UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 12 Mei 2018 10:45
LOH…??!! Rupiah Loyo, Sri Mulyani Sebut Gara-gara Kebijakan AS

Harga Pakan Ayam Naik, Harga Daging Ayam dan Telur Mengekor

DIES NATALIS UNTAN. Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menghadiri kegiatan Dies Natalis ke-59 Untan, Jumat (11/5), di Auditorium Untan Pontianak. NOVA SARI-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Harga dollar amerika serikat (AS) yang disebut telah menyentuh titik psikologis, Rp 14.000, dinyatakan tak hanya berdampak ke Indonesia. Semua mata uang dunia terkena efeknya. Dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pun punya alasan soal jebloknya nilai rupiah ini. “Kenaikan dollar ini merupakan kebijakan AS, jadi dampaknya  kepada seluruh dunia,” ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Jumat (11/5).

Kemarin, Sri Mulyani berkunjung ke Pontianak menghadiri Dies Natalis ke-59 Universitas Tanjungpura (Untan). “Tentunya pemerintah melalui kementerian bidang ekonomi, keuangan, dan Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan  terus menjaga ekonomi kita tehadap perubahan global, sehingga tidak akan berpengaruh negatif terhadap ekonomi Indonesia,” paparnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani menuturkan soal pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kata dia, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam rangka tujuan pembangunan tidak mudah. Dengan situasi seperti sekarang, pihaknya tetap fokus menggunakan instrumen APBN.  “Ini untuk menjaga ekonomi Indonesia yang diperuntukkan pula bagi masyarakat Indonesia,” sebutnya.

Terlebih, saat ini Indonesia dihadapkan pada lingkungan global. Kebijakan yang dilakukan oleh negera maju memberikan imbas ke Indonesia. “Kita akan tetap fokus bagaimana mengalokasikan APBN kita, tentu dengan memperkuat SDM, pembangunan  infrastruktur, mengurangi kemiskinan, kesenjangan, serta menciptakan birokrasi yang bersih dan efisien , ini agar Indonesia memiliki fondasi yang kuat dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi,” jelas Sri Mulyani.

 Ia berharap APBN bisa mengalami pertumbuhan 5,4 persen. “Meski itu tantangan yang berat,” tukasnya. Setiap akan berupaya melakukan peningkatan pertumbuhan ekonomi, kata dia, Indonesia dihadapkan pada neraca pembayaran yang meningkat. Dan kemudian ditekan dari sisi nilai tukar.

Sri Mulyani juga menyatakan, korupsi merupakan musuh abadi bagi Indonesia. Hal ini dikatakannya menanggapi penangkapan KPK terhadap anak buahnya beberapa waktu lalu. “Ini jadi tamparan bagi kita, dimana di satu sisi kita sedang meningkatkan penerimaan atau gaji mereka, meningkatkan tranparansi mengukur kinerja, namun masih ada saja yang mau menghianati cita cita untuk membangun birokrasi yang bersih,” tegasnya. Imbuh dia, “Untuk kasus korupsi ini bisa terjadi di semua instansi, oleh karena itu memperbaiki kualitas  birokrasi merupakan suatu keharusan”.  

Sementara itu, telur dan daging ayam menjadi dua komoditas yang terdampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Kementerian pertanian segera melakukan langkah dengan memanggil seluruh produsen Telur dan Ayam nasional kemarin (11/5).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengungkapkan, kenaikan telah terasa di pasaran dalam 3 hari terakhir. “Semua komoditas menjelang puasa dan lebaran aman, kecuali telur dan daging ayam yang naik karena dolar menguat,” katanya.

Dalam catatan Kementan, pada periode awal bulan Mei, harga daging ayam diperkirakan akan naik dari rata-rata Rp32 ribu per kilogram menjadi Rp34,127 per kilogram atau naik sebanyak 0,03 persen. Sedangkan telur ayam pada minggu-minggu pertama bulan Mei naik 1,46 persen menjadi Rp23.389 perkilogram.

