UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 08 Mei 2018 12:08
Penggiat Pewarna Alami Manua Sadap Ikut Festival di Jakarta
Nakar, Teknik Warisan Nenek Moyang Dayak Iban
PENGGIAT PEWARNA ALAMI. Margaretha Bermas dan Yuliana Hermina menjadi peserta Festival Warna Alami di Jakarta, 2-13 Mei. TaNa Bentarum for RK

PROKAL.CO, Sebagai kabupaten konservasi, Kapuas Hulu melimpah kekayaan hutan. Salah satunya pewarna alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Andreas, Putussibau

Margaretha Bermas dan Yuliana Hermina merupakan dua perempuan penggiat pewarna alami dari Desa Manua Sadap Kecamatan Embaloh Hulu Kabupaten Kapuas Hulu. Atas ketekunan dan konsisten menggunakan pewarna alami, keduanya diikutsertakan dalam Festival Warna Alam 2018 di Jakarta. Karya dua ibu dari Dusun Kelayam Desa Manua Sadap ini menjadi dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta pada 2 - 13 Mei.

Diberitakan Rakyat Kalbar, pameran tersebut dibuka Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang diwakili Asisten Deputi Warisan Budaya Dr. Ir. Pamuji Lestari, MSc. Kehadiran Margaretha dan Yuliana ini fasilitasi Warlami (Warna Alam Indonesia) bersama Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum). “Kedua perempuan tersebut berasal dari salah satu desa penyangga yang sangat penting bagi Taman Nasional Betung Kerihun,” ujar Kepala BB TaNa Bentarum, Arief Mahmud, kemarin.

Berbagai kegiatan pemberdayaan telah dilakukan Balai Besar TaNa Bentarum bersama para mitra. Salah satu bersama Warlami. “Kita telah melakukan kegiatan pembinaan pada perajin tenun ikat di Desa Manua Sadap dan Desa Pelaik," tutup Arief.

Warlami merupakan perkumpulan perajin, pelaku kriya tekstil, akademisi dan pemerhati yang memiliki panggilan untuk mencapai kemandirian menuju swasembada sandang. Misinya untuk menjaga kelestarian budaya dan tradisi luhur nenek moyang dalam penggunaan warna alam untuk wastra atau kain tradisional secara lestari dan meningkatkan. “Sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat perajin wastra tersebut," ungkap Ketua Warlami, Myra Widiono.

Salah satu kegiatan Warlami, membina dan memberikan pelatihan mengenai penggunaan pewarna alam kepada para artisan wastra yang tersebar di berbagai nusantara. Sebab nenek moyang Indonesia sudah mengenal sekurangnya 75 jenis tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai sumber pewarna alami. 75 jenis tanaman tersebut dapat digunakan untuk pewarna tekstil.

Satu tanaman penting dalam dunia pewarnaan wastra tradisional Indonesia adalah Nila/Tarum/Rengat (Indigofera tinctoria L., Indigofera arecta, Indigofera marsdenia L.) yang menghasilkan warna biru. Begitu pentingnya Tarum ini, sehingga Belanda pada 1830-1850 memberlakukan tanam paksa (cultuur stelsel) untuk tanaman ini. “Dengan diberlakukan tanam paksa tersebut menjadikan Hindia Belanda sebagai pengekspor indigo terbesar di dunia," ungkap Myra.

Berbagai tempat di nusantara memiliki wastra yang sangat kaya dan beragam corak serta warna. Begitu pula dalam pembuatannya, memiliki cara atau teknik tersendiri. Bahkan warna, motif dan corak yang diterapkan sangat unik. Bukan sekedar mempercantik penampilan kain belaka, tetapi memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Hal inilah yang juga menjadikannya sebagai kekuatan dari wastra nusantara.

“Warna-warna yang memiliki kedalaman dan aura magis itu berasal dari berbagai bahan yang terdapat di sekitar lingkungan suatu masyarakat menetap, antara lain dari tumbuh-tumbuhan," ulasnya.

Salah satu teknik pewarnaan alami yang merupakan warisan nenek moyang suku Iban adalah proses Nakar. Nakar adalah proses perminyakan benang menggunakan bahan yang berasal dari alam. Bukan menggunakan bahan kimia. Cara ini membuat benang makin terlihat warnanya. “Nakar ini sudah makin langka dilakukan oleh masyarakat perajin," jelasnya .

Hal ini kata Myra yang menginspirasi Balai Besar TaNa Bentarum bersama masyarakat Desa Manua Sadap membangun kebun etnobotani. Salah satu manfaatnya sebagai wahana untuk koleksi tanaman-tanaman pewarna alami. Sehingga masyarakat kembali menggunakan tradisi nenek moyang dalam proses pewarnaannya.

“Dalam festival ini juga menampilkan wastra dari negeri tetangga Malaysia yang dibawa oleh AHPADA (Asean Handicraft Promotion & Development Association)," katanya. Setiap tahun AHPADA mengadakan pameran tingkat ASEAN yang dilaksanakan secara bergiliran di masing-masing negara. Anggota peserta pamerannya dari 32 negara di seluruh dunia yang memiliki tradisi tenun. Tahun 2019 nanti rencananya akan dilaksanakan di Jakarta. Museum Tekstil Jakarta sangat berharap dapat menjadi host pada pameran tersebut.

“Presiden AHPADA Edric Ong yang berasal dari Kuching Serawak juga menyampaikan bahwa banyak kesamaan teknik pewarnaan alami yang digunakan perajin Malaysia dengan Indonesia,” ungkap Myra. (Arman /editor/rk)


BACA JUGA

Minggu, 12 Agustus 2018 21:24
Kalbar Bisa Jadi Jalur Perdagangan Dunia

Investasi Awal Pelabuhan Kijing Rp4,7 Triliun

PONTIANAK- Pengelolaan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah tidak lama lagi. Pasalnya,…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:33
Pelaku Penganiaya Anak Jalani Tes Kejiwaan

KEJAM..!! Anak Disiksa, Dadanya Diinjak-Injak

PONTIANAK- Ibrahim Taufik, pria 30 tahun yang menganiaya anak angkatnya Ainun Maya hingga meninggal…

Sabtu, 04 Agustus 2018 20:15
2.225 Jemaah Kalbar Telah Diterbangkan ke Tanah Suci

Ombudsman Ajak Pantau Penyelenggaraan Haji

PONTIANAK- Ombudsman RI Perwakilan Kalbar memantau penyelenggaran ibadah haji tahun 2018. Masyarakat…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:38
Pembangunan PLTU Kalbar-1

MANTAP..!! Kini Tak Lagi ‘Minta’ Listrik Malaysia

PONTIANAK- PT. GCL Indo Tenaga menggelar media gathering di Hotel Gajahmada, Pontianak, Rabu (1/8).…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:16
Pelecehan dan Kekerasan Seksual Terhadap Anak

MENGGILA..!! Kasus di Kalbar kian Parah, Pelakunya Orang Terdekat

PONTIANAK- Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kalimantan Barat terparah dalam sepuluh…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:14
Potensi Defisit APBD Kalbar 2018

Kalau Ada Penyimpangan Harus Ditangkap

PONTIANAK- Potensi defisit APBD Kalbar Tahun Anggaran 2018 berdampak terhadap pencairan dana pengerjaan…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:13

Ini Dia Kasdam Tanjungpura yang Baru

SUNGAI RAYA- Jabatan Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura berganti. Dulunya dijabat Brigjen TNI…

Minggu, 29 Juli 2018 21:45

Waduh, Wadir Reserse Narkoba Polda Kalbar Bawa Sabu

JAKARTA- Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Viktor Yogi Tambunan membenarkan kabar penangkapan anggota…

Sabtu, 28 Juli 2018 21:00

KEREN..!! Kapuas Hulu Jadi Cagar Biosfer Baru

PUTUSSIBAU-  Betung Kerihun Danau Sentarum (BKDS) Kapuas Hulu resmi dikukuhkan menjadi cagar biosfer…

Kamis, 26 Juli 2018 20:47
Jamaah Asal Kalbar Mulai Diberangkatkan Minggu

7 CJH Sanggau Berpotensi Gunakan Kursi Roda

PONTIANAK- Sebanyak 109 calon jemaah haji (CJH) dari kuota 110 asal Kabupaten Sanggau siap menunaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .