UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 07 Mei 2018 11:06
Ini Loh Tanda-tanda Orang Bunuh Diri dan Pencegahannya

PROKAL.CO, PONTIANAK- Banyak definisi mengenai bunuh diri. Diantaranya adalah suatu tindakan melukai diri yang mengakibatkan kematian. Penyebab bunuh diri pun juga banyak, bisa dikarenakan depresi, frustrasi, halusinasi, dan latar belakangnya bisa bermacam-macam.

Psikolog Maria Nofaola, S.Psi., M.Psi menjelaskan, depresi merupakan proses seperti ada cerita yang komplek di belakangnya.  "Mengalami depresi, jika depresi berat dia merasa tidak punya harga diri lagi. Tidak merasa dicintai, sudah tidak ada gunanya lagi di dunia ini. Lalu dia berpikir untuk apa hidup, toh aku tidak dibutuhkan atau dicintai siapa-siapa. Sebaiknya aku mati saja. Iyu ungkapan orang yang depresi," kata Maria kepada Rakyat Kalbar belum lama ini.

Kemudian, ketika mengalami frustrasi yang artinya tidak berhasil meraih apa yang diharapkan, diinginkan, merasa tujuan yang tidak dicapai, sehingga berpikiran sudah buat apalagi. Jadi keputusan singkat dibuat untuk melakukan percobaan dan kemudian sampai meninggal. "Kalau dia gagal berarti disebut percobaan bunuh diri," jelas Maria.

Sedangkan orang yang mengalami skizofrenia atau halusinasi, misalnya mendengar ada suara yang menyuruh untuk bunuh diri. Lalu bunuh diri menjadi solusinya. Ia menjelaskan, seperti ada suara berkata akhirnya meniru kata tersebut. Itu kata Maria, karena halusinasi tetapi sebenarnya suara itu tidaklah ada. Menurutnya itu proses kondisi otak yang bersangkutan yang dinamakan halusinasi.

Maria menjelaskan, tanda atau gejala bunuh diri, memang tidak mudah untuk melihatnya. Tapi bisa melihat dari orang yang depresi. Seperti pernah mengatakan ingin mati atau sudah ada ungkapan kepada seseorang. Menurutnya itu mudah dan kelihatan berarti sudah ada rencana atau berpikiran.

Sedangkan jika orang yang ingin mencoba bunuh diri tapi tertutup, tidak mengepresikan apa yang dipikir atau dirasakan. Seperti hanya diam saja, sering murung, sedih menyendiri. Menurutnya, itu merupakan ciri-ciri depresi. Untuk orang terdekat atau yang berada di sekitarnya berhati-hati dan jangan sampai depresinya menjadi parah. Seperti merasa sedih kehilangan harapan, seakan akan tidak punya masa depan lagi.

"Jadi dengan tanda seperti itu sebaiknya cepat dirangkul sehingga sedihnya jangan sampai berlarut larut," sebutnya.  Mengenai metode bunuh diri, ia menyebutkan bisa bermacam-macam. Baik meminum racun atau obat hingga over dosis, gantung diri, menyanyat diri, menembak diri sendiri, terjun, membuat dirinya ditabrak atau menabrakan kendaraan.

Terkait live bunuh diri melalui media sosial menurutnya itu dapat memicu, mensimulasi orang lain yang sudah mempunyai ide. Sehingga bisa mengikuti hal yang sama. "Yang belum ada ide juga bisa mengikuti, itu tidak baik efeknya lebih ke negatif. Karena dapat mensimulasi dan mempengaruhi pikiran orang," demikian Maria Nofaola. (lid/rk)


BACA JUGA

Minggu, 06 September 2015 11:14

Pegawai Bank Kalbar Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,6 M

<p style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" dir="ltr"><span…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*