Meski demikian, Agung mengatakan bahwa kenaikan daging dan telur ayam ini lebih dipengaruhi faktor eksternal. Harga telur dan daging naik karena harga pakan naik.  “Nggak semua pakannya, harga konsentrat yang naik, mempengaruhi harga pakan,” katanya.

Agung menyebut, harga pakan naik bervariasi antara Rp100 hingga Rp150. Kenaikan harga pakan ini mempengaruhi naiknya harga anak ayam DOC (Day Old Chicken) yang naik sekitar Rp500. Kenaikan harga DOC ini akhirnya menyumbang pada kenaikan harga daging ayam dari rata-rata Rp32 ribu menjadi Rp36 ribu.

Kementan telah mengambil langkah dengan memanggil seluruh produsen telur dan ayam nasional untuk berembuk. Agung berharap, hasil akhir dari harga dua komoditas ini bisa tetap stabil dan terkendali. “Nanti kalau sudah ada hasil, segera kami umumkan,” jelasnya.

Untuk komoditas lain, ia optimistis tidak ada masalah. Beberapa komoditas yang belum mampu dipenuhi kebutuhannya oleh produksi dalam negeri seperti Bawang Putih dan Daging telah diimbangi dengan kebijakan impor.  “Daging sapi sudah kami keluarkan ijin impornya, sampai akhir tahun total 42 ribu ton,” pungkasnya. (Nova Sari, JPG/rk)


BACA JUGA

Minggu, 12 Agustus 2018 21:24
Kalbar Bisa Jadi Jalur Perdagangan Dunia

Investasi Awal Pelabuhan Kijing Rp4,7 Triliun

PONTIANAK- Pengelolaan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah tidak lama lagi. Pasalnya,…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:33
Pelaku Penganiaya Anak Jalani Tes Kejiwaan

KEJAM..!! Anak Disiksa, Dadanya Diinjak-Injak

PONTIANAK- Ibrahim Taufik, pria 30 tahun yang menganiaya anak angkatnya Ainun Maya hingga meninggal…

Sabtu, 04 Agustus 2018 20:15
2.225 Jemaah Kalbar Telah Diterbangkan ke Tanah Suci

Ombudsman Ajak Pantau Penyelenggaraan Haji

PONTIANAK- Ombudsman RI Perwakilan Kalbar memantau penyelenggaran ibadah haji tahun 2018. Masyarakat…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:38
Pembangunan PLTU Kalbar-1

MANTAP..!! Kini Tak Lagi ‘Minta’ Listrik Malaysia

PONTIANAK- PT. GCL Indo Tenaga menggelar media gathering di Hotel Gajahmada, Pontianak, Rabu (1/8).…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:16
Pelecehan dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

MENGGILA..!! Kasus di Kalbar kian Parah, Pelakunya Orang Terdekat

PONTIANAK- Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kalimantan Barat terparah dalam sepuluh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:14
Potensi Defisit APBD Kalbar 2018

Kalau Ada Penyimpangan Harus Ditangkap

PONTIANAK- Potensi defisit APBD Kalbar Tahun Anggaran 2018 berdampak terhadap pencairan dana pengerjaan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:13

Ini Dia Kasdam Tanjungpura yang Baru

SUNGAI RAYA- Jabatan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura berganti. Dulunya dijabat Brigjen TNI…

Minggu, 29 Juli 2018 21:45

Waduh, Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar Bawa Sabu

JAKARTA- Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Viktor Yogi Tambunan membenarkan kabar penangkapan anggota…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:00

KEREN..!! Kapuas Hulu Jadi Cagar Biosfer Baru

PUTUSSIBAU-  Betung Kerihun Danau Sentarum (BKDS) Kapuas Hulu resmi dikukuhkan menjadi cagar biosfer…

Kamis, 26 Juli 2018 20:47
Jamaah Asal Kalbar Mulai Diberangkatkan Minggu

7 CJH Sanggau Berpotensi Gunakan Kursi Roda

PONTIANAK- Sebanyak 109 calon jemaah haji (CJH) dari kuota 110 asal Kabupaten Sanggau siap menunaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .