UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 08 Mei 2018 12:17
Gara-Gara Ini, Kepala Dinas Harus Lembur Sabtu-Minggu

Launching GISA, Layanan Kilat KTP-el

REKAM IDENTITAS. Suasana launching perekaman KTP-el dalam program GISA di Rumah Radakng, Pontianak, Senin (7/5). Rizka Nanda-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Cerita di balik pesta demokrasi tahun ini tak hanya soal visi misi pasangan calon (paslon). Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Kartu Tanda Penduduk (Ktp-el) jadi kisah lain. Syarat baru dalam mendapatkan hak suara adalah harus memiliki KTP-el atau surat keterangan (suket). Sementara itu, membuat KTP-el banyak dramanya.

Susah kalau harus membahas hujan badai dalam proses pendataan KTP-el di Indonesia. Ada konspirasi korupsi akut di Jakarta sana. Ujung-ujungnya, pemerintah daerah pun dituntut putar otak.  Di Kalimantan Barat, terbitlah GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi). Bertujuan untuk mendukung dan mensukseskan Pilkada serentak 2018 dan pemilihan umum 2019 yang akan datang.

 “GISA ini adalah pelayanan langsung perekaman KTP elektronik selama tiga hari, dari tanggal 7 sampai 9 Mei 2018. Baik untuk penduduk Kalbar maupun penduduk seluruh Indonesia yang ada di Kalbar, diperbolehkan datang untuk direkam dan dicetak identitas elektroniknya,” jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalbar, Y. Anthonius Rawing saat launching GISA, Senin (7/5).

Diberitakan Rakyat Kalbar, kegiatan akbar ini difokuskan di Rumah Radakng, jalan Sultan Syahrir, Pontianak. Ratusan masyarakat rela antre demi mendapatkan pelayanan kilat yang dijanjikan oleh pemerintah ini. Mereka datang dengan membawa syarat yang telah ditentukan. Apabila belum pernah melakukan perekaman, cukup membawa kartu keluarga (KK). Sedangkan jika sudah memiliki suket dan sudah melakukan perekaman, diharuskan membawa fotokopi suket dan KTP-el sementara.

Rawing mengakui, Kalbar belum mencapai target 90 persen yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Berdasarkan data, Kalbar baru mencapai 85 persen untuk perekaman KTP-el dan 84 persen untuk pembuatan akte kelahiran.

Banyak kendala, kata Rawing. Seperti peralatan, personil dan pendanaan (3P). Di samping itu, faktor geografis Kalbar yang cukup luas juga jadi problem tersendiri. “Yang penting adalah kesadaran warga untuk merekam sendiri. Mendatangi Dukcapil untuk mendapatkan dokumen kependudukan,” tuturnya.

Program GISA ini bukan hanya untuk merekam Ktp-el. Tapi juga melaporkan perubahan- perubahan data yang ada di KK. Perubahan tingkatan pendidikan, bertambahnya jumlah anggota, hingga pindah domisili.

“Ini yang mau kita pangkas lewat pelayanan massal seperti ini, pelayanan itu singkat tapi kendala yang membuat lama itu banyak,” ungkap Rawing. Ia menambahkan, “Baik itu jaringan internet, listrik, dan macam macam alat yang rusak. Tapi kita jangan pesimis dengan kendala itu yang jelas kami tetap memberikan pelayanan terbaik kapan dan di mana saja”. Dirinya mengaku sudah memberi intruksi kepada Dukcapil 14 kabupaten/kota untuk melakukan jemput bola. Bahkan hari Sabtu dan Minggu pun mereka juga membuka pelayanan. Targetnya, semua masyarakat yang telah rekam dan memiliki KTP-el pada tanggal 27 Juni 2018 nanti dapat menggunakan hak pilih masing-masing.

Ia mengingatkan, Dukcapil hanya bersifat sebagai penyedia data dan memberikan keyakinan bahwa semua warga negara yang sudah wajib memiliki KTP-el pasti memilikinya. Masalah bisa memilih atau tidak adalah ketentuan dari pihak penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kita juga akan tetapkan pada pilpres 2019 nanti tidak ada lagi yang menggunakan suket,” tegas Rawing.

Warga Kalbar yang masih memegang suket berkisar 100 ribu orang. Akan tetapi melalui GISA, angka itu mulai berkurang. Pada (7/5) siang, sudah 500 orang yang menyetorkan suket untuk mencetak KTP-el. “Dengan launching ini, untuk contoh masing-masing kabupaten bisa menerapkan sistem yang sama. Kita harus yakin untuk pekerjaan ini. Harus terus semangat, positif, dalam memberikan pelayanan,” tandasnya.

Launching GISA itu turut dihadiri Dirjen Dukcapil RI, Yuzan Arif fahrullah. Senada, ia merasa optimis Pemprov Kalbar dapat mencapai target yang diberikan Kemendagri tahun depan. Ia pun memastikan perekaman ini akan sampai di wilayah perbatasan. “Kita juga akan turun ke perbatasan. Bupati dan Walikota memiliki peran yang kuat untuk menyelesaikan program ini. Karena hitungan APBD, ini menjadi kunci dan palang pintu untuk suksesnya pendataan ktp-el ini,” ujar Yuzan.

Ia mengakui memang masih banyak kendala dalam melakukan proses perekaman dan pendataan KTP-el. Seperti masih ada alat-alat yang rusak. Terkadang jaringan tidak tembus dengan bagus. Kemudian sempat mengalami kekosongan blanko pada tahun 2016 hingga akhir bulan Mei tahun 2017. “Alhamdulillah mulai Juli 2017, sampai dengan sekarang semuanya sudah teratasi. Oleh karena itu saya ingin menyampaikan kepada  seluruh masyarakat, blanko cukup. Pak Anton (Rawing) sangat rajin berkoordinasi  untuk mengambil blanko di pusat, bersama para Dukcakpil se Kalimantan Barat,” jelasnya.

Yuzan memaparkan, saat ini Kalimantan Barat menduduki rangking ke 20. Berarti sudah naik ke level menengah dari rangking 30 se-Indonesia. Ia pun berharap tahun depan Kalbar bisa menduduki posisi sepuluh besar. Bagaimana strateginya? Yuzan mencontohkan provinsi yang mendapatkan posisi sampai 91 persen adalah daerah yang memiliki jumlah penduduk padat. Seperti Jambi dan DKI Jakarta. Program di berbagai provinsi hanya satu. Memberi akta lahir kepada seluruh siswa sekolah. Dikoordinir setiap kepala sekolah.

“Jadi saya tegaskan, Pak Kadis, mohon tugaskan tiap hari datang ke sekolah-sekolah. Berkas yang sudah lengkap diambil aktenya. Kalau sudah selesai, kirim kembali ke sekolah itu,” tegasnya. Selanjutnya, komitmen kepala daerah dengan menyediakan anggaran untuk mobil keliling. Contohnya di Provinsi Jawa Barat yang menyediakan 4 unit mobil keliling perekaman KTP-el. Bahkan Walikota Bandung menyediakan 8 unit mobil keliling.

“Makanya pergerakannya menjadi cepat. Ini dua hal yang perlu saya katakan,” ungkap Yuzan. Kemudian ia juga menceritakan bahwa provinsi di Jawa juga menjalankan surat edaran Mendagri. Yakni tetap melakukan pelayanan pada hari Sabtu dan Minggu.

“Saya minta tolong rekan-rekan kepala dinas untuk sanggup bersama-sama lembur di hari Sabtu dan Minggu. Provinsi lain masuk, kalau kita tidak masuk tambah tertinggal kita,” ucap Yuzan. Dukcapil juga diminta dapat melakukan jemput bola di sekolah-sekolah dan masyarakat umum. Dengan ini, ia pun memohon dukungan kepada KPU dan Bawaslu untuk sama-sama memonitor hak pilih setiap warga negara.

“Saya yakin untuk sampai ke 10 besar tidak sulit. Jawa Barat saja bisa 97 persen dengan jumlah penduduk 43 juta jiwa. Maka kita tinggal mengejar 13 persen lagi,” tukasnya. Mendengar arahan dari Dirjen, Penjabat Gubernur Kalbar Dodi Riyadmaji mengintruksikan Disdukcapil untuk membuka kantor pada saat hari libur. Kemudian lebih menggencarkan upaya jemput bola. “Persoalan perekaman KTP elektronik ini harus dituntaskan,” tegas dia.

Selama menjadi Penjabat Gubernur, ia akan terus memonitor dan memfasilitasi agar Disdukcapil bisa lebih giat dalam melakukan pekerjaannya. Berkaitan dengan Pilkada, perekaman KTP elektronik itu memang harus maksimal. Karena masih banyak kaitannya dengan persoalan DPT yang belum sepenuhnya cocok. “Maka harapan saya sedapat mungkin paling minimal untuk orang yang sudah memiliki hak pilih dapat menyumbangkan suaranya,” ucap Dodi.

Ia juga memerintahkan Dukcapil segera melapor ke pusat jika terjadi gangguan pada saat proses perekaman dan cetak KTP-el. Pun mengimbau agar Dukcapil dapat melakukan kerjasama dalam penerbitan akta kelahiran. Agar tidak terjadi penumpukan.  “Jika jemput bola dan bekerja di hari libur itu juga diterapkan. Saya optimis bisa mencapai target hingga 95 persen. Di Jawa dan Sumatera telah dilakukan. Semuanya sudah kita drop. Kalau daerah kehabisan blanko, segera ambil ke pusat karena kita sudah siapkan untuk pilpres 2019,” pungkasnya. (Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 12:01

Penggerebekan Pasutri di Sungai Kakap, Ditemukan 1,1 Kg Sabu

PONTIANAK- Sebuah rumah di Jalan Raya Sungai Berembang, Komplek Alzaina Rekon, Kecamatan Sungai Kakap,…

Kamis, 24 Mei 2018 11:42

Bawa Mercon 31 Koli, Ya Ditangkap Lah kau…

PONTIANAK- Operasi Pekat di Pontianak membuahkan hasil. 31 Koli mercon korek api diamankan Polresta…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:30

Kapolda: Jika Ada Orang Asing, Wajib Ditanya!

PONTIANAK- Meningkatnya gangguan Kamtibmas yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, kepolisian mengimbau…

Sabtu, 19 Mei 2018 13:29

Lubang Jalan Dekat Jembatan Landak Bikin Macet, Ini yang Dilakukan Polisi

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, jalan di dekat jembatan Landak Jalan Sultan Hamid II Kelurahan…

Selasa, 15 Mei 2018 12:04

KERACUNAN..!! Tiga Pencari Karat Besi Tak Bernyawa

PONTIANAK- Diduga menghirup gas beracun dan kekurangan oksigen, tiga pekerja pencari karat besi ditemukan…

Selasa, 15 Mei 2018 10:41
Operasi Pekat Sabhara Polresta Pontianak

WOW..!! Satu Truk Pasangan Mesum Diamankan

PONTIANAK- "Saya tidak ngapa-ngapain. Dia ini Abang angkat saya," kata Melati kepada petugas, Senin…

Sabtu, 12 Mei 2018 23:31

Bocah Curi Mangga, Ditempeleng Satpam, Keluarga Pelaku Datangi Polsek

PONTIANAK- Belasan warga mendatangi Polsek Pontianak Barat, Jumat (11/5) sekira pukul 14.00 Wib. Kedatangan…

Selasa, 08 Mei 2018 12:07

HEROIK..!! Hindari Pengendara Motor yang Jatuh, Pikap Pilih Nyungsep ke Parit

PONTIANAK- Pikap masuk parit tengah pembatas Jalan Ahmad Yani sekitar pukul 13.00 WIB, Senin (7/5).…

Selasa, 08 Mei 2018 12:02

Curi HP di Laci Kasir Restoran, Pria Ini Dibekuk Jatanras

PONTIANAK- Arianus, warga Kabupaten Landak ini ditangkap Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak,…

Sabtu, 05 Mei 2018 11:00

Jelang Ramadan, Sekjen Perdagangan Tinjau Dua Pasar di Pontianak

PONTIANAK- Takut kecolongan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) keliling pasar-pasar di Indonesia. Untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .