serius di Kalbar adalah soal kejahatan Narkoba. Hampir setiap hari ditemukan kasus Narkoba. Marak kasus Narkoba di Kalbar lantaran wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga. Sehingga banyak pintu masuk barang haram tersebut.

Banyak yang tergiur dengan bisnis Narkoba. Jadi kurir Narkoba saja bisa mendapat upah Rp25 juta-Rp35 juta. "Tapi ingat itu hukumannya seumur hidup atau hukuman mati,” sebut Kapolda. Ditegaskan Didi, siapapun yang menyalahgunakan Narkoba akan kepolisian tindak. Terlebih lagi pengedar dan bandar akan ditindak tegas.

“Karena aparat bersenjata, maka bisa kita tembak. Narkoba itu merusak satu generasi. Jadi ingatkan keluarga anda semua jangan main-main dengan Narkoba," tegasnya. Di bulan suci Ramadan ini Kapolda mengajak masyarakat bersama menjaga Kamtibmas. “Mari terlibat aktif dalam menjaga keamanan di wilayah masing-masing," gugah Kapolda. (Ambrosius Junius, Andi Ridwansyah/rk)

 

 

Sabtu, 19 Mei 2018 13:29
Lubang Jalan Dekat Jembatan Landak Bikin Macet, Ini yang Dilakukan Polisi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, jalan di dekat jembatan Landak Jalan Sultan Hamid II Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara yang berlubang mengakibatkan kemacetan. Untuk mengurai kemacetan, anggota Satlantas Polresta Pontianak bersama pekerja menimbun jalan tersebut, Rabu (16/5).

Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Syarifah Salbiah menuturkan, pihaknya telah berberapa hari melakukan pengamanan di sekitar jalan menuju jembatan Landak. Selain itu pihaknya membantu memperbaiki atau penimbunan jalan yang berlubang. Penimbunan itu dilakukan untuk meratakan selisih ruas jalan raya dengan jalan tanah yang berada di sebelahnya. “Supaya pengendara Ranmor lebih nyaman serta menekan kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas," katanya saat ditemui di Mapolresta Pontianak, Jumat (18/5).

Salbiah menuturkan, kepadatan lalu lintas dikarenakan genangan di kiri kaki jembatan Landak. Kondisinya bukan lagi rusak, namun sudah banyak berlubang. Ketika hujan, terjadi banyak genangan. "Ketika pengendara akan melintas naik ke jembatan Landak mereka pasti mencari jalan yang baik, sehingga terjadilah kepadatan," jelasnya.

Diterangkan perempuan berkerudung ini, banyak pengendara roda dua tidak mau ketika diarahkan ke kiri jalan. sebab kondisi jalan tersebut berlubang dan ada genangan. “Sehingga pengguna jalan berebut mencari jalan yang bagus," ucapnya.

Menyikapi jalan rusak tersebut, Satlantas telah memberikan rekomendasi saat Rapat Forum Lalu Lintas agar pihak terkait melakukan perbaikan. "Kami telah memberikan rekomendasi   kepada DPRD Kota da Provinsi, namun belum juga ditindak lanjuti," sebutnya. Lantaran belum ada tindak lanjut dari pihak terkait, Satlantas berinisiatif mendatangkan batu. Kemudian bersama beberapa pekerja paralel jembatan Landak melakukan perbaikan jalan sementara agar masyarakat nyaman melintas. “Agar anggota saya tidak terlalu lama mengatur kepadatan lalu lintas," tukasnya.

Setelah dilakukan penimbunan, saat ini masyarakat sudah mau melintasi kiri jalan. Akibatnya lalu lintas lebih lancar dan pengendara nyaman ketika melintas. "Ini merupakan langkah sementara agar lalu lintas dapat berjalan lancar, masyarakat dapat nyaman. Selain itu juga dapat menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan rusak," imbuhnya.

Dijelaskanya, sudah banyak korban akibat jalan rusak. Maka dia berharap ke depan tidak ada lagi korban akibat jalan rusak.

"Kemarin baru kita timbun dengan batu, harapannya secepatnya di aspal, karena itu merupakan salah satu pendukung padatnya kendaraan," jelasnya.

Dia juga berharap secepatnya ada Satpam perusahaan mengatur keluar masuk kendaraan besar yang tak jauh dari lokasi jembatan Landak. "Kita berharap kedepan juga ada Satpam yang mengatur lalu lintas keluar masuknya truk besar PT. Wilmar ini," imbuh Salbiah. (and/rk)

 

Selasa, 15 Mei 2018 12:04
KERACUNAN..!! Tiga Pencari Karat Besi Tak Bernyawa

PROKAL.CO, PONTIANAK- Diduga menghirup gas beracun dan kekurangan oksigen, tiga pekerja pencari karat besi ditemukan tewas dalam dalam lubang manhole sebuah tongkang di kawasan Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (13/5) malam.

Rakyat Kalbar memberitakan, tiga korban tersebut bernama Deni, 34, dan Indra, 41, warga Jalan Parit Mayor, Desa Kapur serta Riyanto, 30, warga Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak Barat. Mereka memang keseharianya mencari karat besi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Informasi yang dihimpun Rakyat Kalbar, Minggu sekitar pukul 21.30 Wib ketiga korban ini mencari karat besi di sebuah tongkang milik PT Sinar Inti Matan yang bersandar di eks PT Ketapang Playwood.

"Karat besi yang mereka kumpulkan mereka jual kepada pengepul dengan harga dua ribu rupiah perkilonya," kata Hamdani, 37, abang dari Deni kepada wartawan, Senin (14/5) dini hari. Ia menceritakan, sebelum kejadian tersebut, siang hari Deni sempat pulang ke rumahnya. "Saya dan Deni satu rumah," jelasnya. Malam harinya, Deni kemudian pamitan kepada Hamdani untuk mencari karat besi. Seingat dia, sekira pukul 21.00 Wib. Hamdani, juga sebagai pencari karat besi, namun malam itu dia tidak ikut Deni dan memilih mencari di tempat lain.

"Saya tidak ikut dia pergi, saya pergi dengan kawan-kawan cari di tempat lain. Agak malam di dekat rumah sakit itu," cerita Hamdani. Sebelum kepergian Deni, ia mengaku memiliki firasat yang tidak baik. Makanya ia tak semnagat mencari karat besi. Tidak seperti biasanya. "Ndak seperti biasa lah, macam saya seperti biasanya," ucap dia.

Seketika itu, muncullah perasaan khawatir tentang adiknya. Ia pun berusaha mencari keberadaanya. "Saya kemudian mencari Deni dan rekannya di sebuah tongkang tua yang bertambat di bekas perusahaan PT Ketapang Playwood," tuturnya. Sesampainya disana, sekira pukul 23.00 Wib, Hamdani melihat ada sampan yang digunakan Deni beserta rekannya bertambat di sekitar tongkang di PT Ketapang Playwood tersebut.

"Saya lalu minta izin dengan sekuriti naik di atas tongkang dan milihat salah satu manhole telah terbuka. Saya menjumpai adik dan rekan-rekannya sudah terkapar tak bernyawa," katanya. Melihat kondisi seperti itu, Hamdani kemudian menangis dan melaporkan kejadian tersebut pada sekuriti yang menjaga sekitar lokasi. Namun tidak ada yang berani menolong untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.

Hamdani kemudian pulang untuk memberi tahu pihak keluarga atas kejadian ini. "Orang kampung saya setelah diberitahu tidak ada yang berani menolong, karena takut terkena gas beracun," katanya. Salah satu warga kemudian melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Tak menunggu lama, anggota Polsek Sungai Raya dan Polresta Pontianak mendatangi lokasi. Sesampainya di lokasi, kepolisian yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol M Husni Ramli langsung naik di atas tongkang dan mencoba melakukan evakuasi terhadap para korban. Lokasi ini pun dipadati warga yang penasaran.

Ketika Rakyat Kalbar berada di atas tongkang, tampak ketiga korban tersebut masih berada dalam lubang manhole tongkang dengan tinggi sekira tinggi sekira 5 meter dan berdiameter sekita 70 sentimeter. Di sekitar tongkang, petugas gabungan juga menemukan satu karung kecik berisi karat besi yang diduga milik ketiga korban. Lubang masuk manhole yang tampak kecil membuat evakuasi sulit dilakukan. Selain itu, tingginya kadar gas beracun dalam lubang itu sangat membahayakan.

Pihak kepolisian kemudian melibatkan tim Kantor SAR Pontianak, KP3L Pontianak untuk membantu evakuasi. "Melihat sulitnya proses evakuasi di lokasi, kita kemudian meminta bantuan Tim SAR dan lainnya," kata Husni kepada sejumlah wartawan.

Sekira pukul 02.00 Wib, tim Kantor SAR Pontianak tiba di lokasi. “Rekan SAR kemudian melakukan berbagai upaya untuk menyelamatan korban. Salah satunya dengan membuat jalan keluar baru (lubang baru) di tongkang agar memudahkan evakuasi," ujar Husni.

Selama kurang lebih 3 jam, tim SAR baru berhasil membuat lubang baru, di sekitar manhole. Setelah itu upaya sterilisasi dengan menyemprotkan oksigen di lubang palka tongkang dilakukan guna mengantisipasi petugas menghirup gas beracun ketika berada di dalam. "Jenazah baru berhasil dievakuasi pagi, jam setengah sepuluh tadi oleh rekan SAR Pontianak dan dibantu tim lainnya," papar Husni.

Untuk mengetahui penyebab kematian, korban kemudian dibawa ke RSUD dr Soedarso Pontianak untuk dilakukan visum. (and)

Selasa, 15 Mei 2018 10:41
Operasi Pekat Sabhara Polresta Pontianak
WOW..!! Satu Truk Pasangan Mesum Diamankan

PROKAL.CO, PONTIANAK- "Saya tidak ngapa-ngapain. Dia ini Abang angkat saya," kata Melati kepada petugas, Senin (14/5) dini hari. Perempuan di bawah umur asal Kabupaten Landak ini terjaring razia Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dari Satuan Sabhara Polresta Pontianak.

Diberitakan Rakyat Kalbar, perempuan yang sehari-harinya bekerja di salah satu cafe di Jalan Karya Baru, Pontianak Selatan ini terjaring tengah berdua-duaan dengan seorang lelaki dewasa dalam kamar cottage di kawasan Jalan Tanjung Hulu, Pontianak Timur. Lelaki tersebut berasal dari Kabupaten Kubu Raya. Setiap kali ada keperluan di Kota Pontianak, ia selalu menginap di cottage yang kurang penerangan itu. "Saya sering nginap di sini. Tapi, baru kali ini sama dia," ujar lelaki yang usianya diperkirakan 30 tahun ini, kepada petugas.

Saat pertama kali diperiksa petugas, lelaki ini ketahuan menyembunyikan Melati dalam kamar mandi. Karena tak bisa menunjukkan dokumen atau tanda sah suatu hubungan, mereka diangkut ke Mapolresta Pontianak untuk didata dan ditindak pidana ringan (Tipiring).

Ada pula pasangan mesum yang mencaci maki ketika digiring ke truk/mobil Dalmas setelah tertangkap tengah berduaan di penginapan kawasan Jalan KH Wahid Hasyim, Pontianak Kota. "Sial sial. Apa jak nih," ujar lelaki yang telinganya bertindik itu.

Cerita lainnya, ada pasangan mahasiswa dari daerah yang juga tertangkap tengah berduaan dalam kamar hotel kawasan Jalan Dipenogoro, Pontianak Kota. Setelah petugas puas menggedor, mahasiswa itu membukakan pintu dengan raut wajah seolah baru bangun tidur. Dari luar tampak satu bantal terletak di lantai.

"Kami sudah tunangan. Karena belum menikah, maka saya tidur di lantai. Biar dia (tunangan) tidur di atas. Saya tak bisa pulang rumah, kunci ketinggalan," akunya kepada petugas. Karena sudah melanggar aturan, pasangan ini segera diangkut ke Mapolresta, sama dengan pasangan lainnya. Namun salah satunya (lelaki) bersih keras tidak mau diangkut. Ia justru menanyakan dimana letak salahnya dan meminta surat tugas petugas. Setelah diberi penjelasan, dengan terpaksa pasangan ini melangkahkan kakinya ke truk Dalmas.

Kisah ini, sebagian yang dirangkum Rakyat Kalbar ketika mengikuti petugas menelusuri setiap hotel-holel dan penginapan yang disinyalir kerap terdapat perbuatan asusila atau pasangan mesum. Hasilnya, truk Dalmas tersebut dipenuhi pasangan mesum.

"Jadi, razia ini dalam rangka menekan angka penyakit masyarakat. Total yang kami amankan, sebanyak 13 pasangan tak resmi dan ada juga beberapa yang kedapatan menjual dan meminum minuman keras," ungkap Kompol Edi Haryanto, Kasat Sabhara Polresta Pontianak kepada wartawan usai memimpin operasi.

Jumlah yang terjaring ini merupakan gabungan dari tiga tim operasi. Dimana, saat Satuan Sabhara melakukan operasi, bersamaan Polsek Pontianak Timur dan Barat juga menggelar kegiatan serupa di wilayah hukumnya masing-masing. "Ini razia serentak oleh Polresta Pontianak, dengan Polsek Pontianak Barat dan Polsek Pontianak Timur. Kalau kita hanya amankan delapan pasangan bukan suami istri. Selebihnya diamankan Polsek-polsek," paparnya.

Razia khusus digelar Satuan Sabhara, terpusat di Duta Inn, Hotel Mini, Aroma Inn, Aroma Home, Cottage Tanjung Hulu dan Hotel Khatulistiwa. Dalam pelaksanaannya, petugas kepolisian dengan sabar melakukan pemeriksaan 'door to door'. Pemeriksaan meliputi kartu identitas, barang bawaan dan siapa saja penghuni kamar itu. Sebagian besar yang terjaring razia ini adalah remaja.

"Pendataan sementara, ada anak di bawah umur yang terjaring. Kebetulan warga luar kota dari daerah Landak dan laki-laki dari Kubu Raya," jelas Edi. Ia menegaskan, apapun alasannya, jika seorang laki-laki sekamar dengan perempuan yang bukan pasangan sah atau ada ikatan saudara, maka itu terdapat pelanggaran yang dilakukan.

"Untuk itu yang terjaring ini akan kita dalami melalui pemeriksaan terlebih dahulu," katanya. Edi menuturkan, Kapolresta Pontianak AKBP Wawan Kristyanto memang memerintahkan dia untuk terus memimpin pelaksanaan operasi yang dimulai sejak 11 Mei ini. "Kita lakukan Operasi Pekat menjelang bulan suci Ramadan ini, dengan tujuan supaya masyarakat dapat beribadah dengan baik," imbuhnya.

Target dalam operasi ini adalah kejahatan prostitusi, miras, senjata tajam/api serta narkoba. "Sejauh ini kita hanya temukan pasangan tidak sah dan miras saja," terang dia. Edi mengatakan, agar ada efek jera, mereka yang terjaring operasi ini akan disidangkan Pengadilan Negeri Pontianak. "Supaya ada efek jera juga," harapnya.

Dalam operasi ini pun, petugas dilengkapi dengan pasukan yang berseragam dan senjata lengkap.  "Pada prinsipnya kita sesuai dengan SOP, ada sebagaian personel kita menggunakan body face, menggunakan baju anti peluru, serta senjata api laras panjang. Itu semata untuk melindungi rekannya yang melaksanakan tugas," katanya. (oxa/and)

Sabtu, 12 Mei 2018 23:31
Bocah Curi Mangga, Ditempeleng Satpam, Keluarga Pelaku Datangi Polsek

PROKAL.CO, PONTIANAK- Belasan warga mendatangi Polsek Pontianak Barat, Jumat (11/5) sekira pukul 14.00 Wib. Kedatangan mereka menyusul adanya penangkapan Ad, pelaku pemukulan terhadap anak di bawah umur. Efendi, salah satu pihak keluarga yang ikut mendatangi Mapolsek mengatakan, kedatangan mereka hanya ingin meminta kejelasan terkait penangkapan terhadap Ad.

"Ad keluarga saya. Dia penjaga malam di gudang dekat Gang Pisang. Dia hanya menempeleng Sa yang sudah dua kali terlibat kasus pencurian," kata pria 51 tahun ini kepada Rakyat Kalbar. Efendi menerangkan, sebelum Ad menempeleng Sa, di gang tempat tinggalnya memang sering kehilangan barang. Dan, Sa yang diduga melakukannya. Setelah Ad menempeleng Sa kala itu, ayahnya kemudian melaporkan bahwa anaknya telah dianiaya oleh Ad. Ad pun langsung ditangkap.

Kapolsek Pontianak Barat Kompol Bermawis menuturkan, beberapa keluarga dari Ad yang datang hanya menanyakan mengenai kasus yang menimpa keluarganya. "Tadi kami memberikan penjelasan dan pemahaman kepada mereka, mengapa sementara keluarganya yang berinisial Ad kita amankan," katanya.

Setelah pihak kepolisian memberikan penjelasan, satu per satu dari mereka kemudian membubarkan diri. Ditegaskan Bermawis, penangkapan Ad tidak ada korelasinya sama sekali dengan Sa yang mencuri mangga beberapa waktu lalu, sebagaimana yang dikatakan pihak keluarga.

"Korban yang berinisial Sa ini mencuri mangga milik RT di rumahnya. Namun pemilik mangga tidak mempermasalahkan dan tak melapor. Tidak kenapa-kenapa," jelasnya. Setelah kejadian pencurian mangga itu, datang Sy teman Ad yang tidak ada hubungannya dengan pemilik mangga, langsung menjemput Sa yang kala itu tengah bermain di warnet. Sa langsung dibawa pergi.

"Sy kemudian membawa korban ke gudang dekat Gang Pisang, lalu korban disitu dipukul oleh Ad," jelasnya. Lanjutnya menjelaskan, pihak keluarga korban yang tidak terima, kemudian melaporkan kejadian pemukulan tersebut ke Mapolsek Pontianak Barat. "Pelaporanya telah terjadi sekitar satu pekan lalu," katanya.

Ad kemudian diamankan Jumat (11/5) dini hari, saat anggota Polsek melaksanakan operasi penyakit masyarakat (pekat). "Kita ambil (tangkap) lah Ad. Begitu ia diambil datanglah keluarga menanyakan dan mencari solusi terbaik. Namun memang ada bahasa yang sedikit agak emosional. Tapi setelah dijelaskan clear semua," paparnya.

Ia juga membenarkan bahwa Sa terlibat kasus dalam hal membantu aksi pencurian. “Karena pelaku masih anak-anak, tidak kita tahan. Kita kembalikan ke keluarganya, tapi perkaranya tetap masih jalan," pungkasnya. (And)

Selasa, 08 Mei 2018 12:07
HEROIK..!! Hindari Pengendara Motor yang Jatuh, Pikap Pilih Nyungsep ke Parit

PROKAL.CO, PONTIANAK- Pikap masuk parit tengah pembatas Jalan Ahmad Yani sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (7/5). Sebelumnya pikap naas tersebut menghindari pengemudi motor yang terjatuh di jalan yang licin akibat hujan. Pengemudi pikap, Agus Salim, warga Gang Sumber Agung Jalan Kesehatan Kecamatan, Pontianak Selatan.

Diberitakan harian Rakyat Kalbar, Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Syarifah Salbiah, membenarkan kecelakaan tunggal tersebut. Berdasarkan keterangan pemilik mobil, kejadian tersebut bermula ketika mobil pikap dengan nomor polisi KB 8460 AA sedang melaju dari arah simpang pajak menuju ke arah bundaran untan.

“Ketika mobil berwarna putih sampai di depan Jalan Veteran dari sebelah kiri, ada sebuah sepeda motor yang berbelok ke kiri jalan dan menyalip mobil pikap tersebut kemudian terjatuh pengendaranya," katanya.  "Karena hendak menghindari pengendara yang terjatuh kemudian pengemudi mobil pikap banting setir ke kanan jalan, dan masuklah mobil ke parit tengah pembatas jalan," timpal Salbiah.

Mendapati laporan adanya laka lantas, petugas dari Satlantas Polresta Pontianak datang dan menangani kejadian tersebut.

"Anggota Lalu Lintas Polresta Pontianak datang dan langsung menangani kejadian, mobil pikap putih tersebut sudah diderek ke Mapolresta Pontianak untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," paparnya.

Salbiah menuturkan, kejadian kecelakaan tersebut, tidak menyebabkan korban jiwa. Hanya luka lecet di bagian kaki pengendara. "Pengemudi hanya mengalami luka lecet di kakinya," ujarnya.  Sementara itu, kerugian materil akibat insiden ini ditaksir mencapai satu juta lima ratus ribu rupiah. "Kerugian akibat insiden ini sementara sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah," jelasnya. (And)

 

Selasa, 08 Mei 2018 12:02
Curi HP di Laci Kasir Restoran, Pria Ini Dibekuk Jatanras

PROKAL.CO, PONTIANAK- Arianus, warga Kabupaten Landak ini ditangkap Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak, Minggu (6/5) sekira pukul 23.00 Wib. Pemuda 19 tahun ini ditangkap karena mencuri smartphone atau handphone (HP) dalam laci kasir Restoran King, Jalan Teuku Umar, Pontianak Kota.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menerangkan, penangkapan ini berawal dari laporan Yus, warga Jalan Komyos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat. Dalam laporannya, smartphone seharga Rp 2,6 juta itu dicuri oleh seseorang yang awalnya tak dikenal.

"Setelah kita dapat laporan, kita selidiki dan akhirnya diketahui pelakunya adalah bekas karyawan restoran itu sendiri," terang Husni kepada sejumlah wartawan, Senin (7/5). Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, anggota akhirnya mendapat informasi bahwa diduga pelaku sedang berada di Jalan Nirbaya, Kota Baru, Pontianak Kota.

"Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota kemudian mengamankan pelaku," tuturnya. Interogasi singkat yang dilakukan, kata Husni, pelaku mengakui telah melakukan aksi kejahatannya. "Pelaku masuk ke dalam Restoran lewat jalan samping dan membuka pintu belakang dengan kunci duplikat milik Restoran King," terangnya.

Selain mengamankan pelaku, anggota juga menyita barang bukti smartphone curian itu. Saat ini, pelaku masih ditahan di Polresta Pontianak. "Pelaku kita jerat pasal 362 KUHP tentang pencurian," tegas Husni. (oxa)

Senin, 30 April 2018 23:11
Pencurian Ikan di Laut Indonesia Masih Marak
Sudah Tembakan ke Udara, Hentikan 2 Kapal Vietnam

PROKAL.CO,  

 

WAWANCARA. Mochamad Erwin dan Mayor Laut (P) Muhammad Nur Mastur diwawancarai di dermaga Stasiun PSDKP Pontianak, Jumat (27/4). Ambrosius Junius-RK

KAPAL PENCURI IKAN. Dua kapal asal Vietnam pencuri ikan di perairan Indonesia diamankan di dermaga Stasiun PSDKP Pontianak, Jumat (27/4). Ambrosius Junius-RK

 

 

 

PONTIANAK-RK. Kapal Ikan Asing (KIA) mencuri ikan di laut Indonesia masih marak. Kali ini, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia  (Bakamla RI) menangkap dua kapal asal Vietnam di laut Natuna Utara, Senin (23/4) sekira pukul 20.50.

Kasubsi Oprasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran, Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Mochamad Erwin menuturkan, penangkapan ini dilakukan Kapal Patroli Hiu Macan 001 milik Direktorat Jendral  (Ditjen) PSDKP Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tergabung dalam Operasi Nusantara 3, Bakamla RI. Operasi rutin ini juga melibatkan unsur kapal Maritim, antara lain TNI Angkatan Laut (AL), Polisi Perairan dan Bea Cukai.

"Mereka menggunakan Pair Trawl, alat tangkap terlarang dan tanpa dilengkapi dokumen perizinan dari pemerintah Indonesia," kata Erwin kepada sejumlah wartawan di Dermaga Stasiun PSDKP Pontianak, Jalan Moh. Hatta, Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (27/4) sore.

Dua KIA asal Vietnam ini adalah BV, 99277 TS dan BV 7222 TS. KIA BV, 99277 TS berjumlah anak buah kapal (ABK) 4 orang dan BV 7222 TS sebanyak 17 orang. Keseluruhannya merupakan warga Vietnam.

Awak Kapal BV.99277 TS nahkoda Nguyen Van Binh, 51, Kepala Kamar Mesin (KKM) Nguyen Van Dung, 50, sedangkan crew Huynh Van Dung, 20 dan Ngo Hoang Long Chau, 39. Sementara awak KM. BV 7222 TS adalah nahkoda Phan Ngoc Linh, 35, Kepala Kamar Mesin (KKM) Le Tan Phat, sedangkan 35 crew Le Hoang Anh Thang,21, Do Hoang Cu, 38, Nguyen Van Tung, 32, Huynh Tanh Lam, 57, Huynh Van Nhan,44, Nguyen Thanh Ky, 44, Phan Than Tuan, 23, Nguyen Din Can, 20, Nguyen Thanh Ngo,38,  Bui Van Tuyen,23, Nguyen Duy Khanh,36, Tran Van Bang Ta,26, Nguyen Van Hien,36, Tu Cong Luc, 20 dan Pham Thai Son, 24.

21 warga Vietnam ini berserta kedua kapalnya telah berada di Stasiun PSDKP Pontianak guna dilakukan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan. Sebab mereka telah melanggar pasal 92 Jo. Pasal 26 ayat (1), Pasal 93 ayat (2) Jo. Pasal 27 ayat (2), Pasal 85 Jo. Pasal 9 Undang-undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP. "Akan diproses lebih lanjut oleh PPNS stasiun PSDKP Pontianak," tegas Erwin.

Terkait sudah beberapa para nelayan asing berada di perairan Indonesia dan jumlah ikan yang mereka tangkap, akan dikembangkan saat penyidikan.  "Kemungkinan kalau ikan bisa mereka pindahin, ada kapal  yang menjemput karena kalau mereka bolak balik, ngak mungkin," tukasnya.

Dengan kata lain, setelah pencuri ikan ini beraksi di laut Indonesia, hasil tangkapan langsung dibawa ke negaranya. "Kalau itu pasti, yang pasti dia beroperasi di wilayah kita tanpa dokumen," tutup Erwin. Kapten Kapal Hiu Macan 001, Samson menuturkan, saat ditangkap nelayan asing ilegal ini memang tidak melakukan perlawanan. Namun kapal-kapal tersebut coba melarikan diri. Sehingga petugas sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara.

Walaupun telah diberikan peringatan, kapal tersebut tetap berupaya ingin lolos dari tangkapan petugas. Namun upaya itu percuma, sebab KP Hiu Macan 001 miliki kecepatan lebih tinggi dari pada kapal pencuri ikan tersebut.

"Tapi dengan kecepatan kapal kita lebih daripada kecepatan kapal mereka akhirnya kita bisa dapatkan," ujarnya. Samson mengatakan, dari dokumen yang ditemukan di kapal tersebut diindikasikan sering bolak-balik masuk ke negara Malaysia.

"Ini baru indikasi aja, kayaknya dia bolak-balik masuk Malaysia, ada beberapa dokumen yang kita dapatkan dari negara dia dan dari Malaysia," ungkapnya. "Yang jelas pelenggarannya mereka ini tanpa dokumen Indonesia," sambung Samson. Kapasitas kapal tersebut masing-masing sekitar 183 ton dan 150 ton. Kedua kapal ini berpasangan. "Kapal ini satu set, jadi karena mereka menggunakan alat tangkap Pair Trawl ditarik dua kapal," terangnya.

Beberapa barang bukti diamankan dari kapal jaring tersebut seperti sejumlah ikan dan alat navigasi. "Untuk selanjutnya kita serahkan ke stasiun PSDKP Pontianak," tuntas Samson. Sementara Pabandya Ops Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XII Pontianak, Mayor Laut (P) Muhammad Nur Mastur mengatakan, TNI AL khususnya Lantamal XII Pontianak, selau bersinergi dengan instansi terkait yang ada di Kalbar untuk mencegah segala tindak pidana di laut, termasuk ilegal fishing.

Terkait pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), dia menjelaskan ada beberapa operasi yang dilaksanakan TNI AL, Lantamal XII Pontianak sendiri berada di bawah Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar)."Kita berada di wilayah Barat dibawah Operasi Barat, Jadi oengamanan ALKI, kita selalu hadirkan unsur disana dari Armada Barat," pungkasnya. (Ambrosius Junius/rk)

Senin, 30 April 2018 22:58
Provinsi Perbatasan, Kasus Terhadap Anak Tinggi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar periode 2018-2022 dikukuhkan, Kamis (26/4). Pembentukan KPPAD ini harus memiliki manfaat yang sangat signifikan.

Rakyat Kalbar memberitakan, KPPAD harus memberikan pelayanan dan penyelesaian masalah dan perlindungan anak. Kemudian upaya membendung pengaruh tersebut dalam memenuhi hak-hak anak Kalbar. Kedepan, diharapkan Iayanan KPPAD Kalbar juga dapat menjangkau masyarakat melalui dibentuk di setiap Kabupaten/Kota. “Sehingga memudahkan masyarakat dalam melakukan pengaduan dan penyelesaikan masalah pelanggaran hak-hak anak di Kalbar," tegas Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Komisioner KPPAD Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (26/4).

Dikatakannya, penyelenggaraan perlindungan dan pemenuhan hak anak merupakan urusan wajib pemerintah, baik di pusat maupun daerah. Upaya yang telah dilakukan antara lain memetakan berbagai persoalan anak dan menerbitkan Undang-Undang yang berkaitan dengan penyelenggaraan perlindungan anak. Puncak dari upaya legislasi yang dilakukan oleh pemerintah adalah lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana yang telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014.

Secara khusus kata dia, Undang-Undang tersebut memberikan mandat kepada Pemda untuk membentuk Komisi Pelindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) yang merupakan perpanjangan tangan darl KPAI pusat. Komisi ini mempunyai tugas meningkatkan efektivitas penyelenggaraaan perlindungan anak di daerah.

KPAID Kalbar pertama kali dibentuk tahun 2011. Artinya Pemprov telah memberikan perhatian terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kalbar. Hal ini diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak dimana mengubah nomenklatur KPAID menjadi Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD).

"Dengan perubahan nomenklatur tersebut fungsi KPPAD selain memberikan layanan juga melakukan pengawasan terhadap jalannya upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak oleh para pemangku kebijakan. Kemudian memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak, yaitu negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orangtua di Kalbar," jelasnya.

Karena berbagai alasan, belum banyak daerah di Indonasia yang membentuk KPPAD. Kalbar secara geografis terletak di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Kondisi ini memiliki keragaman kasus terhadap anak yang cukup tinggi. “Meliputi pornografi, narkoba, perdagangan anak, dan pengaruh budaya luar,” ucapnya.

Dodi juga mengucapkan selamat kepada Komisioner KPPAD yang baru saja diambil sumpah/janjinya itu. Kelima orang ini merupakan orang-orang yang terpilih dari proses rekrutmen dan seleksi yang dilakukan dengan berbagal macam metode. "Saya berharap Iima orang ini merupakan pilihan yang terbaik untuk melaksanakan kewajiban, tugas dan fungsinya sebagai anggota Komisioner KPPAD KaIbar," harapnya.

Dodi juga memyampaikanucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian serta jasa yang telah dilakukan Komisioner KPAID Kalbar periode sebelumnya. TeIah melaksanakan tugas perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kalbar. Upaya tersebut ia harapkan tidak hanya terhenti ketika berakhirnya masa jabatan sebagai Komisioner KPAID.

“Tapi semangat dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak di Kalbar harus tetap diteruskan sebagak upaya nyata dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kalbar," pesan Dodi. (Rizka Nanda/rk)

Senin, 30 April 2018 22:50
GILA..!! Maling Mobil Tabrak Lima Pengendara, Purnawirawan Polri Meninggal

PROKAL.CO, PONTIANAK- WS pria 54 tahun asal Pematang Siantar nekat mencuri mobil jenis Proton Saga di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Selasa 24 April 2018, sekira pukul 17.00 WIB. Tak hanya menodongkan pisau kepada Abdul Jabur (37), pemilik mobil warna silver dengan nomor polisi KB 109 AM itu, WS juga menabrak sejumlah pengendara dan menewaskan Purnawirawan Polri, tak lain orangtua Abdul.

Diberitakan Rakyat Kalbar, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli menerangkan, hasil pemeriksaaan sementara diketahui bahwa aksi gila pria ini dimulai saat WS menodongkan pisau ke leher Abdul yang saat itu akan memarkirkan mobilnya di kawasan Jalan Trans Kalimantan.

WS kemudian meminta Abdul dan anaknya keluar dari mobil itu. Karena terancam, Abdul menuruti kemauan WS. Berhasil menguasai mobil itu, pria yang baru tinggal dua hari di Gang Ampera, Sungai Ambawang tersebut langsung melarikan diri ke arah kota. Dia melewati Jalan Ya'm Sabran, Pontianak Timur.

Sesampainya di sana, WS menabrak pengendara sepeda motor. Dikarenakan jarak yang terlalu dekat, tabrakan beruntun tak dapat dielakkan. Meski begitu, WS tetap melaju dengan mobil itu. Tepat di depan rumah makan Cii 3, WS kembali menabrak pengendara motor dari arah belakang.

Pelarian menuju Jalan Panglima Aim. Di pertigaan Jalan Panglima Aim itu, WS kembali menabrak pengendara motor. Ia tetap melanjutkan pelarian. Sementara warga terus mengejarnya. Pelarian kemudian sampai di Jalan Raya Parit Mayor. WS kemudian menyeberangi Jembatan Kapuas II dan berbelok ke Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya. Saat di Jalan Adi Sucipto, WS kembali menabrak pengendara motor.

Tetap tak mau berhenti, WS terus melajukan mobil curian itu menuju Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan. Sampai di perempatan Hotel Garuda, WS belok kiri menuju Jalan Veteran. Di Jalan Veteran, WS kembali menabrak pengendara sepeda motor.

Meski sempat jatuh, pengendara motor yang ditabrak ini kembali bangun dan ikut mengejar WS. Sadar dikejar pengendara yang ditabraknya, WS kembali menyenggol pengendara tersebut hingga terjatuh. WS pun masih tetap tidak mau menyerah dan melaju ke Jalan Ahmad Yani I.

Di ujung jalan, WS belok ke Jalan Sungai Raya Dalam. Sekira pukul 18.00 WIB, tepatnya di depan eks Kampus Akbid Panca Bhakti, WS pelaku tunggal ini menabrak pembatas jalan. Pelariannya pun terhenti.

"Tersangka berhasil diamankan dan diamuk massa yang sudah mengejarnya dari awal. Setelah itu anggota kita yang juga ikut mengejar, langsung mengamankan tersangka ke Polresta Pontianak," ujar Husni kepada sejumlah wartawan, Rabu (25/4) sore.

Dalam aksi ini, kata Husni, WS menabrak lima pengendara motor. "Korban yang terakhir ditabrak dan meninggal dunia adalah Abdul Malik, orangtua pemilik mobil yang dicurinya pelaku. Orangtua korban adalah Purnawirawan Polri,” jelas Husni. Mobil yang dicuri ini, dalam keadaan rusak berat. Selain diamuk massa karena geram dengan aksi WS, mobil ini juga rusak akibat benturan dengan pengendara yang ditabrak. "Latar belakang dari perbuatan tersangka masih kita dalami. Tersangka pun sudah dilakukan tes urin namun hasilnya negatif narkoba," ujar Husni.

Menurut keterangan WS, dijelaskan Husni, dia baru dua hari di Pontianak ikut tinggal dengan abang kandungnya tidak jauh dari rumah korban. "Saat ini tersangka dan barang bukti pisau serta mobil sudah kita amankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP," tegasnya. (Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Kamis, 03 Maret 2016 21:14

Tak Suka Anaknya Didekati, Pemilik Warkop Tusuk Keluarga Sendiri

PONTIANAK- Kepolisian Resort Pontianak terus mendalami motif kasus penganiayaan terhadap Yenny, warga…

Kamis, 03 Maret 2016 20:56

Eks Gafatar Sudah Pulang, Menteri Agama Baru Datang

PONTIANAK- Akhirnya, Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin merapat ke Kalimantan Barat, Rabu…

Kamis, 03 Maret 2016 09:14

Usai Mutilasi Anak, Petrus Sempat Minta Dimandikan dan Dipakaikan Jubah

NANGA PINOH- Ustaz Ali Murtado sempat ngobrol dengan pelaku pembunuhan anak-anak kandungnya sendiri,…

Senin, 29 Februari 2016 11:57

Lulus Pendidikan Satpam, Pria Ini Malah Jadi Pencuri Kabel

PONTIANAK- Lulusan pendidikan Satpam angkatan 54, Angga, 24, tak berdaya setelah kaki kanannya ditembak…

Kamis, 11 Februari 2016 08:52

Jambret Diringkus Pas Lagi Asyik Karaoke sambil Meluk Ladies

PONTIANAK- Sedang asyik karaoke sambil memeluk ladies penghibur di karaoke, Delon, 19, diciduk jajaran…

Rabu, 10 Februari 2016 14:40

Belum Sempat Dijual, Si Pencuri Sandal dan Kerudung Ini Keburu Dibekuk

PONTIANAK- Wahyu (24) harus berurusan dengan polisi. Ia ketahuan memanjat pagar dan mendobrak pintu…

Selasa, 09 Februari 2016 15:54

Beegh..Bikin Malu!! Oknum Anggota DPRD Jadi Tersangka Pungli

SEKADAU- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sekadau menetapkan status tersangka terhadap FN, oknum anggota DPRD…

Senin, 01 Februari 2016 09:04

Siap-Siap, Hujan Lebat dan Puting Beliung Intai Warga Kalbar

PONTIANAK- Hujan lebat dan deras disertai angin kencang masih mengguyur sejumlah daerah di Kalimantan…

Jumat, 29 Januari 2016 15:47

Payah Ah! Penanganan Korupsi IAIN Stagnan

PONTIANAK- Penanganan kasus korupsi pengadaan meubeler rumah susun mahasiswa Institut Agama Islam Negeri…

Rabu, 27 Januari 2016 14:35

Main Sepeda Dekat Sungai, Bocah Ini Ditemukan Tewas Tersangkut di Tiang Jembatan

PUTUSSIBAU– Keasyikan bermain bersama temannya, bocah laki-laki berusia 13 tahun ditemukan tewas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .