UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 12 Mei 2018 10:42
Kisah Perseteruan Bambang Widiyanto dan Jhoni
Berawal Sindiran di Media Sosial, Berujung Saling Lapor ke Polisi
ilustrasi

PROKAL.CO, Saling lapor ke Polda Kalbar terjadi antara Suriansyah alias Jhoni dengan Bambang Widiyanto (BW), Senin (7/5). Awalnya, Jhoni melaporkan penganiayaan yang dialaminya. Di hari yang sama BW melaporkan Jhoni terkait Undang-Undang ITE. "Aduan saya dari 2017, namun baru Senin pagi saya melaporkan ke cyber crime Direskrimum Polda Kalbar terkait UU ITE," kata BW kepada Rakyat Kalbar, Rabu (9/5).

Perseteruan keduanya berawal dari pembongkaran SDN 01 Pontianak untuk dijadikan gedung parkir. “Pada 7 November 2017, kalau gak salah. Saat itu dia lewat sekolah SDN 01 yang di belakang Hotel Neo, saya melihat sekolah sudah dibongkar," ujarnya. Sambil bergurau BW memposting status di Facebooknya mempertanyakan kemana aktivis-aktivis yang menolak sekolah tersebut dibongkar. Apa sudah 86? Akibat postingannya tersebut, ia mendapatkan ancaman via telepon WhatsApp (WA) dari orang yang tidak dikenalinya.

"Tiba-tiba ada orang yang nelepon, kemudian mengancam-ngancam gitu, namun gak tanggapi karena tidak kenal," kisahnya. BW mengaku terus teror. Bahkan teror tersebut datang dari akun Facebook atas nama Jhon Sr yang mengirim pesan aneh-aneh, sehingga membuat BW risih. "Awalnya saya meladeni, lama-lama bosan juga," ucapnya.

Ia pun blokir nomor WA yang kerap menerornya dan Facebook atas nama Jhon Sr. "Malas saya, WA dan SMS dia juga sudah disimpan," sebutnya. Bahkan, kata dia, teror tidak hanya lewat media sosial dan telepon. Ada orang ke rumah dan mencarinya, tapi  tidak ketemu. Hanya anak buah BW yang cerita ada orang yang datang mencarinya.

Sementara terkait kasus pemukulan yang dilakukannya terhadap Jhoni terjadi pada Senin saat mengantar anak ke sekolah. Saat itu, ia hendak masuk ke dalam sekolah dan melihat seseorang yang seperti Jhoni. Ia mengetahui itu dari photo Facebook milik Jhoni. Karena harus lewat didekat Jhoni, BW menegur dan menyalaminya. Sembari ia bertanya.

"Awak Jhoni ke?" ujarnya. Mendengar pertanyaan tersebut, Jhoni kemudian menjawab dengan jawaban "iya bos," ucapnya menirukan perkataan Jhoni. BW kemudian mengatakan kepada Jhoni bahwa ia tidak ingin meladeni karena sesama beragama Islam. "Aku tak mau ngeladen awak itu bukan karena aku takut, karena kita ni sesama muslim," katanya. “Sebenarnya ribut-ribut gini aku suke gak, cuman aku tak mau gak ribut lagi," timpal BW.

Setelah itu, BW bergegas mengantar anaknya masuk ke dalam kelas. "Saya hanya pakai kain sarung bah, dan baju kaos," ungkapnya. Saat BW hendak keluar pintu gerbang sekolah, ia melihat Jhoni masih ada di depan sekolah. Jhoni sedang mengobrol dengan salah satu orangtua murid. Kebetulan orangtua murid tersebut juga kenal dengannya, sehingga ia menyapa BW.  "Mas bambang, apa kabar? oh, baik bang, apa kabar juga mas?," ceritanya.

BW kemudian menyalami orang tersebut, termasuk dengan Jhoni. "Saya pikir saya dengan Jhoni tidak ada masalah lagi," kata BW. Setelah selesai bersalaman, Jhoni kemudian bertanya dengan wajah menantang kepada BW. "Jadi macam mana ni?," kata BW menirukan pertanyaan Jhoni.

BW kemudian bertanya lagi kepada Jhoni. "Kau ni benar ke mau kelahi dengan aku?," jawab Jhoni. Langsung disahut Jhoni “Terserah awaklah," katanya. Mendengar jawaban tersebut, BW langsung memukul Jhoni dengan tangannya. Kemudian dilerai dengan orangtua murid yang bersama mereka. Jhoni lantas pergi menggunakan sepeda motornya.

Sebelum pergi, Jhoni sempat mengancam akan memenjarakan BW. "Awas kau ye, masuk penjara kau," ucap BW menirukan kata-kata Jhoni. BW melaporkan Jhoni ke Polda terkait postingan di Facebook. Ia menganggap tulisan itu tidak benar. “Mana mungkin orang salaman ngajak kelahi, kita salaman dengan orang itukan untuk bersahabat," ucapnya.

BW melaporkan Jhoni atas pelanggaran UU ITE. Ia mengaku memiliki banyak bukti yang dapat menjerat Jhoni. "Dia sudah mengancam saya, menghina saya, mencemarkan nama baik saya, dan sampai hari ini juga masih ada," tutup BW.

Terpisah, Jhoni mengatakan, penganiayaan yang dialaminya sekira pukul 09.00 WIB di depan pintu gerbang SD Muhammadiyah II Pontianak Jalan Ahmad Yani. "Masalah ini berangkat dari SDN 01, mas BW memberikan postingan yang tidak mengenakkan terhadap kami," katanya kepada Rakyat Kalbar, Kamis (10/5).

Saat itu, kata Jhoni, ia bersama teman-temannya memperjuangkan hak-hak anak sekolah. Dimana Pemkot Pontianak mau mengalihfungsikan gedung SD tersebut. Setelah ada penggusuran, muncul BW. "Kita diminta Pemkot dan Dinas Pendidikan menggiring hak-hak anak sekolah, bukan berarti 86," ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan gedung parkir tersebut merupakan aset Pemkot dan untuk kepentingan umum. Sebagai putra daerah, tentu harus mendukung, bukan malah menghambat pembangunan. "Waktu itu BW menyindir, melalui postingannya, sangat tidak enak sekali, seolah-olah aktivis SDN 01 memakan uang, dia bilang 86," ceritanya.

Jhoni kemudian meminta konfirmasi tudingan BW. Pihaknya mengundang BW saat tengah membangun Posko. "Saya tidak pernah meneror, kalau meminta konfirmasi pernah, namun si BW tidak pernah muncul," paparnya. BW pun menantang Jhoni dan timbulah cek-cok. Perseteruan tersebut berlanjut lewat SMS. Jhoni menanyakan kapan BW bersedia menemuinya.

"Kau tenang jak, aku pasti datang ngagak kau," kata Jhoni menirukan jawaban BW. “Ucapan BW sangat tidak enak dan mengancam," sambung Jhoni. Terkait laporan BW atas dugaan ujaran kebencian dipertanyakan Jhoni. Ia pun dituding mengancam. Padahal kata dia, BW yang mengancamnya.  "BW bisa membuktikan gak, kalau saya ada bukti," ucap Jhoni.

Kasus pemukulan yang dialaminya saat mengantar anaknya ke SD Muhammadiyah 2 Pontianak. Awalnya ia naik ke lantai dua, lalu turun ke bawah menemui kepala sekolah.  “Pas depan pintu masuk sekolah ia memperhatikan BW masuk dari pagar sekolah dan cengengesan," kisahnya.  Dalam hatinya, Jhoni berfirasat BW memintanya untuk menunggu. Sehingga ia pun menunggu.

BW kemudian menghampirinya yang saat itu sedang duduk di sepeda motor matic. BW menyalaminya dan menekan tangan Jhoni. Namun Jhoni membalas menekan tangannya. “BW bertanya kepada kepada saya, kau ke Jhon?," kata Joni menirukan BW.

BW kemudian mengatakan kepada Jhoni  "Kau ingat ya yang kemarin, belum selesai ni, kau ni pakkal lah, kita ni sama-sama muslim," kata Jhoni menirukan ucapan BW. Jhoni, kemudian menjawab pernyataan tersebut "Loh kenapa masalahnya sesama muslim? Yang ngacau saya masalah SDN 01 siapa?" tanya Jhoni kepada BW. "Kau tunggu ye, aku antar anak dulu ke dalam kelas sekolah," sambung Jhoni menirukan kata-kata BW.

Jhoni kembali menunggu. Ada salah satu orangtua murid yang juga temannya, bernama Wisnu. BW kemudian menghampiri mereka. "BW datang, menyalami pak Wisnu, tapi tidak menyalami saya. BW membelakangi pak wisnu dan saya," ungkapnya.

BW menanyakan kepada Jhoni "Jadi kau mau apa?," kata Jhoni menirukan BW. “Loh, mau kau apa?” jawab Jhoni. “Kalau mau ribot bang, jangan di sini. Ini lingkungan sekolah, lingkungan pendidikan anak-anak," kata Jhoni kepada BW. BW kemudian memukulnya dengan tangan kanan yang mengenai wajah Jhoni. “Ia memukul pas mengenai cincin hijau besar, cincin itu yang mengenai dagu saya," tukas Jhoni.

Akibat pukulan itu dagu Jhoni memar, membiru dan agak bengkak. Ketika buka mulut terasa sakit. "Oh gini cara kau ni," tutur Jhoni setelah mendapat pukulan tersebut. Jhoni kemudian pulang. Selanjutnya sekitar pukul 09.00 WIB menuju Polda Kalbar membuat laporan penganiayaan yang dialaminya.  "Setelah melengkapi visum dan lain sebagainya jadilah selembar kertas laporan," paparnya.

Dijelaskan Jhoni, saat berada di Polda, BW melalui pengacaranya sempat mengajak berdamai. "Dia mengirim lawyer untuk minta saya mediasi, sebelum BW membuat laporan mengenai pelanggaran UU ITE kepada Jhoni, namun ditolak Jhoni," ungkapnya. Saya pribadi ingin dia ditangkap dan ditahan. Karena ia pun menahan kawan-kawan agar tidak bergerak. Maka dia meminta keluarga dan teman-temanyauntuk menahan diri dan menyerahkan kasus ini pada hukum.

"Proses hukum biarkan berjalan, kita kawal proses hukum," lugasnya. Jhoni menuturkan penyidik yang menangani kasus tersebut meminta ia menunggu beberapa hari ini. “Kasus ini murni pidana, sehingga tidak ada gelar kasus," ucapnya. (Andi Ridwansyah, Pontianak/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:00

Sidang Kasus Pembunuhan, Ruang Sidang Malah Dipenuhi Tulisan Dukungan Terhadap Terdakwa

PONTIANAK- Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Zainal Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:47
Sidang Putusan Perceraian di Pengadilan Agama Pontianak

Wanita Ini Terbukti Bersuami 2, Eddy Dapat Hak Asuh Anak

PONTIANAK- Babak panjang dari kemelut rumah tangga antara Eddysan Farel dengan Nurhidayati akhirnya…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:36

SADIS DAN SERAM..!! Dua Nyawa Melayang di Tangan Pidelis Kalis

PONTIANAK- Tindakan Pidelis Kalis terbilang seram. Nyaris waktu bersamaan pemuda 18 tahun ini bunuh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:45
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

JANGAN MALU..!! Anak Dicabuli, Segera Lapor ke Polisi

PONTIANAK- Tahun ini Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menerima  sebanyak…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:11
Kasus Candaan Bom di Pesawat

Frantinus Nirigi Gugat Praperadilan Kapolresta dan Kemenhub

PONTIANAK- Masih ingat dengan kasus candaan bom (joke bomb) yang dilakukan Frantinus Nirigi dalam pesawat…

Minggu, 29 Juli 2018 12:29
POPTI Kalbar, Kepedulian terhadap Anak Penderita Thalassemia

Penyakit Diturunkan, Bukan Keturunan, Dianjurkan Screening Pra-Nikah

Windy Prihastari, pegawai Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalbar tak menyangka saat anak pertamanya…

Minggu, 29 Juli 2018 12:26

Keluarga Tak Sadar Abangnya Meninggal dalam Mobil

PONTIANAK- Isak tangis penuh sesal tak kuasa dibendung Ida saat menceritakan adiknya, Abdul Syukur,…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:08

Sempat Tertahan di Rumah Sakit Karena Tak Bayar, Akhirnya Bayi Bisa Pulang

PONTIANAK- - Sempat tertahan lantaran belum bisa membayar perawatan dan pengobatan anaknya yang baru…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:01

Pejabat Perusda Ikut Kampanye, Ternyata Bawaslu…

PONTIANAK- Pilkada Kalbar dinilai berbagai kalangan berjalan sukses. Pilkada yang pernah dimasukkan…

Kamis, 26 Juli 2018 20:35

Midji: Masalah Anggaran Harus Transparan

PONTIANAK- Sutarmidji dan Ria Norsan akan melakukan pemerataan pembangunan sesuai visi misinya saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .